Martianus Perangin Angin
Universitas Malahayati

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG PEPAYA (Carica papaya L) DENGAN PENGUKURAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETER UV-Vis PADA MENCIT Adilio Sangfirgus Triananda; Annisa Primadiamanti; Martianus Perangin Angin
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 8, No. 01 April (2023) Analit: Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p45-55

Abstract

Malondialdehid (MDA) radikal bebas dari hasil metabolit peroksida secara luas digunakan sebagai biologis untuk menilai stress oksidatif. Radikal bebas dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada DNA yang menyebabkan gangguan pada pembelahan sel. Pemilihan MDA sebagai parameter untuk mengetahui adanya kerusakan sel akibat pemberian antioksidan yang dapat mempengaruhi kadar MDA. Tanaman pepaya telah dipercaya masyarakat mepunyai manfaat seperti antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah antioksidan dalam tanaman pepaya mapu menghambat MDA pada hewan uji mencit. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Rendemen yang didapat sebasar 10% dan hasil peneliian bahwa ekstrak pepaya pada 3,9 g/kgBB dan 7,8 g/kgBB memperlihatkan adanya aktivitas antioksidan. Kata kunci: Antioksidan, Batang Pepaya, Malandialdehid, Maserasi.
Korelasi Persepsi Dengan Tingkat Kepuasan Tenaga Farmasi Terhadap Eprescribing Di RS Imanuel Bandar Lampung Siti Rahayu; Martianus Perangin Angin; Iwang Davi Setiawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1444

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan farmasi yang berkualitas memerlukan dukungan sistem informasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan peresepan. Electronic prescribing telah diterapkan di RS Imanuel Bandar Lampung, namun persepsi dan tingkat kepuasan tenaga farmasi terhadap penggunaan sistem tersebut perlu dievaluasi. Tujuan: Mengetahui korelasi antara persepsi dengan tingkat kepuasan tenaga farmasi terhadap sistem electronic prescribing di RS Imanuel Bandar Lampung. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Seluruh tenaga farmasi yang memenuhi kriteria penelitian dijadikan responden, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil: Persepsi tenaga farmasi terhadap electronic prescribing berada pada kategori sangat baik dengan nilai 88,38%, sedangkan tingkat kepuasan berada pada kategori sangat puas dengan nilai 82,68%. Analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi yang kuat dan positif antara persepsi dan tingkat kepuasan tenaga farmasi terhadap electronic prescribing di RS Imanuel Bandar Lampung (p=0,000). Simpulan: Semakin baik persepsi tenaga farmasi terhadap sistem electronic prescribing, semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan electronic prescribing di RS Imanuel Bandar Lampung telah diterima dengan sangat baik oleh tenaga farmasi dan berpotensi mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian.
Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri Di Uptd Puskesmas Fajar Mulya Kabupaten Pringsewu Bevvy Mutia Sari; Martianus Perangin Angin; Artha Meithia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1446

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok geriatri. Adanya penurunan fungsi organ dan penyakit penyerta menyebabkan pasien geriatri sering menerima terapi polifarmasi sehingga berisiko mengalami interaksi obat. Tujuan: Mengetahui potensi interaksi obat antihipertensi terhadap obat lain pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Fajar Mulya Kabupaten Pringsewu. Metode: Penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif dan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien geriatri hipertensi dengan penyakit penyerta periode Juli–Desember 2025. Sampel berjumlah 124 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar pasien berusia 60–65 tahun (41,94%), berjenis kelamin perempuan (70%), overweight (39,52%), dan mengalami hipertensi derajat 2 (64%). Penyakit penyerta terbanyak adalah myalgia (24,19%). Terapi antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipine (76%). Ditemukan 55 kasus potensi interaksi obat, terdiri atas interaksi farmakokinetik (29%) dan farmakodinamik (71%). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori moderate mendominasi (75%), diikuti minor (16%) dan mayor (9%). Simpulan: Potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien geriatri didominasi oleh interaksi farmakodinamik dengan tingkat keparahan moderate, sehingga diperlukan pemantauan terapi obat secara berkala untuk meningkatkan keamanan pengobatan.
Evaluasi Kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Pagelaran Kabupaten Pringsewu Yoga Pratama Iskandar; Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1445

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) berlangsung dalam waktu lama dan berpotensi menimbulkan efek samping yang memengaruhi kepatuhan serta keberhasilan terapi. Tujuan: Mengevaluasi kejadian efek samping OAT pada pasien TB di Rawat Jalan Puskesmas Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 50 pasien TB yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan lembar checklist dan kuesioner Naranjo, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Efek samping yang paling sering ditemukan yaitu perubahan warna urin menjadi kemerahan (32,43%), nyeri sendi (12,16%), pusing (10,81%), mual muntah (10,81%), dan penurunan nafsu makan (13,51%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia pasien dan kejadian efek samping OAT (p<0,05). Simpulan: Efek samping OAT masih sering terjadi pada pasien TB, dengan perubahan warna urin menjadi kemerahan sebagai efek samping terbanyak. Usia berhubungan signifikan dengan kejadian efek samping sehingga diperlukan pemantauan yang lebih intensif selama pengobatan.
Pola penggunaan antibiotik infeksi saluran pernapasan atas akut pada anak Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri; Dimas Aji Pangestu
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v3i1.517

Abstract

Background : Acute upper respiratory tract infections cause inflammation and infection of the nose and throat. The selection of antibiotics should be based on information about the cause of infection, results of microbiological examinations, pharmacokinetic and pharmacodynamic profiles of antibiotics. Purpose : To determine the pattern of use of antibiotics for acute upper respiratory tract infections in children at the Sukadana Regional General Hospital, East Lampung Regency with the right parameters for diagnosis, right indication, right patient, right drug, right dose. Method : Descriptive observational, the data is done retrospectively using the patient's medical record. Results : Showed the highest prevalence, namely: at the age of children (6-12 years) as many as 11 patients (52%), female sex as many as 11 patients (52%), on the antibiotic Amoxicillin as many as 13 cases (62%). Conclusion : From the rationale analysis of the use of antibiotics in children with acute upper respiratory tract infections, it was obtained: Correct Diagnosis 100%, Correct Indication 100%, Correct Patient 100%, Correct Drug 100%, Correct Dose 100% Keywords : Acute Upper Respiratory Tract Infection; Antibiotics; Rationality. Pendahuluan : Infeksi saluran pernapasan atas akut menyebabkan peradangan serta infeksi pada hidung dan tenggorokan. Pemilihan antibiotik harus berdasarkan informasi tentang penyebab infeksi, hasil pemeriksaan mikrobiologi, profil farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik. Tujuan : Untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik Infeksi Saluran Pernapasan atas Akut pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana Kabupaten Lampung Timur dengan parameter tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis. Metode : Observasional deskriptif, data dilakukan secara retrospektif dengan menggunaakan rekam medik pasien. Hasil : Menunjukan prevalensi terbanyak yaitu: pada usia anak (6-12 tahun) sebanyak 11 pasien (52%), jenis kelamin perempuan sebanyak 11 pasien (52%), pada obat antibiotik Amoksisilin sebanyak 13 kasus (62%). Simpulan : Dari analisis rasionalitas penggunaan antibiotik pada anak dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas akut di peroleh: Tepat Diagnosa 100%, Tepat Indikasi 100%, Tepat Pasien 100%, Tepat Obat 100%, Tepat Dosis 100% Kata Kunci : Infeksi; Saluran Pernapasan Atas Akut; Antibiotic; Rasionalitas
Evaluasi penggunaan obat golongan statin pada pasien hiperlipidemia Artha Meithia; Tubagus Puspa Zatara; Martianus Perangin Angin; Satria Wijaya; Artha Arum Cahyani
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 6 No. 1 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v6i1.3132

Abstract

Beground: Hyperlipidemia is a condition characterized by high concentrations of lipids, cholesterol, and triglycerides in the blood. Hyperlipidemia is one of the most serious and deadly diseases worldwide. Purpose: To evaluate the use of statin drugs in hyperlipidemia patients with the criteria of correct diagnosis, correct patient, correct indication, correct drug, correct dose, and correct method of administration. Method: This study used descriptive qualitative research, utilizing primary medical record data, considering inclusion and exclusion criteria. Sampling was conducted using a purposive sampling method. The study was conducted at Imanuel Way Halim Hospital in Bandar Lampung and has received research ethics approval No. 4397/EC/KEP-UNMAL/VI/2024. Result: Based on the calculation, the criteria obtained were 100% correct diagnosis, 100% correct patient, 100% correct indication, 100% correct drug, 100% correct dose, 100% correct method of administration, and 100% correct time of administration. The most commonly used hyperlipidemia drug was simvastatin 20 mg with a percentage of 30.77%. In addition, the characteristics of patients based on age were the most common, namely 55-65 years old with a percentage of 32.69%, based on gender, namely women with a percentage of 53.85%, and based on comorbidities, namely hypertension with a percentage of 31.37%. Conclusion: The use of statin drugs in patients with hyperlipidemia is rational. The most commonly used hyperlipidemia medication is simvastatin 20 mg.   Keywords: Drug Use Evaluation; Hyperlipidemia; Statin.   Pendahuluan: Hiperlipidemia merupakan penyakit yang mengacu pada konsentrasi tinggi dari lipid, kolesterol, dan trigliserida dalam darah. Penyakit hiperlipidemia termasuk salah satu penyakit serius serta mematikan di dunia. Tujuan: Untuk mengevaluasi penggunaan obat golongan statin pada pasien hiperlipidemia dengan kriteria tepat diagnosa, tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Metode: Menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan menggunakan data primer rekam medik yang mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung dan sudah mendapat perizinan etik penelitian No.4397/EC/KEP-UNMAL/VI/2024. Hasil: Berdasarkan perhitungan diperoleh kriteria tepat diagnosa 100%, tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, tepat waktu pemberian 100%. Penggunaan obat hiperlipidemia yang banyak digunakan yaitu simvastatin 20 mg dengan persentase 30.77%. Selain itu, karakteristik pasien berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 55-65 tahun persentase 32.69%, berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan dengan persentase 53.85%, dan berdasarkan penyakit penyerta yaitu hipertensi dengan persentase 31.37%. Simpulan: Penggunaan obat golongan statin pada pasien hiperlipidemia sudah rasional. Penggunaan obat hyperlipidemia yang banyak digunakan yaitu simvastatin 20 mg.   Kata Kunci: Evaluasi Penggunaan Obat; Hiperlipidemia; Statin.