Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Penyebab Defect Produk Kaca Helm Dengan Metode New Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT Triple Five Plastic Utama agus Syahabuddin; adi chandra; ahmad zaelani
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): TEKNOLOGI : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tkg.v5i2.29442

Abstract

PT. Triple Five Plastics Utama adalah perusahaan plastic injection molding yang memproduksi kaca helm. Perusahaan mengalami permasalahan defects produk yang melebihi 3% dari finished goods dalam satu tahun. Dalam penelitian ditemukan beberapa jenis defects yang sering terjadi, yaitu: Over Cut, Flashing, dan Defect Silver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya defects dan memberikan usulan perbaikan dengan menggunakan metode New Seven Tools dan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan perbaikan pengendalian kualitas. Berdasarkan penelitian didapatkan jenis defects yang sering terjadi adalah Defect Silver sejumlah 10.530 Pcs atau 44% sehingga diprioritaskan untuk dilakukan tindakan perbaikan dengan melakukan analisis faktor penyebab menggunakan metode New Seven Tools dan diidentifikasi menggunakan metode FMEA. Hasil penelitian ini mendapatkan satu proses paling tinggi mengalami penyebab defects yaitu pada “Operator belum memahami proses penggunan mesin’ dengan nilai RPN 504, dan hasil  analisis diketahui faktor utama penyebab jenis defects tersebut yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode, serta faktor lingkungan sehingga ditentukan usulan perbaikan dengan metode 5W+1H yaitu melakukan pelatihan kepada operator, dibuatkan peraturan sesuai SOP, dan dibuatkan jadwal pengawasan secara konsisten. 
Improvement Pada Risk Level Proyek Perbaikan Jalan Aspalt Hotmix Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) Agus Syahabuddin; Yanto; Khasbunalloh
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1246

Abstract

Proyek perbaikan jalan aspal hotmix memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kelancaran pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko pada setiap tahapan pekerjaan menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan dampak, serta penerapan langkah pengendalian yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko tinggi banyak ditemukan pada tahap penghamparan dan pemadatan aspal hotmix, terutama akibat paparan suhu tinggi, pergerakan alat berat, dan kondisi lingkungan kerja yang dinamis. Secara keseluruhan, teridentifikasi 25 potensi bahaya dari 10 aktivitas kerja yang menghasilkan 33 risiko, terdiri atas 8 risiko ekstrem (24,24%), 15 risiko tinggi (45,45%), 8 risiko sedang (24,24%), dan 2 risiko rendah (6,06%), yang mencakup risiko fisik, kimia, ergonomi, dan lingkungan. Setelah penerapan pengendalian teknis dan administratif, seperti penggunaan alat pelindung diri, pengaturan zona kerja, dan briefing keselamatan, tidak lagi ditemukan risiko kategori ekstrem dan tinggi, dengan distribusi risiko berubah menjadi 17 risiko sedang (51,51%) dan 16 risiko rendah (48,48%), serta penurunan kumulatif Risk Rating (RR) dari 278 menjadi 103. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan HIRARC secara sistematis, komprehensif, dan kuantitatif, yang mampu memetakan risiko secara rinci dan membuktikan efektivitas pengendalian K3 pada pekerjaan hotmix yang berisiko tinggi.