Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Metode Fernald Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan dan Menulis Anak Tuna Grahita Ringan Meilani Sandjaja
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v6i1.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode Fernald terhadap kemampuan membaca dan menulis anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain single case experimental pada satu orang anak laki-laki tunagrahita ringan kelas 7 SMP. Data dalam penelitian dianalisis secara deskripstif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan setelah mendapatkan intervensi sebanyak 6 kali dengan durasi masing-masing sesi 60 menit, subjek mengalami peningkatan dalam kemampuan membaca permulaan dan menulis gabungan diftong vokal, dan vokal rangkap. Peningkatan ini dapat diukur melalui peningkatan nilai subjek pada kemampuan membaca permulaan dan menulis sebelum dan setelah intervensi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa metode multisensori Fernald efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan dan menulis anak tunagrahita ringan
Prestasi sebagai Mediator Achievement Goal Orientation dan Subjective Well-Being Mahasiswa Sandjaja, Meilani
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 13, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v13i4.8568

Abstract

Entering higher education gives students new roles and responsibilities. Accompanied by increasing tasks, burdens, and obligations they possess, this causes students to face various issues. The various challenges faced by students influence their subjective well-being (SWB). This study aims to examine GPA as a mediating variable between achievement goal orientation (AGO) and subjective well-being (SWB), an area that hasn't been extensively researched. The participants of this study amounted to 175 individuals, active students from various departments, aged between 18-22 years old. Data was collected using the SWB scale, AGO scale, and GPA to measure students' academic achievements, distributed through online surveys. The research findings indicate that GPA does not significantly mediate between AGO and SWB. This study also discovered that AGO has a positive and significant relationship with SWB and GPA.
Pengaruh Achievement Goal Orientation terhadap Prokrastinasi pada Mahasiswa Tingkat Awal dan Mahasiswa Tingkat Akhir Harnadia Firsya Difa; Meilani Sandjaja
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i2.9314

Abstract

Kewajiban mahasiswa adalah menyelesaikan tugas-tugas. Namun banyak ditemukan mahasiswa melakukan prokrastinasi dalam menyelesaikan tugas jika dilakukan secara terus menerus dapat merugikan mahasiswa seperti menurunnya ipk dan terhambat untuk mencapai tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan dengan desain regresi linear karena peneliti ingin mengetahui pengaruh achievement goal orientation terhadap prokrastinasi pada mahasiswa tingkat awal dan akhir. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat awal dan mahasiswa tingkat akhir. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 133 mahasiswa dengan 67 mahasiswa tingkat akhir dan 66 mahasiswa tingkat awal. Penelitian ini menunjukkan bahwa achievement goal orientationberpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi pada mahasiswa tingkat awal dan mahasiswa tingkat akhir. Namun terdapat perbedaan besaran pengaruh achievement goal orientation terhadap prokrastinasi mahasiswa tingkat awal dan juga mahasiswa tingkat akhir. Dalam penelitian ini achievement goal orientationmemberikan pengaruh yang lebih rendah terhadap prokrastinasi mahasiswa tingkat akhir dibandingkan mahasiswa tingkat awal dikarenakan terdapat faktor lain yang mempengaruhi prokrastinasi selain achievement goal orientation
Stres Akademik pada Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi di Indonesia Ditinjau dari Academic Help-seeking dan Resiliensi Akademik Nabila Marfuatunnisa; Meilani Sandjaja
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i2.9356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh academic help-seeking dan resiliensi akademik terhadap stres akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Indonesia. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain regresi berganda. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalh teknik snowball. Alat ukur untuk variabel stres akademik pada penelitian ini menggunakan skala Student-Life Stress Inventory (SLSI) yang dikembangkan oleh Gadzella (1994) yang telah dimodifikasi sehingga item yang digunakan pada penelitian ini dengan total 23 item menggunakan 5 skala likert. Skala untuk variabel academic help-seeking pada penelitian ini menggunakan skala yang dikembangkan oleh Karabenick (2003) dengan total 13 item menggunakan 6 skala likert dan untuk variabel resiliensi akademik menggunakan skala Academic Resilience Scale (ARS-30) yang dikembangkan oleh Cassidy (2016) dengan 30 item menggunakan 5 skala likert. Hasil uji hipotesis yang menggunakan regresi berganda pada penelitian ini nilai r² = 0.329. Dengan demikian dapat dikatakan academic help-seeking dan resiliensi akademik secara bersama-sama mempengaruhi stres akademik mahasiswa sebesar 32,9%.
Program Remaja Bijak Bermedia Sosial untuk Mengurangi Stres Remaja di Panti Asuhan Akibat Penggunaan Media Sosial Marchella, Sabrina; Natalie, Helen; Ceasaria, Melati Resda; Linarto, Maria Ivana; Sandjaja, Meilani
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1 Juni Tahun 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i1.9506

Abstract

Many Instagram users in Indonesia are adolescents. In Instagram, people can interact with each other by giving likes, comments, or other reactions such as emoticons as a response towards other people’s content. Excessive Instagram usage could cause fatigue, stress, jealousy, sadness, and self-hatred from seeing other people’s posts. This phenomenon encourages us to create a program for adolescents in an orphanage as our cooperating partner. Since the global pandemic, the community is facilitated with cellphones to support their online study, which they also use to access social media. With limited education, they need guidance in using social media wisely. Our program aims to increase the adolescent community's knowledge about problems related to social media and how to resolve those problems. Methods that we used were giving educational contents via Instagram, mentorings, talk shows, lectures and discussions, along with pre-tests and post-tests. The result showed that the participants’ knowledge increases up to 40.11%. Their average stress level also decreased from 17,647 to 16,529 after the program was implemented. Through this program, subjects was expected to implicate the knowledge to become wiser on using social media, to avoid the negative impact of social media, and maximizing the benefit of the social media itself.Pengguna Instagram di Indonesia yang berusia remaja berjumlah cukup banyak. Pada platform tersebut, pengguna dapat berinteraksi dengan memberi like, komentar, maupun reaksi berupa emoticon sebagai bentuk tanggapan bagi unggahan orang lain. Penggunaan Instagram yang berlebihan dapat menyebabkan penggunanya menjadi lelah, stres, cemburu, sedih, dan membenci diri sendiri akibat melihat postingan orang lain. Dengan adanya fenomena tersebut, mendorong terbentuknya program dengan sasaran remaja pada panti asuhan sebagai mitra yang bekerja sama. Pada mitra tersebut, masyarakatnya difasilitasi dengan telepon genggam untuk mendukung pembelajaran online semenjak pandemi. Adanya fasilitas telepon genggam tersebut membuat masyarakat mitra juga dapat mengakses media sosial. Dengan edukasi yang terbatas, mereka membutuhkan pendampingan dalam menggunakan media sosial dengan bijak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja di panti asuhan terkait permasalahan mengenai penggunaan media sosial serta cara mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan pada program tersebut berupa pemberian konten pelatihan melalui media sosial, mentoring, talk show, ceramah dan diskusi, serta pre-test dan post-test. Hasil yang telah dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan pada masyarakat mitra sebesar 40,11%. Rata-rata tingkat stres peserta mengalami penurunan setelah diberlakukannya program, dari yang semula 17,647 menjadi sebesar 16,529. Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan, diharapkan peserta mampu mengimplikasikan ilmu yang didapat untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari dampak negatifnya dan memaksimalkan manfaat yang dimiliki media sosial itu sendiri.
Blended Learning: Innovation in College Classrooms for Deeper Student Engagement Sandjaja, Meilani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 2 (2025): Volume 13, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i2.19644

Abstract

Technological advancements demand adaptation in education. Blended learning, which combines face-to-face and online learning methods, can enhance student engagement among university students. Student engagement is an essential aspect that must be considered in the teaching and learning process, as it affects both the process and outcomes of students' learning. The aim of this study is to analyze the impact of implementing the blended learning method on increasing student engagement in higher education. The hypothesis of this study is that the blended learning method can enhance student engagement. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected through an online survey using a questionnaire distributed to 179 active students from various study programs who had previously participated in blended learning and were aged between 18 and 22 years. The results showed that blended learning had a positive and significant effect on student engagement (t = 8.121, p < .001). Perceptions of blended learning contributed 26.7% to student engagement (Adjusted R² = 0.267). The findings of this study indicate that the implementation of the blended learning method can enhance student engagement at the higher education level. The implication of this research is that the implementation of blended learning can create a more flexible and easily accessible learning experience, allowing students to adapt their learning process to their individual needs and pace. This has a positive impact on their learning engagement. Kemajuan teknologi menuntut adaptasi dalam pendidikan. Blended learning yang menggabungkan metode belajar tatap muka dan daring dapat meningkatkan student engagement mahasiswa. Student engagement merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses belajar dan mengajar karena akan berpengaruh pada proses dan hasil belajar mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penerapan metode blended learning terhadap peningkatan student engagement pada mahasiswa di perguruan tinggi. Hipotesis penelitian ini adalah metode blended learning mampu meningkatkan student engagement mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 179 mahasiswa aktif dari berbagai program studi yang pernah mengikuti pembelajaran blended learning dan berusia antara 18 hingga 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blended learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap student engagement (t = 8.121, p < .001). Persepsi terhadap blended learning memberikan kontribusi sebesar 26.7% terhadap student engagement (Adjusted R² = 0.267). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan metode blended learning dapat meningkatkan student engagement mahasiswa di tingkat perguruan tinggi. Implikasi penelitian ini adalah penerapan blended learning dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan mudah diakses, memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan dan kecepatan masing-masing. Hal ini memberikan dampak positif bagi ketelibatan belajar mereka.
Raising Environmental Awareness: Plastic Pollution Awareness and Handling Training Eunike, Prisca; Yuliawati, Livia; Sandjaja, Meilani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 4 (2024): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i4.17439

Abstract

Plastic Bank Indonesia (PBI) has done trainings and evaluated its results through two modules and tests. However, it does not yet have a standardized tool to evaluate the participants’ understanding.Therefore, the purpose of this research is to evaluate the effectiveness of PBI’s trainings across two modules in order to develop a standardized tool for evaluation. This is quantitative research with a quasi-experimental design involving one experimental group without a control group and using post-test measurement only. The participants of the experinmental group are heads of warehouses and plastic collectors who received training and tests by PBI. Results show that the average score of the test falls into the category of Average and Good using an ideal norm, indicating that this training was effective in raising participants’ awareness of plastic waste. Results of the t-test show that there is no significant difference between the average scores of heads of warehouses (N=220) and plastic collectors (N=678). However, the results of the distractor test show that the majority of items are not a good distractor, which indicates that the test is still quite easy. Based on the reliability test, the majority of items have a moderate reliability (Cronbach’s alpha .5 to .7). The implication of these findings is that ineffective distractors should be revised to enhance the accuracy of evaluating participants’ understanding. Plastic Bank Indonesia (PBI) telah melakukan beberapa pelatihan dan mengevaluasi hasilnya melalui tes yang dilangsungkan dalam dua modul. Namun sejauh ini masih belum memiliki alat ukur untuk mengevaluasi pemahaman peserta pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan yang dilakukan PBI dalam modul 1 dan 2 dengan harapan agar terdapat alat ukur yang baku untuk digunakan sebagai saran evaluasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen dengan satu kelompok eksperimen tanpa ada kelompok kontrol dengan pengukuran post-test saja. Sebanyak 898 peserta kelompok eksperimen yaitu kepala gudang dan kolektor di Indonesia yang diberikan pelatihan lalu diminta mengisi tes. Hasil rata-rata skor tes masuk dalam kategori Cukup dan Baik menggunakan normal ideal sehingga pelatihan ini efektif untuk menumbuhkan pemahaman peserta pelatihan. Hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara rata-rata kepala gudang (N=220) dan kolektor plastik (N=678). Namun, hasil uji distraktor menunjukkan bahwa mayoritas butir tes masih memiliki distraktor yang kurang baik yang mengindikasikan bahwa pertanyaan tes tergolong mudah. Dari hasil uji reliabilitas, mayoritas butir tes memiliki reliabilitas sedang (Cronbach’s alpha .5 sampai .7). Implikasi dari hasil ini distraktor yang kurang baik dapat direvisi untuk meningkatkan evaluasi pemahaman peserta yang lebih akurat.
Upaya Menuju Perilaku Keberlanjutan: Adaptasi Skala Penggunaan Plastik Sekali Pakai Berdasarkan Theory of Planned Behaviour (TPB) Yuliawati, Livia; Sandjaja, Meilani; Eunike, Prisca
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.309

Abstract

Beberapa penelitian di Indonesia telah mencoba mengukur kepedulian lingkungan berupa pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Namun belum ada alat ukur yang divalidasi dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengadaptasi alat ukur single-use plastic reduction berdasarkan theory of planned behavior. Forward translation serta expert judgment dilakukan dengan melibatkan tim peneliti serta tim ahli dari lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah plastik. Terdapat 295 partisipan dari anggota lembaga swadaya masyarakat dengan random sampling. Alat ukur single-use plastic reduction berdasarkan theory of planned behavior memiliki konsistensi internal yang baik serta hasil confirmatory factor analysis yang acceptable fit dengan data. Uji structural equation modelling menunjukkan bahwa dimensi attitude, perceived behavioral control, social pressure memprediksi single-use plastic reducing behavioral intention.  Hasil ini menunjukkan alat ukur single-use plastic reduction yang diadaptasi dalam bahasa Indonesia reliabel dan valid
Young Adults’ Help-Seeking Experiences in Dealing with Nonsuicidal Self-Injury Siswanto, Cindy Julistya; Sandjaja, Meilani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i1.14878

Abstract

Nonsuicidal self-injury (NSSI) is a common mental health issue found among young adults. This study explored the experiences of help-seeking among Indonesian young adults with NSSI, as well as the supporting and inhibiting factors in the process. The approach used in this study is qualitative with a phenomenological research design. NSSI assessments, semi-structured interviews, and photo elicitation techniques were conducted on three participants through purposive sampling with the criteria being aged 18-24 who were indicated to have previously engaged in NSSI. The results of the interpretative phenomenological analysis revealed two themes in the participants’ help-seeking experiences: experiences that initiate seeking help and personal and professional support. Factors influencing help-seeking behavior were also identified, including perceptions of NSSI, perceptions of helpers and received support, public stigma, and social construction. The implications of this research focus on mental health education and the development of mental health service options in addressing negative stigmas and issues related to NSSI.Nonsuicidal self-injury (NSSI) merupakan isu kesehatan mental yang umum ditemui pada dewasa muda. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman mencari bantuan pada dewasa muda di Indonesia dengan NSSI, serta faktor pendukung dan penghambat dalam prosesnya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Dilakukan asesmen NSSI, wawancara semi terstruktur dan teknik photo elicitation pada tiga partisipan melalui purposive sampling dengan kriteria usia 18-24 tahun dan terindikasi pernah melakukan NSSI. Hasil interpretative phenomenological analysis menemukan dua tema dalam pengalaman partisipan mencari bantuan, yaitu: pengalaman yang menginisiasi mencari bantuan dan bantuan personal dan profesional. Ditemukan juga faktor yang memengaruhi perilaku mencari bantuan, berupa: persepsi terhadap NSSI, persepsi terhadap helper dan bantuan yang diterima, stigma publik, dan konstruksi sosial. Implikasi penelitian berfokus pada edukasi kesehatan mental serta pengembangan opsi layanan kesehatan mental dalam menghadapi isu dan stigma negatif terhadap NSSI.
Pengaruh Pelatihan Keterampilan Pengasuhan Terhadap Kepekaan dan Keterlibatan Orangtua Dengan Anak Prasekolah Sandjaja, Meilani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i2.3907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empiris apakah pelatihan keterampilan pengasuhan mempengaruhi peningkatan kepekaan dan keterlibatan orangtua anak prasekolah. Penelitian ini dilakukan di KB/TK X, Surabaya, dengan orangtua sebagai pesertanya. Jumlah peserta dalam penelitian ini sebanyak 5 orang. Peserta mengikuti pelatihan keterampilan pengasuhan sebanyak tujuh sesi, dengan durasi masing-masing sesi 60-120 menit. Tipe penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental, dengan menggunakan menggunakan one group pretest-posttest design. Alat pengumpul data berupa kuisioner, observasi, dan wawancara. Kuisioner yang digunakan berupa soal pilihan ganda untuk pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik Wilcoxon Signed Rank Test, yaitu program SPSS 16. Dari analisis data yang dilakukan pada level pengetahuan dari hasil pre-test dan post-test diperoleh p sign sebesar 0,041. Pada level keterampilan (skill) dari hasil observasi sebelum dan setelah pelatihan, diperoleh p sign sebesar 0,038 untuk kepekaan dan 0,041 untuk keterlibatan orangtua. Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pelatihan keterampilan pengasuhan terhadap peningkatan kepekaan dan keteribatan orangtua dengan anak prasekolah.