Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Differences in Adjustment Based on Grade Level: A Study of Female Students at an Islamic Boarding School Husnaini Fitriana; Siti Khumaidatul Umaroh; Silvia Eka Mariskha
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i4.3863

Abstract

Students residing in Islamic boarding schools are required to adapt to a new environment characterized by distinct rules, activities, and social interactions. This study aimed to examine differences in personal adjustment based on grade level among female students at the Al-Arsyadi Samboja Islamic Boarding School. A total of 99 female students were selected as the sample using a saturated sampling technique. Data were collected using the Personal Adjustment Scale for Students (PASS), based on Schneiders' (1955) theory. Data analysis involved One-Way ANOVA and Post Hoc Tukey tests using SPSS version 26.0. The results revealed a significant difference in personal adjustment based on grade level among the female students (F = 730.363; p = 0.000). Post Hoc Tukey test results indicated significant differences across all grade groups, with mean personal adjustment scores of 56.93 for the Early Tsanawi class, 71.93 for the Tsani Tsanawi class, and 87.74 for the Tsalis Tsanawi class. These findings suggest that the higher the student's grade level, the better their personal adjustment ability. This difference is likely linked to the students' experience and the duration of their stay in the boarding school environment; students at higher levels tend to be more accustomed to the rules, activities, and social demands of the pesantren setting. The study implies that the boarding school administration needs to provide more intensive attention and support to students at the entry level to ensure an optimal personal adjustment process.
Model Kelekatan Santri di Pondok Modern Ibadurrahman Tenggarong Seberang Apriansyah Apriansyah; Silvia Eka Mariskha; Siti Khumaidatul Umaroh
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 9 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i9.607

Abstract

Kehidupan berasrama menuntut santri menjalani pendidikan secara terpisah dari orang tua sehingga kelekatan penting bagi penyesuaian psikologis dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kelekatan santri kepada orang tua serta menguji perbedaannya berdasarkan jenis kelamin di Pondok Modern Ibadurrahman Tenggarong Seberang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Responden terdiri atas 234 santri berusia 12–19 tahun, meliputi 107 santri putra dan 127 santri putri. Data dikumpulkan menggunakan subskala kelekatan orang tua dari Inventory of Parent and Peer Attachment-Revised (IPPA-R), yang mencakup dimensi kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan. Dari 25 butir, 24 butir dinyatakan valid dengan koefisien korelasi 0,254–0,718 dan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,88. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji beda melalui SPSS versi 22. Hasil menunjukkan bahwa 33 santri (14,10%) memiliki kelekatan rendah, 163 santri (69,66%) memiliki kelekatan sedang, dan 38 santri (16,24%) memiliki kelekatan tinggi. Nilai rata-rata santri putra sebesar 91,00 dan santri putri sebesar 91,14, dengan signifikansi 0,929. Dengan demikian, kelekatan santri kepada orang tua didominasi kategori sedang dan tidak berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin. Temuan ini menegaskan perlunya komunikasi konsisten antara orang tua, santri, dan pengasuh pesantren untuk memperkuat keamanan emosional santri.
Pengaruh Grit terhadap Job satisfaction dengan Work Engagement sebagai Mediator: Studi Kasus pada Guru Gen Z Sekolah Dasar di Kota Samarinda Bayu Aji Santoso; Evi Kurniasari Purwaningrum; Siti Khumaidatul Umaroh
Flourishing Journal Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i32026p543-560

Abstract

This study examined the effect of grit on job satisfaction, with work engagement as a mediating variable among Generation Z elementary school teachers in Samarinda, Indonesia. A quantitative correlational design was employed with 148 teachers selected through disproportionate stratified random sampling. Data were collected using the Grit Scale, Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9), and Job Satisfaction Survey (JSS), which demonstrated satisfactory validity and reliability. Data were analyzed using PROCESS Macro 5 Model 4 with 5,000 bootstrap resamples. Results showed that grit had a positive and significant effect on job satisfaction (p < .001), explaining 50.86% of the variance, and on work engagement (p < .001), explaining 13.20% of the variance. However, work engagement did not significantly affect job satisfaction (p = .1465). Mediation analysis showed that work engagement did not mediate the relationship between grit and job satisfaction, as the 95% bootstrap Confidence interval (-0.0358 to 0.4807) included zero. Thus, grit directly predicts job satisfaction. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh grit terhadap kepuasan kerja dengan keterikatan kerja sebagai variabel mediasi pada guru sekolah dasar Generasi Z di Samarinda, Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 148 guru Generasi Z yang dipilih melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Grit Scale, Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9), dan Job Satisfaction Survey (JSS), yang menunjukkan validitas dan reliabilitas yang memadai. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro 5 Model 4 dengan 5.000 bootstrap resampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 50,86%, serta terhadap keterikatan kerja (p < 0,001) sebesar 13,20%. Namun, keterikatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (p = 0,1465). Analisis mediasi menunjukkan bahwa keterikatan kerja tidak memediasi hubungan antara grit dan kepuasan kerja karena interval kepercayaan bootstrap 95% (-0,0358 hingga 0,4807) mencakup nol. Dengan demikian, grit secara langsung memprediksi kepuasan kerja.