Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMASI RUTE PENGIRIMAN MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX DI PT. ASSA LOGISTICS Yulianita; Alfatiyah, Rini; Khasbunalloh
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2023): Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan rute optimal sangat penting dalam pendistribusian barang atau jasa karena dapat menekan biaya dan waktu pada proses pendistribusian. PT. ASSA Logistics merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang logistik/pengiriman barang-barang konsumen belum menyadari pentingnya penentuan rute yang optimal. Metode saving matrix merupakan salah satu metode dalam Vehicle Routing Problem (VRP) untuk mendapatkan rute yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukkan rute, perbandingan total jarak, dan penghematan biaya transportasi sebelum dan setelah menerapkan metode saving matrix di PT. ASSA Logistics. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rute usulan sebanyak 4 rute, dari yang sebelumnya 8 rute. Lalu total jarak yang ditempuh sebelum menggunakan metode saving matrix adalah 244,8 KM. Namun setelah menerapkan metode saving matrix adalah sebesar 155,3 KM. Didapatkan penghematan jarak sebesar 89,5 KM atau 37% dari total jarak yang ditempuh dengan menggunakan rute/solusi awal. Dan penghematan biaya transportasi sebesar Rp. 216.794,- atau 43% dari total biaya transportasi dengan rute sebelum menggunakan metode saving matrix.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PACKAGING PADA PRODUK SIMCARD DENGAN METODE NEW SEVEN TOOLS DI PT. KOPERASI TELEKOMUNIKASI SELULER Iqbal Munawir, Wahyu; Khasbunalloh
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2024): Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi Telekomunikasi Seluler perusahaan yang bergerak dibidang jasa penjualan dan distribusi, layanan umum serta layanan infrastruktur telekomunikasi (telco) sangat memperhatikan kualitas produknya. Namun terdapat reject produk yang dihadapi perusahaan sebesar 16% pada packaging simcard dalam 4 tahun terakhir sehingga mempengaruhi standar kualitas produk yang seharusnya dibawah 5%. Hal ini memerlukan pengendalian kualitas, pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan agar produk memiliki kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, untuk mengetahui penyebab reject produk dan memperbaiki kualitas produk, penelitian ini menggunakan metode New Seven Tools yang terdiri dari beberapa tahapan, antara lain Affinity Diagram, Relationship Diagram, Matrix Diagram, Matrix Data Analysis, dan Process Decision Program Chart. Berdasarkan hasil analisa menggunakan New Seven Tools diperoleh faktor penyebab kecacatan pada packaging simcard berasal dari faktor manusia, faktor inventory, faktor metode, dan faktor lingkungan. Sehingga saran perbaikan yang dapat dilakukan adalah melakukan pelatihan dan memperbaiki serta mensosialisasikan SOP di setiap divisi.
PENINGKATAN PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENURUNKAN REJECT PADA PRODUK COPPER BUSBAR DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. XYZ pratama, Gilang ardi; Khasbunalloh; Kurniasih, Nia
Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2025): Teknologi : Jurnal Ilmiah dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tkg.v8i1.52804

Abstract

Sutrakabel Intimandiri is a company operating in the cable and copper industry. One of the products is copper busbar products. In copper busbar production, there is an obstacle in the form of a reject rate that exceeds the company's target ratio. Based on these problems, the methods used are Quality Control Circle (QCC) and Failure Mode Effect Analysis (FMEA) which aims to find factors that cause rejects in copper busbars. The results of the QCC and FMEA methods show the same high Pareto numbers, namely in the QCC method there are 7056 reject bubbles with a percentage of 43% and in the FMEA method there are 112 RPN reject bubble values with a percentage of 52.3%. In this analysis, looking for factors that cause reject bubbles is assisted by using fishbone with the 4M1E factor and improvements using the 5W1H method. The proposed improvements are to emphasize information related to SOPs strictly during daily briefings to reprimand workers if they still do not follow the SOPs, stricter supervision from the Unit Head by asking the relevant operator whether there are any problems currently occurring during the process, emphasizing the system. Autonomous Maintenance, implementing a checksheet for checking the quality of dies, revising the standard process by adding a water setting item to the manufacturing specification document, even though the manual provides the steps to be carried out, holding a machine and control checksheet every 30 minutes, the Section Head submitted a request to repair the roof which was already worn out.   Keywords: Quality, QCC, FMEA, fishbone, 5W1H
Improvement Pada Risk Level Proyek Perbaikan Jalan Aspalt Hotmix Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) Agus Syahabuddin; Yanto; Khasbunalloh
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1246

Abstract

Proyek perbaikan jalan aspal hotmix memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kelancaran pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko pada setiap tahapan pekerjaan menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), yang meliputi identifikasi bahaya, penilaian tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan dampak, serta penerapan langkah pengendalian yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko tinggi banyak ditemukan pada tahap penghamparan dan pemadatan aspal hotmix, terutama akibat paparan suhu tinggi, pergerakan alat berat, dan kondisi lingkungan kerja yang dinamis. Secara keseluruhan, teridentifikasi 25 potensi bahaya dari 10 aktivitas kerja yang menghasilkan 33 risiko, terdiri atas 8 risiko ekstrem (24,24%), 15 risiko tinggi (45,45%), 8 risiko sedang (24,24%), dan 2 risiko rendah (6,06%), yang mencakup risiko fisik, kimia, ergonomi, dan lingkungan. Setelah penerapan pengendalian teknis dan administratif, seperti penggunaan alat pelindung diri, pengaturan zona kerja, dan briefing keselamatan, tidak lagi ditemukan risiko kategori ekstrem dan tinggi, dengan distribusi risiko berubah menjadi 17 risiko sedang (51,51%) dan 16 risiko rendah (48,48%), serta penurunan kumulatif Risk Rating (RR) dari 278 menjadi 103. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan HIRARC secara sistematis, komprehensif, dan kuantitatif, yang mampu memetakan risiko secara rinci dan membuktikan efektivitas pengendalian K3 pada pekerjaan hotmix yang berisiko tinggi.