Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Latihan Light Sled Versus Latihan Up Hill: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kecepatan Lari Pemain Sepak Bola? Kisin Prayoga; Firman Maulana; Muhammad Saleh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari latihan Light Sled dan Up Hill terhadap kemampuan kecepatan berlari para Pemain Sepak Bola di SMAN 1 Panggarangan. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan eksperimental yang mengadopsi desain "two group pretest-posttest design". Populasi subjek penelitian meliputi 24 orang pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Sampel penelitian terdiri dari 24 orang yang dipilih dengan metode pengambilan sampel total. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah tes lari 60 Meter yang berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kemampuan kecepatan berlari. Analisis data dilakukan melalui tahapan penghitungan deviasi standar, evaluasi normalitas dan homogenitas data, serta penerapan uji paired T-test. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa latihan Light Sled memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Demikian pula, kelompok yang menjalani latihan Up Hill juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kecepatan berlari, yang berlaku bagi atlet pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Melalui pengamatan ini, dapat disimpulkan bahwa baik latihan Light Sled maupun Up Hill berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari. Namun, bila melihat peningkatan persentase kemampuan kecepatan berlari, metode latihan Light Sled mencapai peningkatan sebesar 18,38%, sementara metode latihan Up Hill mencapai peningkatan sebesar 16,50%. Berdasarkan perbandingan ini, metode latihan Light Sled lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola dibandingkan dengan metode latihan Up Hill.
PEMBERDAYAAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PERATURAN PERTANDINGAN PENCAK SILAT TAHUN 2022 DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA Muhammad Saleh; Bachtiar Bachtiar; Fahmi Maulana; Diki Hermawan; Firman Nur Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21796

Abstract

Abstrak: Cita-cita besar Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) agar pencak silat dapat berlaga di gelanggang Olimpiade, maka disahkannya peraturan pertandingan pencak silat terbaru tahun 2022, sehingga peraturan tersebut dapat digunakan dalam pertandingan pencak silat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengimplementasikan peraturan pertandingan pencak silat tahun 2022 kedalam pertandingan baik kategori tanding ataupun kategori seni sehingga kemamuan softskill dan hardskill pesilat dalam bertanding dapat meningkat. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode simulasi, bermain peran (role play), dan tanya jawab. Partisipan dalam pengabdian ini 25 orang anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci. Sebagai capaian dan evaluasi dari kegaitan pengabdian ini dilihat dari hasil praktik serta pre-test dan post-test melalui google form dengan dua indikator (kognitif dan psikomotor) Hasil kegiatan ini dilihat dari praktik, pre-test dan post-test yang telah diberikan, pesilat sangat memahami dan dapat mengiplementasikan pada saat bertandin. Rata-rata kenaikan sebesar 109%, dengan demikian pesilat paham akan peraturan terbaru. Pentingnya implementasi peraturan pencak silat terbaru ini dapat menjadi wawasan dan bekal bagi pesilat pada saat bertanding, sehingga pesilat mempu bertanding dengan dengan maksimal.Abstract: The big aspiration of the General Manager of the Indonesian Pencak Silat Association (PB IPSI) is that pencak silat can compete in the Olympic arena, so the latest pencak silat competition regulations in 2022 were passed, so that these rules can be used in pencak silat competitions. The purpose of this service is to implement the rules of the 2022 pencak silat competition into both the sparring category and the art category. The implementation of this service uses simulation methods, role play, and question and answer. Participants in this service were 25 members of the Tapak Suci Student Activity Unit (UKM). As an achievement and evaluation of this service activity, it can be seen from the results of practice as well as pre-test and post-test through google form. The results of this activity are seen from the practice, pre-test and post-test that have been given, pesilat really understands and can implement when tandin. The average increase is 109%, thus the fighters understand the latest regulations. The importance of implementing the latest pencak silat regulations can be an insight and provision for fighters when competing, so that pesilat can compete optimally.
Latihan Plyometric: Perbedaan Latihan Depth Jump Dengan Jump In Place Terhadap Hasil Loncatan Smash Atlet Bola Voli Man 4 Kabupaten Sukabumi Suhendra Suhendra; Bachtiar Bachtiar; Muhammad Saleh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i8.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan latihan Latihan Depth Jump Dengan Jump In Place Terhadap Hasil Loncatan Smash Atlet Bola Voli Man 4 Kabupaten Sukabumi Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “two group pretest-posttest design”. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet bola voli MAN4 Kabupaten Sukabumi, Sampel yang digunakan berjumlah 12 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total. Instrumen penelitian menggunakan vertical jump sebagai alat ukur kemampuan melompat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu mencari simpangan baku, mencari nilai normalitas dan homogen lalu mencari nilai paired T test. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan, dengan uji paired sample t test latihan depth jump memperoleh nilai signifikasi < 0,05 yaitu 0,000, dan jump in place memperoleh nilai signifikasi < 0,05 yaitu 0,000. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh latihan depth jump dan jump in place terhadap kemampuan melompat atlet bola voli MAN 4 Kabupaten Sukabumi. Persentasi peningkatan latihan depth jump sebesar 25,74% dan jump in place sebesar 22,72%, maka depth jump lebih baik berpengaruh karena memperoleh persentasi peningkatan yang lebih besar dibandingkan plyometric box jump
The relationship of anxiety levels before and during the match with the performance of pencak silat athletes Firman Nur Hakim Kusmaeli; Muhammad Saleh; Firman Maulana
Sriwijaya Journal of Sport Vol. 5 No. 1 (2025): Sriwijaya Journal of Sport
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55379/sjs.v5i1.125

Abstract

Background of the Problem: Anxiety is one of the psychological factors that athletes often experience, both before and during the game. Anxiety levels can affect focus, self-control, and decision-making in competition. Research Objectives: This study aims to determine the relationship between anxiety levels before and during matches and the performance of pencak silat athletes at Tapak Suci Cikidang Club. Methods: This study uses a quantitative approach with a correlational method. The sample amounted to 25 athletes who participated in the Mini Event 2 championship and were selected using the purposive sampling technique. The research instruments included pre-match anxiety questionnaires, post-match anxiety, and athletes' performance measured using a Likert scale of 1-4. Results: The results of the Pearson correlation test showed that there was no significant relationship between pre-competition anxiety and athlete performance (r = -0.182; p = 0.384 > 0.05), and anxiety during competition with athlete performance (r = -0.075; p = 0.721 > 0.05). The multiple linear regression test showed a simultaneous significant value of p = 0.638 (> 0.05), which means that there was no significant effect of the two forms of anxiety on athletes' performance simultaneously. Conclusion: These findings indicate that anxiety, both before and during the match, was not the dominant factor influencing the performance of pencak silat athletes in the context of this study. The results suggest that coaches place more emphasis on confidence development, relaxation techniques, and simulation of competing conditions to support athletes' optimal performance, as well as a reference for future research to reach a wider population and consider other variables.