Nurjannah Nurjannah
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Bina Bangsa Meulaboh, Aceh Barat, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEUDE LINTENG Agus Kistian; Nurjannah
Jurnal Genta Mulia Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v11i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada siswa Kelas IV SD Negeri Keude Linteng. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Keude Linteng. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa. Objek dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktifitas siswa, dan lembar observasi aktifitas guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah “Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Keude Linteng”. Hal ini terbukti dengan meningkatnya persentase hasil belajar siswa pada tiap siklusnya, hasil belajar yang diperoleh pada pra tindakan persentase jumlah siswa yang tuntas hanya 4 orang siswa atau 20,00% dari 20 orang siswa, dan sesudah menerapkan penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) siklus I hasil belajar siswa meningkat namun belum maksimal, persentase jumlah siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM baru 11 orang siswa atau 55,00%, Sehingga perlu diadakan siklus II, setelah pelaksanaan siklus II hasil belajar siswa terjadi peningkatan yang sangat signifikan dan sudah mencapai target yang telah ditentukan maka siklus dihentikan, dimana persentase jumlah siswa yang tuntas mencapai 18 orang atau 90,00% dari jumlah siswa secara keseluruhan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD NEGERI PASI PINANG KECAMATAN MEUREUBO Nurjannah; Khairani
Jurnal Genta Mulia Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v10i2.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui Apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsawdapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri Pasi Pinang Kecamatan Meureubo. (2) Untuk mengetahui Apakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri Pasi Pinang Kecamatan Meureubo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah 15 orang siswa. Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktifitas siswa, lembar observasi aktifitas guru dan angket motivasi belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dapat Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD Negeri Pasi Pinang”. Berdasarkan hasil angket motivasi belajar siswa dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan persentase pada pra siklus sebesar 36,36%. Selanjutnya siklus I mengalami peningkatan sebesar 68,66%. pada siklus II meningkat menjadi 98,66%. Dan meningkatnya hasil belajar siswa pada tiap siklusnya, hasil belajar yang diperoleh pada pra tindakan persentase jumlah siswa yang tuntas hanya 3 orang siswa atau 20,00% dari 15 orang siswa, dan sesudah menerapkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siklus I hasil belajar siswa meningkat namun belum maksimal, persentase jumlah siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM baru 8 orang siswa atau 53,33%, Sehingga perlu diadakan siklus II, setelah pelaksanaan siklus II hasil belajar siswa terjadi peningkatan yang sangat signifikan dan sudah mencapai target yang telah ditentukan maka siklus dihentikan, dimana persentase jumlah siswa yang tuntas mencapai 13 orang atau 86,66% dari jumlah siswa secara keseluruhan
PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN PKN SISWA SDN PEUNAGA CUT UJONG Nurjannah
Jurnal Genta Mulia Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v9i1.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pembentukan karakter melalui penerapan pembelajaran PKn di SDN Peunaga Cut Ujong Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Bara. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Kwalitatif. Populasinya adalah Guru Mata Pelajaran PKn SDN Peunaga Cut Ujong dan guru mata pelajaran PKn kelas IV. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui dalam pnelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi adalah guru mata pelajaran PKn dalam melakukan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Guru dalam menyampaikan materi ajar dengan menggunakan media pembelajaran, guru sebelum memulai pembelajaran terlebih dahulu menulis tujuan pembelajaran. Hasil wawancara dengan Guru mata pelajaran PKn karakter adalah merupakan perubahan tingkah laku, nilai-nilai sikap dalam pembelajaran sebagai penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik- PKn salah satu pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan. Membentuk karakter siswa tesrsebut melalui Pembelajaran PKn dengan cara menjelaskan contoh-contoh yang kongrit melalui media gambar atau dalam lingkungan sehari-hari yang sering dilihat dan diamatai oleh siswa, seperti karakter jujur. Jadi karakter dibentuk melalui proses pembelajaran di beberapa tempat, seperti di rumah, dan di lingkungan sekitar temapt tinggal. Pihak-pihak yang berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang yaitu keluarga, guru, dan teman sebaya. Pembahasan hasil wawancara dengan Guru mata Pelajaran PKn di SDN Peunaga Cut Ujong Dalam membentuk karakter siswa tesrsebut melalui metode PKn dalam pembejaran PKn dengan cara menjelaskan contoh-contoh yang kongrit melalui media gambar, guru menjelaskan materi pembelajaran ada kaitannya dengan lingkungan sehari-hari yang sering dilihat dan diamatai oleh siswa, seperti karakter jujur. Jadi karakter dibentuk melalui proses pembelajaran di beberapa tempat, seperti di rumah, dan di lingkungan sekitar temapt tinggal.