Greis M Sendow
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The OCB Roles as a Mediator Self-Actualization, Psychological Well-Being, and Work Environment on Health Worker Performance: Study During COVID-19 Pandemic in Indonesia Anthonie Wenda; B Tewal; Olivia S Nelwan; Greis M Sendow; Viktor P.K Lengkong
AFEBI Management and Business Review Vol. 7 No. 2 (2022): December
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on determining the role of organizational citizenship behavior or OCB as a mediator the relationship between self-actualization, psychological well-being, and the work environment on the performance of health workers with studies during the COVID-19 pandemic in Indonesia. Data were collected from 89 nurses who work in hospitals owned by police institutions in Manado City, Indonesia. Respondents were surveyed directly about their perceptions related to the research topic. The results showed that OCB acts as a mediator between self-actualization, psychological well-being, and the work environment on the performance of health workers. Directly only the work environment has an insignificant effect on the performance of health workers, while other variables indicate a positive and significant relationship. These findings contribute to hospital management and other relevant institutions, as well as human resource research during the COVID-19 pandemic. Some of the limitations of this study are described at the end of this article.
PENGARUH KOHESIVITAS KELOMPOK, EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) KCU MANADO Mona Mutiara Sualang; Greis M Sendow; Djurwati Soepeno
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 01 (2024): JE. Vol. 12 No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v12i01.54690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kohesivitas kelompok, emotional intelligence dan locus of control terhadap komitmen organisasi baik secara simultan maupun secara parsial. Jenis peneltian yaitu kuantitatif dengan metode asosiatif. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner dengan teknik sampel jenuh kepada 50 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 29. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kohesivitas kelompok, emotional intelligence dan locus of control secara simultan berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi. Kohesivitas kelompok secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen. Emotional intelligence secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi. Locus of control secara parsial berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk kedepannya.   Kata Kunci: Kohesivitas Kelompok, Emotional Intelligence, Locus of Control, Komitmen Organisasi
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, STRES KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DI SMK NEGERI 3 BITUNG Verrawati Chintia Rumampuk; Greis M Sendow; Yantje Uhing
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JE. Vol. 14 No. 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v14i1.67005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Budaya Organisasi, Stres Kerja, dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Guru di SMK Negeri 3 Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel Budaya Organisasi memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,126 dengan nilai signifikansi 0,365, sehingga dinyatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru Variabel Stres Kerja menunjukkan nilai koefisien regresi –0,093 dengan nilai signifikansi 0,460, sehingga juga dinyatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru Sementara itu, variabel Kompensasi memiliki koefisien regresi 0,514 dengan nilai signifikansi 0,000, sehingga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru, namun hanya kompensasi yang memberikan kontribusi signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kepuasan kerja guru lebih dipengaruhi oleh aspek pemberian kompensasi dibandingkan budaya organisasi maupun tingkat stres kerja. Dengan demikian, pihak sekolah disarankan untuk lebih memfokuskan upaya pada pengelolaan dan peningkatan sistem kompensasi agar kepuasan kerja guru dapat meningkat secara optimal.   Kata Kunci: Budaya Organisasi, Stres Kerja, Kompensasi, Kepuasan Kerja