Detti Nur Irawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Konsumsi Kopi dengan Kejadian Sindroma Dispepsia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yelvi Levani; Sofia Lailia; Detti Nur Irawati; Nafisah Nur'aini
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.2.2022.98-104

Abstract

Latar Belakang: Sindroma dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, nyeri pada epigastrium, rasa cepat penuh, mual dan muntah. Salah satu faktor pencetus sindroma dispepsia adalah minuman iritan seperti kopi. Pada kopi mengandung zat kafein dan chlorogenic acid yang dapat meningkatkan sekresi asam lambung sehingga memicu hipersensitivitas dan gangguan motilitas gastroduodenal. Mahasiswa Fakultas Kedokteran umumnya mengkonsumsi kopi supaya bisa belajar sampai larut malam. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola konsumsi kopi dengan kejadian Sindroma Dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan simple random sampling. Sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Angkatan 2018 – 2021. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk menilai pola konsumsi kopi dan kuesioner PADYQ untuk mengetahui kejadian sindroma dispepsia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson.Hasil: Dari 118 mahasiswa, hasil analisis hubungan pola konsumsi kopi dan kejadian sindroma dispepsia dengan menggunakan uji Pearson menunjukkan nilai p = 0.00, r:0.323.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi kopi dengan kejadian sindroma dyspepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
The Significant Relationship between Duration and Fasting Blood Glucose Level to Diabetic Neuropathy in Type-2 Diabetes Mellitus Patients Kamila Aisyah; Nurma Yuliyanasari; Laily Irfana; Detti Nur Irawati
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 10 No 01 (2026): Qanun Medika Vol 10 No 01 January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v10i01.25319

Abstract

Patients with diabetes may develop diabetic neuropathy, which damages peripheral nerves and impairs distal sensation. This study's aim was to determine the relationship between duration and fasting blood glucose with diabetic neuropathy. Patients with diabetes mellitus at Siti Khodijah Hospital in Sidoarjo, East Java, participated in this cross-sectional study. Fifty-one individuals were gathered using purposive sampling. The tools utilized were the Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI) and a clinical chemistry laboratory examination—logistic regression for multivariate analysis and the contingency coefficient test for bivariate data analysis. Most type-2 DM patients who experienced diabetic neuropathy had a duration of DM >5 years (35.3%) and had fasting blood sugar levels ≥126 mg/dl (41.2%). Bivariate analysis of duration obtained a value (p = 0.003), and fasting blood sugar levels obtained a value (p = 0.000). Multivariate data analysis using logistic regression duration obtained value (Exp (B) = 22.386), and fasting blood sugar levels obtained value (Exp (B) = 35.305). There was a significant relationship between duration and fasting blood glucose levels on the incidence of diabetic neuropathy. The factor that had a higher risk of diabetic neuropathy was fasting blood sugar levels than the duration of DM.