Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Demands of Madrasah Management Transformation: Strategies to Realize Quality Madrasas Climate Susanto Susanto; Ayu Desrani; Apri Wardana Ritonga
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.3835

Abstract

This study aims to determine the madrasa management strategy in creating a quality madrasa climate to improve the quality of Islamic education in Indonesia. The research method used is a mixed method, namely by combining quantitative and qualitative data. Quantitative data is in the form of the percentage of madrasa climate implementation. Qualitative data is in the form of descriptions of respondents' perceptions of the use of the madrasah climate. Respondents in this study were madrasa heads, educators, and employees in the madrasa environment, totaling 68 people. These respondents came from 7 provinces in Indonesia who were randomly selected based on region (cluster random sampling). Researchers analyzed quantitative data from the results of the questionnaire descriptively. Meanwhile, qualitative data analysis uses the Miles Huberman model. The results of this study indicate that 89.7% of respondents improve the quality of education services to produce a quality madrasah climate. There are 83.8% of madrasas that have the characteristics of forming a positive madrasa climate such as forming an Islamic culture, improving skills, developing students' interests and talents, and paying attention to character values. The implementation of this strategy is the result of collaboration between madrasa heads, educators, staff, and students. This is indicated by the successive percentages of 92%, 92.6% and 85.3%. The findings of this study reveal that the formation of a quality madrasah climate does not give up the values of religious moderation in the actualization of religion for students in the midst of religious pluralism in Indonesia.
Model Pembinaan Program Tahfidz Al-Qur’an di Institut PTIQ Jakarta Akhmad Shunhaji; Susanto Susanto; Farichin Farichin
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 12 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i12.1272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi pemenuhan program tahfidz Qur’an dan standardisasi serta hambatan dalam upaya pemenuhan program tahfidz dan standardisasi di Institut PTIQ Jakarta. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian adalah kegiatan pembinaan Qur’ani. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data kemudian direduksi, dianalisis kemudian disimpulkan, Dalam proses pelaksanaan model-model tahfidz al-Qur’an di Ma’had dan di kampus Institut PTIQ Jakarta, baik ketua Lembaga Tahsin,Tahfidz al-Qur’an,ketua ma’ahad PTIQ besrta para musyrif,mudabbir dan para semua para dosen tahfidz al-Qur’an beserta seluruh stakeholder yang telah berupaya membina dan memotivasi seluruh mahasiswa untuk mencapai target hafalan al-Qur’an yang telah ditentukan oleh semua fakultas baik tahfidz terbatas maupun tahfidz penuh Dalam menghafal dan menjaga hafalan Qur’an pada dasarnya mengulang-ulang bacaan dan mengulang-ulang hafalan yang sudah hafal itu bagian dasar dan pokok dalam menghafal dan menjaga hafalan al-Qur’an. Serta ketekunan, keistiqamahan dalam menghafal Qur’an dan menjaga hafalan Qur’an serta mengatur waktu dengan waktu kuliah memanfaatkan waktu luang dijam-jam istirahat kuliah untuk mengulang-ulang hafalan ataupun menghafal hafalan yang baru secarakonsistenkuncidasardalammenghafal al-Qur’an
Organizing the Humanistic Curriculum with the Concept of Fitrah-Based Education Susanto Susanto; Izzati Robbi Hamiyya
INTEGRATIA: Journal of Education, Human Development, and Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2023): Education, Human Development, and Community Engagement
Publisher : PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71155/integratia.v1i1.12

Abstract

This paper aims to analyze the implementation of the Fitrah Based Education concept in organizing the humanistic curriculum. The method used in this study is a descriptive qualitative method with the type of research document/text study (literature study). This study uses primary data sources from books, journals, research, and documents that are relevant to this research. Data analysis in this study was carried out qualitatively using content analysis techniques with conceptual analysis. Based on the research findings, it is found that organizing the humanistic curriculum with the concept of Fitrah Based Education begins with: 1) determining the role of each educator. 2) assess the characteristics of each student, then determine the learning objectives through the initial indicators of each fitrah dimension as a reference. 3) carry out learning that can fulfill the eight aspects of fitrah in its activities. 4) Last, evaluate the learning process through observations and reflect on each fitnah's final indicators. The interesting point about this study is the classification of 8 Fitrah aspects in Fitrah Based Education as the basis for providing humanistic value to students. These eight aspects should be grown simultaneously in the learning process to fulfill the student's needs and build each student's character and knowledge according to the Islamic concept of human nature.
Amanah Dan Akuntabilitas Dalam Al-Quran: Relevansinya Dengan Manajemen Sdm Pendidikan Islam Neneng Kurnia; Susanto Susanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6289

Abstract

This discussion describes the concepts of trust and accountability in the Qur'an and its relevance to the management of human resources (HR) of Islamic education. Trust is understood as a moral and professional responsibility that is carried out with integrity, while accountability emphasizes the obligation to account for every action and decision. The integration of these values becomes the ethical and operational foundation in the management of Islamic education human resources that are oriented towards quality, professionalism, and character. The Ulumul Qur'an approach is used to understand Quranic values contextually so that they can be actualized in the practice of institutional management of Islamic education. The results show that the internalization of trust and accountability plays an important role in building a responsible work culture, improving the quality of human resources, and supporting the achievement of Islamic education goals in a holistic and sustainable manner
Pendekatan Humanistik dan Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Peserta Didik Baru di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya Tri Mei Lisnawati; Susanto; Ahmad Zain Sarnoto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4243

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan humanistik yang dipadukan dengan pemanfaatan media sosial berperan signifikan dalam meningkatkan jumlah peserta didik baru di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama. Pertama, pendekatan humanistik yang diterapkan memberikan keleluasaan dalam proses belajar, menempatkan kebutuhan emosional peserta didik sebagai prioritas, serta membangun hubungan intrapersonal yang erat antara guru dan siswa. Pendekatan ini diwujudkan melalui berbagai program unggulan yang telah dijalankan secara konsisten oleh SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Kedua, pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, website, dan WhatsApp digunakan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan serta menyebarluaskan informasi terkait profil dan keunggulan sekolah, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi tersebut. Selain itu, publikasi juga diperluas melalui platform eksternal seperti PWMU.co yang memiliki jangkauan lebih luas, khususnya di kalangan warga Muhammadiyah Jawa Timur. Konten yang disajikan tidak hanya bersifat promosi formal, tetapi juga menampilkan aktivitas peserta didik, pesan-pesan motivasi Islami, serta berbagai prestasi sekolah, dengan melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembuatan konten. Strategi ini memberikan dampak positif terhadap citra sekolah sebagai lembaga pendidikan yang terbuka, adaptif, dan modern dalam menghadapi perkembangan dunia digital.Sinergi antara pendekatan humanistik sebagai fondasi internal dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana eksternal terbukti efektif dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah, yang berdampak pada peningkatan jumlah peserta didik baru. Pendekatan humanistik berfungsi membangun keunggulan dan karakter sekolah dari dalam, sementara media sosial menjadi media strategis untuk menyebarluaskan keunggulan tersebut kepada masyarakat luas. Secara teoritis, penelitian ini didukung oleh pemikiran Abraham Maslow dan Carl Rogers. Teori Maslow menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan yang tersusun secara hierarkis, mulai dari kebutuhan dasar hingga aktualisasi diri. Sementara itu, Carl Rogers menekankan pentingnya penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard) sebagai landasan dalam pengembangan potensi individu tanpa tekanan atau mekanisme pertahanan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi praktisi pendidikan dan peneliti dalam meningkatkan kualitas manajemen penerimaan peserta didik baru secara lebih efektif dan berkelanjutan.