Dedy Prasetyo
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LAJU RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharata Sturt.) AKIBAT PEMBERIAN BIOCHAR DAN PUPUK FOSFOR DI TANAH ULTISOL Liska Mutiara Septiana; Nikhen Santika; Sri Yusnaini; Henrie Buchari; Dedy Prasetyo; M.A. Syamsul Arif; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7218

Abstract

Budidaya jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) pada tanah marginal seperti tanah Ultisol akan memiliki produktivitas yang rendah. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kandungan hara, bahan organik, dan aktivitas mikroorganisme. Aktivitas mikroorganisme didalam tanah dapat dilihat melalui laju respirasi tanah dimana kadar CO2 yang dilepaskan oleh mikroorganisme tanah tersebut diukur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat laju respirasi tanah pada pertanaman jagung manis di tanah Ultisol akibat pemberian biochar dan pupuk fosfor. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Lengkap (RKTL) yang disusun secara faktorial terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pemberian berbagai jenis biochar (B), terdiri dari : B0 :tanpa biochar 0 ton ha-1; B1: biochar sekam padi 10 ton ha-1; B2 : biochar tongkol jagung 10 ton ha-1; dan B3: biochar batang singkong 10 ton ha-1. Faktor kedua yaitu perlakuan pupuk fosfor (P), yang terdiri dari : P0: tanpa pupuk fosfor dan; P1: pupuk Fosfor 150 P2O5 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju respirasi tanah pada pengamatan vegetatif maksimum (52 HST) tidak dipengaruhi oleh pemberian berbagai jenis biochar, pupuk fosfor, serta interaksi keduanya. Sedangkan pada pengamatan fase panen (77 HST), respirasi tanah hanya dipengaruhi oleh perlakuan pupuk fosfor dan tidak dipengaruhi oleh pemberian berbagai jenis biochar serta tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan tersebut.
PENGARUH APLIKASI KOMPOS PREMIUM TERHADAP POPULASI DAN KERAGAMAN MESOFAUNA DI LAHAN PERTANAMAN NANAS PT GGP LAMPUNG TENGAH Pandan Arum Irawan; Dermiyati; Dedy Prasetyo; Mas Achmad Syamsul Arif; Winih Sekaringtyas Ramadhani
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.8

Abstract

Sistem tanam monokultur dan penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan menyebabkan degradasi lahan. Perbaikan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan menambahkan Pupuk Kompos Premium yang merupakan pupuk organik dengan komposisi berbagai bahan organik dan mineral dalam upaya meningkatkan ketersediaan bahan organik dalam tanah. Mesofauna tanah dapat menjadi salah satu indikator kesuburan tanah yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh aplikasi pupuk kompos premium terhadap populasi dan keragaman mesofauna pada lahan pertanaman nanas di PT GGP (Great Giant Pineapple) Lampung Tengah serta mempelajari korelasi antara C-organik, pH tanah, kadar air dan suhu tanah dengan populasi dan keragaman mesofauna tanah. Penelitian dilaksanakan di PT GGP dan analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok. Data yang diperoleh lalu dianalisis dengan analisis ragam dan uji tukey kemudian diuji lanjut menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Kompos Premium A (P2) dan Kompos Premium B (P3) tidak berbeda nyata dengan perlakuan Tanpa Kompos (P0) tetapi perlakuan Kompos Premium A (P2) dan Kompos Premium B (P3) dapat meningkatkan populasi mesofauna dibandingkan dengan perlakuan Kompos Kotoran Sapi (P1). Selain itu hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi antara C-Organik tanah, pH tanah, suhu tanah, dan kadar air tanah dengan populasi mesofauna tanah.