Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Caught Between Delay and Distress: Examining the Role of Self-Compassion in the Relationship between Procrastination and Academic Stress among Migrant Students Ardelia Yudhistira, Izza; Sandjaja, Meilani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 3 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i3.25664

Abstract

Higher education in Indonesia provides opportunities for personal and academic development, yet migrant students often face complex challenges, including adapting to new social and academic environments, managing independent living, and meeting high academic demands, which can lead to procrastination and increased academic stress. This study examined the relationship between academic procrastination and academic stress among migrant university students, with self-compassion as a mediating variable. A quantitative correlational design with mediation analysis was employed, involving 140 migrant students who completed online self-report questionnaires measuring academic procrastination, academic stress, and self-compassion. Mediation analysis using JASP 18.3 and bootstrapping showed that academic procrastination had a significant positive effect on academic stress (estimate = 0.338, p < .001), while self-compassion partially mediated this relationship, reducing the stress associated with procrastination (indirect effect = 0.084, p = 0.005). The total effect of procrastination on stress was also significant (estimate = 0.442, p < .001). These results indicate that self-compassion acts as a protective factor, helping migrant students cope with the psychological burden of procrastination. Interventions aimed at fostering self-compassion may therefore enhance emotional well-being, academic adjustment, and resilience, supporting students in managing academic challenges and promoting success in higher education contexts.Pendidikan tinggi di Indonesia memberikan peluang untuk pengembangan pribadi dan akademik. Namun, mahasiswa migran sering menghadapi tantangan yang kompleks, termasuk beradaptasi dengan lingkungan sosial dan akademik yang baru, mengelola kehidupan mandiri, serta memenuhi tuntutan akademik yang tinggi, yang dapat menyebabkan prokrastinasi dan meningkatnya stres akademik. Penelitian ini mengkaji hubungan antara prokrastinasi akademik dan stres akademik pada mahasiswa migran, dengan self-compassion sebagai variabel mediasi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan analisis mediasi, melibatkan 140 mahasiswa migran yang mengisi kuesioner daring berbasis self-report untuk mengukur prokrastinasi akademik, stres akademik, dan self-compassion. Analisis mediasi menggunakan JASP 18.3 dan teknik bootstrapping menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap stres akademik (estimate = 0,338, p < 0,001), sementara self-compassion memediasi secara parsial hubungan tersebut dengan menurunkan tingkat stres yang terkait dengan prokrastinasi (indirect effect = 0,084, p = 0,005). Pengaruh total prokrastinasi terhadap stres juga signifikan (estimate = 0,442, p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan sebagai faktor protektif yang membantu mahasiswa migran mengatasi beban psikologis akibat prokrastinasi. Oleh karena itu, intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan self-compassion dapat memperkuat kesejahteraan emosional, penyesuaian akademik, dan resiliensi, sehingga mendukung mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik dan mencapai keberhasilan di pendidikan tinggi.
Empowering Marginalized Children Through Educational Board Games: A Community-Based Approach to Literacy and Numeracy Development Sandjaja, Meilani; Yuliawati, Livia; Eunike, Prisca; Ega Vishnu Christian, Yohanes; Shienny Davanca Lisvantoro, Stephanie; Priska Christian, Jennifer; Aishvarya Divani, Shri
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i2.26780

Abstract

Foundational literacy and numeracy remain major educational challenges among marginalized children in Indonesia, particularly those from street-connected and low-income communities who have limited access to engaging learning resources and structured educational support. This community service project aimed to evaluate the effectiveness of the Kicara Board Game ("Kita Cerdas, Percaya Diri") as an innovative game-based learning medium for improving literacy, numeracy, and self-confidence among children at Kelompok Belajar Mengajar (KBM) Raja Petojo, Surabaya. The program employed a one-group pretest–posttest design complemented by qualitative reflection sessions ("Hutan Inspirasi") and was implemented through socialization, facilitator training, technology integration, mentoring, and evaluation over an eight-month period. Twenty participants, ranging from kindergarten to junior secondary level, were divided into a Main Group and a Star 2 Group. Learning outcomes were assessed using five-level ordinal categories for literacy, numeracy, and self-confidence before and after the intervention. The findings demonstrated substantial improvements in literacy, with all participants reaching the very high category at posttest, while numeracy outcomes also increased markedly, particularly among participants achieving high and very high performance levels. Improvements in self-confidence were evident but comparatively more modest, especially among younger learners. These findings indicate that game-based, community-centered learning interventions effectively strengthen foundational academic competencies, although affective development requires longer-term and family-supported mentoring. The study highlights the potential of educational board games as sustainable learning innovations for marginalized communities within non-formal education settings.Literasi dan numerasi dasar masih menjadi tantangan utama bagi anak-anak marjinal di Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari komunitas anak jalanan dan keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan akses terhadap media pembelajaran yang menarik dan dukungan pendidikan yang terstruktur. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Kicara Board Game ("Kita Cerdas, Percaya Diri") sebagai media pembelajaran berbasis permainan yang inovatif dalam meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan kepercayaan diri anak-anak di Kelompok Belajar Mengajar (KBM) Raja Petojo, Surabaya. Program menggunakan desain one-group pretest–posttest yang dipadukan dengan sesi refleksi kualitatif ("Hutan Inspirasi") serta dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan fasilitator, integrasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi selama delapan bulan. Sebanyak 20 peserta, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama, dibagi ke dalam Kelompok Utama dan Kelompok Bintang 2. Hasil pembelajaran dievaluasi menggunakan kategori ordinal lima tingkat pada aspek literasi, numerasi, dan kepercayaan diri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan literasi, di mana seluruh peserta mencapai kategori sangat tinggi pada posttest. Kemampuan numerasi juga mengalami peningkatan yang nyata, terutama pada proporsi peserta yang mencapai kategori tinggi dan sangat tinggi. Sementara itu, kepercayaan diri menunjukkan peningkatan, meskipun relatif lebih moderat, khususnya pada peserta usia yang lebih muda. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi pembelajaran berbasis permainan yang berpusat pada komunitas efektif dalam memperkuat kompetensi akademik dasar, namun pengembangan aspek afektif memerlukan pendampingan yang lebih berkelanjutan serta dukungan keluarga. Penelitian ini menegaskan potensi board game edukatif sebagai inovasi pembelajaran yang berkelanjutan bagi komunitas marjinal dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal.
Life Satisfaction of Emerging Adulthood in Indonesia: In the Shadow of Affluenza Kevin Harry Anugerah Cunong; Meilani Sandjaja
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.10319

Abstract

Life satisfaction is what every human being craves. Meanwhile, lifestyles and desires are increasingly dynamic and increasing day by day. In today's social environment, there is a phenomenon called affluenza, as a form of fulfilling a lifestyle during one's social environment. This study aims to introduce the phenomenon of affluenza in Indonesia, especially in its effect on life satisfaction itself. The research design was carried out quantitatively, by measuring variables using the affluenza scale which totaled 21 items and Cronbach's alpha of 0.840 as well as the life satisfaction scale with 5 items and Cronbach's alpha of 0.827. Respondents in this study were 110 people, who were taken using the snowball sampling technique. The presented data was processed using the linear regression test and r square, where the results of the data analysis showed P = 0.425 with an r square of 0.006. It can be interpreted that affluenza has no significant effect on life satisfaction and contributes 0.6%. So that it can be concluded that there is a need for further studies related to the affluenza phenomenon in Indonesia and exploration with other variables, considering that this research one of the first study to examine the affluenza phenomenon empirically in Indonesia.Kepuasan hidup merupakan hal yang didambakan setiap manusia. Sementara itu, gaya hidup dan keinginan semakin dinamis dan meningkat kian harinya. Dalam lingkungan sosial saat ini, terdapat fenomena yang disebut affluenza, sebagai bentuk pemenuhan gaya hidup ditengah-tengah lingkungan sosial seseorang. Penelitian ini bertujuan guna mengenalkan fenomena affluenza di Indonesia, terkhusus dalam pengaruhnya terhadap kepuasan hidup itu sendiri. Desain penelitian dilakukan secara kuantitatif, dengan mengukur variabel menggunakan skala affluenza yang berjumlah 21 aitem dan alpha cronbach sebesar 0,840 Serta skala kepuasan hidup dengan aitem sebanyak 5 dan alpha cronbach sebesar 0,827. Responden dalam penelitian ini sebanyak 110 orang, yang diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling. Data yang tersaji diolah menggunakan uji regresi linear dan r square, dimana hasil analisa data menunjukkan P = 0,425 dengan r square sebesar 0,006. Dapat diartikan bahwa affluenza tidak terlalu berpengaruh terhadap kepuasan hidup, dan memberikan kontribusi sebesar 0,6%. Sehingga dapat disimpulkan perlu adanya kajian lebih lanjut terkait fenomena affluenza di Indonesia serta eksplorasi dengan variabel-variabel lainnya, mengingat penelitian ini merupakan salah satu yang pertama dalam mengkaji fenomena affluenza secara empiris di Indonesia.