Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERBANDINGAN RERATA GDS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II : STUDI KEPESERTAAN PROLANIS DI WILAYAH KOTA CIREBON Rahmi Sri Wahyuni; Tissa Octavira Pratiwi; Boyke Sisprihattono
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah kelainan metabolisme heterogen yang ditandai dengan adanya hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, aksi insulin yang rusak atau keduanya. Penyakit DM sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada kesehatan yang cukup besar. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan Prolanis sangat efektif dalam pengendalian status kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup penderita DM tipe 2. Tujuan: Menganalisis perbandingan rerata gula darah sewaktu pada pasien DM tipe 2 peserta prolanis dan bukan peserta prolanis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 97 pasien yang terbagi dalam 50 peserta prolanis dan 47 peserta bukan prolanis. Data diperoleh dari pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan kuesioner. Hasil: Rerata pada gula darah sewaktu peserta prolanis sebesar 164 35,312 mg/dL dan peserta bukan prolanis 239 73,235 mg/dL, berdasarkan uji T Independent menunjukkan nilai p < 0,001. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan yaitu rerata GDS peserta prolanis lebih rendah dibanding bukan peserta prolanisKata Kunci: Diabetes Melitus, Prolanis, GDS
DESAIN DIDAKTIS TERHADAP MATERI BILANGAN BERPANGKAT SMA BERDASARKAN LEARNING OBSTACLE (ONTOGENI OBSTACLE) Sri Wahyuni; Anggita Maharani
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v4i1.216

Abstract

This research is a Didactic Design Research (DDR) using qualitative methods. The subject of this study was 1 (one) student of grade X-2 SMA Negeri % Cirebon. The purpose of this study is to 1) know the didactic design to overcome the existing Ontogenic obstacles related to the Rank Number material, 2) find out the students' response in implementing didactic designs related to the power number material. The results of this study suggest that: 1) the didactic design made by the researcher consists of; Hypothetical didactic design 1 (contains materials, examples, and practice questions about power numbers), hypothetical didactic design 2 (contains materials, examples and practice questions about power numbers). 2) Students respond well to the implementation of didactic design, empirical didactic design is a combination of material and analysis of hypothetical didactic designs 1 and 2 that are successfully implemented well
Pengaruh Kepemimpinan Work Life Balance, dan Komunikasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Generasi Z pada Perusahaan Manufaktur di Majalengka Intan Kharisma Dewi; Diana Putri; Diana Nopiar Fitriani; Sri Wahyuni
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13062

Abstract

Abstract Job satisfaction is one of the key factors determining an organization's success in maintaining employee productivity and loyalty. In today's increasingly dynamic work environment, particularly within manufacturing companies employing Generation Z workers, factors such as leadership, work-life balance, and communication are believed to play significant roles in enhancing employee job satisfaction. Generation Z is recognized for having characteristics that differ from previous generations, particularly regarding expectations of the work environment, work-life balance, and open, collaborative communication patterns. This study aims to examine the influence of leadership, work-life balance, and communication on the job satisfaction of Generation Z employees in manufacturing companies located in Majalengka Regency. The research adopts a quantitative approach using a survey method by distributing questionnaires to Generation Z employees working in manufacturing companies in Majalengka. The sampling technique employed is purposive sampling, with the number of respondents determined based on the requirements of the research analysis. The data are analyzed using multiple linear regression with the assistance of statistical software and supported by validity and reliability tests of the research instruments. The findings are expected to indicate that leadership, work-life balance, and communication have a positive effect on the job satisfaction of Generation Z employees. This study is expected to contribute to the development of human resource management knowledge and serve as a reference for manufacturing companies in designing strategies to improve employee job satisfaction. Abstrak Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mempertahankan produktivitas dan loyalitas karyawan. Dalam lingkungan kerja yang semakin dinamis, khususnya pada perusahaan manufaktur yang mempekerjakan karyawan Generasi Z, berbagai faktor seperti kepemimpinan, work-life balance, dan komunikasi diduga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Generasi Z dikenal memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam hal ekspektasi terhadap lingkungan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, serta pola komunikasi yang terbuka dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan, work-life balance, dan komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan Generasi Z pada perusahaan manufaktur di Kabupaten Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Generasi Z yang bekerja pada perusahaan manufaktur di Majalengka. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden yang disesuaikan dengan kebutuhan analisis penelitian. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik serta didukung oleh uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa kepemimpinan, work-life balance, dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan Generasi Z. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan manufaktur dalam merancang strategi peningkatan kepuasan kerja karyawan.
Pengaruh Work Pressure, Kelelahan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Stres Kerja sebagai Mediasi, Sektor Farmasi Syifa Aulia; Nadia Hamidah Putri; Zain Atikah Pramudita; Sri Wahyuni
MAMEN: Jurnal Manajemen Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/mamen.v4i4.6122

Abstract

The increasingly competitive job market has heightened work pressure faced by employees, particularly in the pharmaceutical sector. Unmanaged work pressure can lead to stress and job burnout, ultimately resulting in decreased employee performance. This study aims to analyze the effects of work pressure, job stress, and job burnout on employee performance in a pharmaceutical company. A quantitative method was employed, using a semi-structured questionnaire distributed to 50 purposively selected respondents. The study focused on testing seven hypotheses that include both direct and mediating relationships among the variables. Literature review indicates that work pressure and job stress have direct impacts on job burnout and employee performance. Furthermore, job burnout acts as a mediating variable in the relationship between work pressure, job stress, and performance. These findings highlight the importance of managing work pressure and stress to maintain optimal employee performance, as well as the need for leadership and organizational support in fostering a healthy work environment.
Pengaruh Etos Kerja, Motivasi Intrinsik, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Muhamad Jafar Shodiq; Joshua Adi Putra; Muhammad Wardoyo; Sri Wahyuni
E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 18 No 2 (2025): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/e-bisnis.v18i2.2958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etos kerja, motivasi intrinsik, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Cirebon. Kinerja karyawan menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin keberlangsungan dan daya saing perusahaan. Namun, ketidaksesuaian antara potensi sumber daya manusia dan hasil aktual di lapangan masih sering terjadi, ditandai dengan rendahnya produktivitas, tingginya turnover, serta loyalitas karyawan yang lemah. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan menguji ketiga variabel psikologis internal secara simultan dalam satu model penelitian, berbeda dari studi sebelumnya yang menguji secara parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 50 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25 untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja, motivasi intrinsik, dan kepuasan kerja secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan. Etos kerja memiliki hubungan positif, motivasi intrinsik menunjukkan pengaruh negatif jika tidak selaras dengan dukungan organisasi, dan kepuasan kerja berkontribusi dalam menciptakan kenyamanan dan loyalitas. Secara simultan, ketiga variabel tersebut menjelaskan proporsi signifikan terhadap variasi kinerja. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu menyusun strategi pengelolaan SDM yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan faktor psikologis karyawan secara menyeluruh.