Rina Mida Hayati
Universitas Ma'arif Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Teori Nasikh-Mansukh dalam Studi Ulumul Qur’an Anggi Vidya Ningrum; Heri Waluyo; Ihsan Mustofa; Lilis Haryati; Rina Mida Hayati
Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/fjpsi.v1i1.294

Abstract

Artikel ini membahas tentang teori nasikh dan mansukh yang merujuk pada padasuatu hukum syariat yang lebih baru menghapuskan hukum yang lebih lama. Adapun beberapa asumsi dasar terkait teori ini yaitu konteks historis, kepentingan umum (Maqasid Al-Shariah), pengembangan pemikiran, prinsip keadilan, kesepakatan ulama. Menggunakan metode penelitian studi pustaka (library research), artikel ini menyimpulkan bahwa kontroversi mengenai nasikh (yang membatalkan) dan mansukh (yang dibatalkan) dalam al-Qur’an adalah topik yang sering dibahas dalam studi tafsir dan ilmu kalam. Banyak ulama berpendapat bahwa nasikh dan mansukh ada dalam al-Qur'an. Mereka berargumen bahwa beberapa ayat diturunkan dalam konteks tertentu dan kemudian diubah atau dibatalkan oleh ayat lain yang diturunkan setelahnya. Dan ada sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada ayat al-Qur’an yang benar-benar dibatalkan melainkan ada konteks dan penafsiran yang berbeda. Mereka berargumen bahwa perubahan hukum dapat terjadi karena perubahan konteks sosial atau kondisi umat. Terkait dengan adanya polemik dan perbedaan tentang keberadaan nasikh dan mansukh para ulama menyepakati bahwa terdapat rukun dan syarat dalam naskh
Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital: Strategi Pengembangan Pesantren Berbasis Finansial Teknologi Abu Tohir; Rina Mida Hayati; Subandi Subandi
Bustanul Ulum Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2024): Bustanul Ulum Journal of Islamic Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/bujie.v2i2.664

Abstract

The financial governance of Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia remains predominantly manual and donor-dependent, despite their historical significance as the nation's oldest Islamic education institutions. This structural vulnerability necessitates a digital transformation to enhance institutional efficiency, accountability, and economic self-reliance. This study aims to analyze the digital financing management model as a strategic mechanism for achieving such autonomy. Employing a qualitative multiple-case study design, this research investigates several pesantren in Lampung Province that have actively adopted digital financial systems. Data were triangulated through semi-structured in-depth interviews with pesantren leaders, financial administrators, and business unit managers, complemented by participatory observation and systematic documentation of the digital platforms. The findings delineate a four-pillar implementation architecture: (1) application-based digitization of financial recording and reporting; (2) integration of electronic payment systems to streamline transactions involving students (santri) and the surrounding community; (3) development of digitally-enabled pesantren-affiliated entrepreneurial units; and (4) systematic enhancement of digital financial literacy among both administrators and students. Enabling factors include robust leadership commitment, strategic partnerships with Islamic financial institutions and fintech operators, and adequate technological infrastructure. Conversely, critical barriers persist, encompassing limited internet accessibility, low digital proficiency, and entrenched organizational resistance to systemic change. This study concludes that an integrated and sustainable digital financing model is instrumental in fostering economic independence, while simultaneously enhancing fiscal transparency and accountability in strict adherence to Sharia principles. The findings offer theoretical contributions to the discourse on digital transformation within faith-based educational institutions and provide actionable insights for policymakers seeking to modernize the financial ecosystems of traditional Islamic boarding schools.