Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Latihan Light Sled Versus Latihan Up Hill: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kecepatan Lari Pemain Sepak Bola? Kisin Prayoga; Firman Maulana; Muhammad Saleh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari latihan Light Sled dan Up Hill terhadap kemampuan kecepatan berlari para Pemain Sepak Bola di SMAN 1 Panggarangan. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan eksperimental yang mengadopsi desain "two group pretest-posttest design". Populasi subjek penelitian meliputi 24 orang pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Sampel penelitian terdiri dari 24 orang yang dipilih dengan metode pengambilan sampel total. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah tes lari 60 Meter yang berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kemampuan kecepatan berlari. Analisis data dilakukan melalui tahapan penghitungan deviasi standar, evaluasi normalitas dan homogenitas data, serta penerapan uji paired T-test. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa latihan Light Sled memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Demikian pula, kelompok yang menjalani latihan Up Hill juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kecepatan berlari, yang berlaku bagi atlet pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Melalui pengamatan ini, dapat disimpulkan bahwa baik latihan Light Sled maupun Up Hill berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari. Namun, bila melihat peningkatan persentase kemampuan kecepatan berlari, metode latihan Light Sled mencapai peningkatan sebesar 18,38%, sementara metode latihan Up Hill mencapai peningkatan sebesar 16,50%. Berdasarkan perbandingan ini, metode latihan Light Sled lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola dibandingkan dengan metode latihan Up Hill.
PEMBERDAYAAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT TAHUN 2022 DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA Muhammad Saleh; Bachtiar Bachtiar; Fahmi Maulana; Diki Hermawan; Firman Nur Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21796

Abstract

Abstrak: Cita-cita besar Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) agar pencak silat dapat berlaga di gelanggang Olimpiade, maka disahkannya peraturan pertandingan pencak silat terbaru tahun 2022, sehingga peraturan tersebut dapat digunakan dalam pertandingan pencak silat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengimplementasikan peraturan pertandingan pencak silat tahun 2022 kedalam pertandingan baik kategori tanding ataupun kategori seni sehingga kemamuan softskill dan hardskill pesilat dalam bertanding dapat meningkat. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode simulasi, bermain peran (role play), dan tanya jawab. Partisipan dalam pengabdian ini 25 orang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci. Sebagai capaian dan evaluasi dari kegaitan pengabdian ini dilihat dari hasil praktik serta pre-test dan post-test melalui google form dengan dua indikator (kognitif dan psikomotor) Hasil kegiatan ini dilihat dari praktik, pre-test dan post-test yang telah diberikan, pesilat sangat memahami dan dapat mengiplementasikan pada saat bertandin. Rata-rata kenaikan sebesar 109%, dengan demikian pesilat paham akan peraturan terbaru. Pentingnya implementasi peraturan pencak silat terbaru ini dapat menjadi wawasan dan bekal bagi pesilat pada saat bertanding, sehingga pesilat mempu bertanding dengan dengan maksimal.Abstract: The big aspiration of the General Manager of the Indonesian Pencak Silat Association (PB IPSI) is that pencak silat can compete in the Olympic arena, so the latest pencak silat competition regulations in 2022 were passed, so that these rules can be used in pencak silat competitions. The purpose of this service is to implement the rules of the 2022 pencak silat competition into both the sparring category and the art category. The implementation of this service uses simulation methods, role play, and question and answer. Participants in this service were 25 members of the Tapak Suci Student Activity Unit (UKM). As an achievement and evaluation of this service activity, it can be seen from the results of practice as well as pre-test and post-test through google form. The results of this activity are seen from the practice, pre-test and post-test that have been given, pesilat really understands and can implement when tandin. The average increase is 109%, thus the fighters understand the latest regulations. The importance of implementing the latest pencak silat regulations can be an insight and provision for fighters when competing, so that pesilat can compete optimally.
Latihan Plyometric: Perbedaan Latihan Depth Jump Dengan Jump In Place Terhadap Hasil Loncatan Smash Atlet Bola Voli Man 4 Kabupaten Sukabumi Suhendra Suhendra; Bachtiar Bachtiar; Muhammad Saleh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i8.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan latihan Latihan Depth Jump Dengan Jump In Place Terhadap Hasil Loncatan Smash Atlet Bola Voli Man 4 Kabupaten Sukabumi Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “two group pretest-posttest design”. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet bola voli MAN4 Kabupaten Sukabumi, Sampel yang digunakan berjumlah 12 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total. Instrumen penelitian menggunakan vertical jump sebagai alat ukur kemampuan melompat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu mencari simpangan baku, mencari nilai normalitas dan homogen lalu mencari nilai paired T test. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan, dengan uji paired sample t test latihan depth jump memperoleh nilai signifikasi < 0,05 yaitu 0,000, dan jump in place memperoleh nilai signifikasi < 0,05 yaitu 0,000. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh latihan depth jump dan jump in place terhadap kemampuan melompat atlet bola voli MAN 4 Kabupaten Sukabumi. Persentasi peningkatan latihan depth jump sebesar 25,74% dan jump in place sebesar 22,72%, maka depth jump lebih baik berpengaruh karena memperoleh persentasi peningkatan yang lebih besar dibandingkan plyometric box jump
IMPLEMENTASI BACK SAFETY TRAINING BAGI RELAWAN KEMANUSIAAN DAN BENCANA Irawan Danismaya; Erna Safariyah; Muhammad Saleh; Amir Hamzah; Citra Mutiara; Calista Balqis; Siti Ulfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31365

Abstract

Abstrak: Indonesia adalah negara rawan bencana dengan ribuan kejadian setiap tahun. Para relawan kemanusiaan berperan penting dalam merespon situasi darurat, namun rentan mengalami cedera punggung akibat teknik mengangkat yang salah. Cedera seperti Low Back Pain dapat mengganggu kesehatan relawan di masa depan. Menjawab tantangan ini, Universitas Muhammadiyah Sukabumi bersama Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah Sukabumi menyelenggarakan Back Safety Training (BST) terhadap 23 orang relawan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas para relawan sebagai upaya pencegahan cedera pada tubuh bagian belakang saat bertugas memberi bantuan dalam situasi bencana. Tujuan utama adalah membangun kesadaran dan kebiasaan para relawan agar selalu waspada terhadap keselamatan dirinya sendiri saat memberi bantuan. Para relawan diharapkan mampu menguasai Langkah-langkah latihan penguatan otot-otot utama untuk mengangkat/memindahkan beban dengan teknik yang benar yaitu otot paha, lengan atas depan dan punggung. Metode Pelatihan ini dengan FGD dan juga simulasi yaitu dengan mengajarkan teknik aman saat mengangkat dan memindahkan beban di lokasi bencana. Mitra kegiatan adalah Lembaga Resiliansi Bencana/Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) di wilayah kota kab Sukabumi yang merupakan utusan dari ortom sejumlah 28 orang. Sebanyak 82,1% peserta belum pernah mendapat pelatihan BST, dan 65,6 % tidak konsisten menjaga posisi tubuh yang benar. BST menggunakan media video edukasi dan buku pedoman. Evaluasi peserta menggunakan google form, setelah mengikuti pelatihan kemampuan ahir rata-rata peserta lebih dari 94,3 %. Pengawasan berkala dan latihan bersama setiap hari perlu dilakukan untuk membentuk kebiasaan yang kuat dan berbasis kesadaran diri.Abstract: Indonesia is a disaster-prone country with thousands of incidents every year. Humanitarian volunteers play an important role in responding to emergency situations, but are vulnerable to back injuries due to incorrect lifting techniques. Injuries such as Low Back Pain can compromise the health of volunteers in the future. Responding to this challenge, Universitas Muhammadiyah Sukabumi together with Muhammadiyah Sukabumi Disaster Resilience Institute organized Back Safety Training (BST) for 23 volunteers. This activity is part of the capacity building program for volunteers as an effort to prevent injuries to the back of the body while on duty to provide assistance in disaster situations. The main objective is to build awareness and habits of volunteers to always be aware of their own safety when providing assistance. Volunteers are expected to be able to master the steps of strengthening exercises for the main muscles to lift/move loads with the correct technique, namely the thigh muscles, upper front arms and back. The method of this training is by FGD and also simulation by teaching safe techniques when lifting and moving loads at disaster sites. The activity partners were Disaster Resilience Institutions/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) in the Sukabumi city area who were delegates from ortoms totaling 28 people. 82.1% of participants had never received BST training, and 65.6% did not consistently maintain the correct body position. BST uses educational video media and guidebooks. Evaluation of participants using google form, after the training the average final ability of participants is more than 94.3%. Regular supervision and daily joint exercises need to be carried out to form strong habits and based on self-awareness.
Analisis eksperimental efek latihan interval intensitas tinggi (HIIT) terhadap VO₂max dan efisiensi pemulihan pada pemain sepak bola Pratama, Leo; Saleh, Muhammad; Hardi Yanto, Anggel; Kurniawan, Wing Prasetya; Permadi, Andes
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 11 No 3 (2025): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v11i3.27392

Abstract

HIIT is a fast and effective way to enhance aerobic performance and recovery capacity, particularly in sports such as professional football.   This study investigates the impact of structured HIIT training on the aerobic capacity and recovery of professional footballers. This investigation examined the impact of a six-week structured HIIT program on aerobic capacity and post-exercise recovery in professional footballers. 24 male professional players aged 18-22 were randomly assigned to two groups: the HIIT group (n = 12) performed a 4x4-minute interval protocol at 90-95% HRmax with 3-minute active recovery at 60-70% HRmax, while the control group (n = 12) continued football training. Aerobic capacity (VO₂Max) was determined using the Yo-Yo Intermittent Recovery Test Level 1 (YYIR1), whereas HRR and RPE measured recovery. The HIIT group showed a substantial increase in VO₂Max (p < 0.01; d = 1.3) from 49.3 ± 4.1 to 54.8 ± 3.7 mL/kg/min, while the control group showed no significant change (48.9 ± 4.4 to 49.8 ± 4.2; p = 0.21). The HIIT group showed a 17% increase in post-exercise HRR (p < 0.05), indicating faster recovery and greater parasympathetic reactivation. These results suggest that HIIT enhances aerobic endurance and the body's ability to recover quickly after intense activity, helping football players maintain energy, reduce fatigue, and perform effectively in training and matches. This study shows that planned HIIT programs can assist coaches optimize training time and match performance for professional football players.
The relationship of anxiety levels before and during the match with the performance of pencak silat athletes Firman Nur Hakim Kusmaeli; Muhammad Saleh; Firman Maulana
Sriwijaya Journal of Sport Vol. 5 No. 1 (2025): Sriwijaya Journal of Sport
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/sjs.v5i1.125

Abstract

Background of the Problem: Anxiety is one of the psychological factors that athletes often experience, both before and during the game. Anxiety levels can affect focus, self-control, and decision-making in competition. Research Objectives: This study aims to determine the relationship between anxiety levels before and during matches and the performance of pencak silat athletes at Tapak Suci Cikidang Club. Methods: This study uses a quantitative approach with a correlational method. The sample amounted to 25 athletes who participated in the Mini Event 2 championship and were selected using the purposive sampling technique. The research instruments included pre-match anxiety questionnaires, post-match anxiety, and athletes' performance measured using a Likert scale of 1-4. Results: The results of the Pearson correlation test showed that there was no significant relationship between pre-competition anxiety and athlete performance (r = -0.182; p = 0.384 > 0.05), and anxiety during competition with athlete performance (r = -0.075; p = 0.721 > 0.05). The multiple linear regression test showed a simultaneous significant value of p = 0.638 (> 0.05), which means that there was no significant effect of the two forms of anxiety on athletes' performance simultaneously. Conclusion: These findings indicate that anxiety, both before and during the match, was not the dominant factor influencing the performance of pencak silat athletes in the context of this study. The results suggest that coaches place more emphasis on confidence development, relaxation techniques, and simulation of competing conditions to support athletes' optimal performance, as well as a reference for future research to reach a wider population and consider other variables.
Model Latihan Sirkuit Training terhadap Peningkatan Kondisi Fisik Pemain Futsal di Club ZFCA Cidahu Cahya Lukmana; Muhammad Saleh; Ahmad Alwi Nurudin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i2.18091

Abstract

This study aims to analyze the impact of the circuit training model on improving the physical condition of futsal players at ZFCA Cidahu. The research method used a quasi-experimental quantitative approach with a One-Group Pretest-Posttest design. The research sample consisted of 20 players determined through a purposive sampling technique. Data collection instruments included a 20-meter sprint test, Illinois Agility Run Test, Standing Long Jump, Bleep Test, and zigzag dribbling test. Data were analyzed using a paired sample t-test to measure the effectiveness of the intervention over four weeks. The results showed a significant increase in all tested physical components. For the speed variable, a Sig. (2-tailed) value of 0.000 was obtained with a t-count of 8.405 > t-table of 2.093. Meanwhile, for the agility variable, there was a decrease in average travel time of 2.29 seconds with a significance of 0.000. These findings prove that systematic circuit training interventions can optimize neuromuscular adaptation and physical performance of players. It was concluded that a structured and measurable circuit training program is an effective method for improving players' physical readiness and mobility to meet the demands of high-intensity futsal matches. Keywords: Circuit Training, Physical Condition, Futsal, Agility, Speed.
Pemahaman Pentingnya Literasi Fisik Bagi Komunitas E-Sport Universitas Muhammadiyah Jakarta Surya Rezeki Sitompul; M. Al Ghani; Galang Pakarti Mahardika; Muhammad Saleh
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i2.5879

Abstract

Industri game telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, menjadi salah satu industri hiburan terbesar di dunia. expand more Gamer atau orang-orang yang memainkan video game, datang dari berbagai usia, jenis kelamin, dan latar belakang. Banyaknya jumlah pengguna game online memberikan keuntungan dan kerugian yang diakibatkannya, kekerasan, diskriminasi, eksploitasi hingga gangguan fisik dan mental menjadi dampak buruk penggunaan game online. Komunitas E-Sport UMJ merupakan Kumpulan dari para penggemar E-Sport, Dimana seluruh perkumpulan dari mahasiswa yang gemar e-sport sering melakukan kegiatan yang bersifat latihan hingga bertanding namun pada perjalanan organisasi ini mendapatkan kendala pada Kesehatan fisik yang selalu menurun baik hingga cidera yang menghantui anggota dari komunitas tersebut. Peranan kebugaran fisik menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk di perhatikan, dampak positif yang ditimbulkan dari hal ini sangat penting untuk didapatkan dari komunitas e-sport ini, dengan pendekatan pemahaman pentingnya literasi fisik akan mencegah kerusakan yang massif pada pertumbuhan tubuh pengguna mengingat para user dari game online ini berusira rata-rata 20 tahun, dengan pendekatan pemahaman pentingnya Latihan fisik (olahraga) diharapkan para user dari komunitas ini terhindar dari efek buruk game online. Dari hasil proses pendekatan yang dilakukan menemukan keberhasilan 28% peningkatan kebugaran, 61,3% penurunan keluhan muskuloskeltal.