Robert Tua Siregar
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Simalungun

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik Dalam Pembangunan Kota Pematangsiantar Johannes Sihombing; Robert Tua Siregar; Marihot Manullang; Sarintan E Damanik
Jurnal Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.999 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v3i1.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas Ruang Terbuka HIjau (RTH) Publik yang tersedia saat ini di Kota Pematangsiantar serta mengetahui kebutuhan dan pengelolaan Ruang Tebuka Hijau (RTH) Publik yang sesuai dengan tuntutan Undang - Undang Nomor 26 Tahun 2007 di Kota Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Yang mengacu pada data kualitatif, yaitu data yang terbentuk bukan angka atau menjelaskan secara deskripsi tentang kondisi ruang lingkup studi atau data yang tidak bisa langsung diolah dengan menggunakan perhitungan sederhana. Dimana yang termasuk dalam jenis data kualitatif ini adalah, kondisi fisik lokasi studi, kebijakan pemerintah dalam mengelolah RTH Publik, Data kuantitatif, yaitu data yang menjelaskan kondisi penelitian dengan tabulasi angka-angka yang dapat dikalkulasikan untuk mengetahui nilai yang diinginkan dengan menggunakan metode perhitungan sederhana. Dalam studi ini yang termasuk jenis data kuantitatif yaitu, luasan RTH, jumlah penduduk dan perkembangan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik menjadi entry point dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu wilayah/daerah. Peranan Ruang Terbuka Hijau tidak lepas dari berbagai fungsi yang melingkupinya, yaitu fungsi ekologis, social, ekonomi, dan estetis. Berdasarkan temuan dari penelitian mengenai ketersediaan Ruang Terbuka Hijau eksistng di Kota Pematangsiantar hanya seluas 18,574 Km2 (23,22 %) dari keseluruhan luas Kota Pematangsiantar yang mencapai 79,971 Km2
Pengaruh Perkembangan Kota Perdagangan Terhadap Daerah Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun Amon Charles Sitorus; Robert Tua Siregar; Marto Silalahi; Sarintan E Damanik
Jurnal Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.749 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v3i2.625

Abstract

Pengaruh Perkembangan Kota Perdagangan Terhadap Daerah Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun. Perkembangan kota merupakan perubahan yang dialami oleh daerah perkotaan pada aspek - aspek kehidupan dan penghidupan, seperti kondisi fisik, perekonomian, sosial dan kemasyarakatan. Perkembangan kota didefinisikan sebagai proses perubahan keadaan ke keadaan lain dalam kurun waktu yang berbeda. Kota Perdagangan lebih dari lima tahun terakhir telah menjadi sebuah kota yang berkembang pesat. Hal ini ditandai oleh pertumbuhan ekonomi maupun pertumbuhan fisik dengan berbagai aspek perkotaannya. Dengan luas wilayah 10, 5 km2, kota Perdagangan dihuni oleh 23.431 penduduk pada tahun 2016 yang berbagai suku bangsa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah perkembangan tersebut berpengaruh terhadap perkembangan Kecamatan Bosar Maligas yang berbatasan dengan Kota Perdagangan. Hasil penelitian diketahui bahwa perkembangan spasial Kota Perdagangan berpengaruh terhadap kondisi fisik, ekonomi dan sosial budaya masyarakat Kecamatan Bosar Maligas. Perkembangan ekonomi yang terjadi tahun 2012 - 2016 di Kota Perdagangan merupakan kekuatan sentripetal yang menjadi faktor penarik penduduk luar kota untuk melakukan urbanisasi ke Kota Perdagangan. Ketersediaan lahan permukiman di Kota Perdagangan Kecamatan Bandar yang semakin terbatas membuat terjadinya gerakan sentrifugal yakni penduduk asli Kota Perdagangan bergerak ke luar Kota Perdagangan seperti ke Kawasan Nagori Sei Mangkei dan daerah lain di kawasan Kecamatan Bosar Maligas. Sehingga hal ini mengakibatkan jumlah penduduk di Kecamatan Bosar Maligas bertambah yang diikuti dengan pertambahan jumlah rumah dan sarana di Kecamatan Bosar Maligas
Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Di Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar Bahara Sihombing; Robert Tua Siregar; Marihot Manullang; Sarintan E Damanik
Jurnal Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.337 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v3i2.628

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Di Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar. Populasi penelitian ini adalah seluruh Masyarakat Kecamatan Sianatar Sitalasari sebanyak 54 orang. Penelitian ini menggunakan regresi ganda, pengolahan data menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hasil koefisen determinasi dukungan lingkungan sebesar 0,153 atau 51,3 hasil koefisen determinasi swadaya masyarakat sebesar 0,328 atau 32,8. Hasil koefisen determinasi dukungan lingkungan dan Swadaya masyarakat Terhadap pemberdayaan masyarakat di kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar sebesar 0,392 atau 39,2 %. Sedangkan sisa 60,8%, yang tidak masuk kedalam penelitian ini. Jadi dapat disimpulkan bahwa dukungan lingkungan dan Swadaya masyarakat Terhadap pemberdayaan masyarakat kecamatan siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar. Penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran dan saran kepada aparatur Kecamatan Siantar Sitalasari. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat membutuhkan dukungan partisipasi penuh dari seluruh masyarakat
Pengaruh Fungsi Dan Kinerja DPRD Terhadap Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Daniel Imanuel; Robert Tua Siregar; Sarintan E Damanik; Arvita Netty Haloho
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.527 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v4i1.638

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Fungsi dan Kinerja DPRD Terhadap Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Utara. Dalam melaksanakan Pembangunan membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan di Kabupaten Tapanuli Utara. Populasi penelitian ini adalah penduduk kabupaten Tapanuli Utara. Dengan penarikan sampel jenuh, maka sampel penelitian sebesar 100 orang. Penelitian ini menggunakan regresi ganda, metode analisis dan pengujian hipotesis. Penelitian ini memberikan informasi bahwa fungsi DPRD dan Kinerja DPRD memiliki pengaruh terhadap Pembangunan. Pengolahan data dilakukan dengan menggumpulkan data hasil kuesioner dan pengolahannya menggunakan SPSS. Dari hasil kesimpulan penelitian diketahui bahwa fungsi DPRD 0.hasil koefisen Determinasi sebesar 54,8%, sedangkan sisanya sebesar 45,2% dan kinerja DPRD. hasil koefisen Determinasi sebesar 56,5%, sedangkan sisanya sebesar 34,5%. Fungsi DPRD dan Kinerja DPRD berpengaruh secara bersama - sama terhadap pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara hasil koefisen Determinasi sebesar 61,7%, sedangkan sisanya sebesar 38,5%. Penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran dan saran kepada DPRD Kabupaten Tapanuli Utara bahwa kegiatan pemerintahan dan pembangunan membutuhkan dukungan sinergis DPRD Kabupaten Tapanuli Utara, masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengawasi program dan kegiatan yang dilakukan DPRD
Pengaruh Kinerja Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir Erikson Sibuea; Robert Tua Siregar; Sarintan E Damanik; Mustafa Ginting
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.103 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v4i1.639

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kinerja dan Tingkat Pendidikan Terhadap sumber daya manusia di Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir baik secara parsial maupun secara serempak. Sumber data yang diperoleh merupakan data primer yaitu dari melalui penyebaran angket pertanyaan terhadap 98 pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir. Setelah data diperoleh, maka selanjutnya data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan metoda analisis kualitatif dan kuantitatif. Untuk pengolahan data yang dimaksud dilakukan dengan cara perhitungan manual dan dengan menggunakan bantuan software komputer, yaitu SPSS Versi 20. Dari hasil analisis secara kualitatif diperoleh gambaran bahwa kinerja, tingkat pendidikan dan sumber daya manusia berada dalam kategori cukup. Sedangkan analisis secara kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa secara serempak ada pengaruh nyata kinerja dan tingkat pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia di Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir, yaitu sebesar 0,21%. Untuk uji secara parsial dapat diketahui bahwa kedua variabel kinerja dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap sumber daya manusia. Untuk variabel kinerja, setiap peningkatan kinerja sebesar 1% maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia sebesar 21,0% dan untuk variabel tingkat pendidikan, setiap peningkatan tingkat pendidikan sebesar 1% maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia sebesar 16,3%. Dari uji secara parsial diperoleh bahwa variabel kinerja lebih berpengaruh nyata daripada variabel tingkat pendidikan didalam meningkatkan sumber daya manusia pegawai secretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir. Implikasi dari penelitian ini kepada jajaran pimpinan dan pegawai di lingkungan secretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir untuk lebih meningkatkan kinerja dan tingkat pendidikan sehingga akan dicapai sumber daya manusia yang lebih baik
Keberadaan SMA Negeri 5 Pematangsiantar Terhadap Pendapatan Usaha Informal Masyarakat Sekitar Kelurahan Tambun Nabolon Kota Pematangsiantar Anthoni Purba; Marihot Manullang; Robert Tua Siregar; Sarintan E Damanik
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.992 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v4i1.641

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Analisis Keberadaan SMA Negeri 5 Pematangsiantar Terhadap Pendapatan Usaha Informal Masyarakat Sekitar Kelurahan Tambun Nabolon Kota Pematangsiantar. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan regresi ganda, pengolahan data menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hasil analisis keberadaan SMA Negeri 5 Kota Pematangsiantar dengan pendapatan usaha informal masyarakat sekitar adalah 1,03 persen jadi dapat disimpulkan bahwa Keberadaan SMA Negeri 5 Pematangsiantar Terhadap Pendapatan Usaha Informal Masyarakat Sekitar Kelurahan Tambun Nabolon Kota Pematangsiantar memliki pengaruh. Penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran dan saran kepada SMA di Kota Pematangsiantar dan kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Meningkatkan mutu pendidikan membutuhkan dukungan partisipasi penuh dari seluruh masyarakat dan alumni.
Kajian Revitalisasi Kawasan Pematang Kota Pematangsiantar Eva Imelda Sihombing; Robert Tua Siregar; Marto Silalahi; Ira Modifa
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.631 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v4i1.642

Abstract

Kawasan Pematang merupakan salah satu kawasan kuno di Pematangsiantar yang memiliki karakter khas secara historis sebagai ibu kota tradisional Kerajaan Siantar. Karena kurangnya perhatian dalam melakukan penanganan konservasi terhadap Kawasan Pematang semakin mengakibatkan kemunduran vitalitas kawasan tersebut. Kawasan Pematang yang semakin terliha kumuh dimana bangunan - bangunan bersejarah yang tidak terpelihara dan pembangunan rumah masyarakat yang tidak terkendali dan tidak tertata dengan baik. Mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk melakukan Revitalisasi suatu kawasan maka perlu dilakukan suatu kajian apakah kawasan tersebut potensial untuk di revitalisasi. Revitalisasi Kawasan Pematang dapat dilakuakn dengan berpedoman kepada Permen PU No.18 tahun 2007 tentang Pedoman Revitalisasi Kawasan dimana terdapat petunjuk teknis kriteria penilaian lokasi studi apakah potensial untuk di revitalisasi dan tahapan - tahapan Revitalisasi Kawasan yang akan dilaksanakan
Penawaran Komoditi Kentang Sebagai Dasar Pengembangan Potensi Wilayah Di Kabupaten Simalungun Mompouli Panjaitan; Robert Tua Siregar; Pinondang Nainggolan; Anton A P Sinaga
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.906 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v4i2.664

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana kondisi eksisting komoditas kentang sebagai potensi pengembangan wilayah di Kabupaten Simalungun, dan untuk mengetahui faktor - faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran komoditas kentang sebagai potensi pengembangan wilayah di Kabupaten Simalungun. Metode analisis data yang digunakan metode regresi linear berganda menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan Produksi kentang tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu 89.749 ton, dan produksi kentang terendah terjadi pada tahun 2017 yaitu 35.474 ton. Harga kentang terendah terjadi pada tahun 2008 yaitu senilai Rp. 3.122/kg dan harga tertinggi pada tahun 2017 yaitu senilai Rp. 7.590/kg. Luas areal (LA), Harga Kentang (Pk), dan Harga Pupuk (Pu) dan Harga bibit kentang (Pb) memiliki hubungan yang positif dengan Penawaran Kentang (QS), sedangkan variable Harga wortel (Pw) mempunyai hubungan yang negatif dengan penawaran kentang. Dari hasil uji t-hitung, secara parsial, variabel luas areal (LA), harga pupuk (Pu) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penawaran kentang, sedangkan harga kentang (Pk), harga wortel (Pw), dan harga bibit kentang (Pb) masing-masing tidak memiliki pengaruh terhadap penawaran kentang (Qs) di Kabupaten Simalungun. Hasil estimasi OLS penawaran kentang di Kabupaten Simalungun adalah : QS = - 167,751 + 7,467 LnLA + 2,112 LnPk – 5,248 LnPw + 5,288 LnPb + 12,658 LnPu, hal ini berarti bahwa harga pupuk mempunyai respon yang lebih besar terhadap penawaran kentang di Kabupaten Simalungun, lalu disusul oleh luas areal, harga bibit kentang dan harga kentang. Harga wortel tidak merespon penawaran kentang
Pengaruh Kinerja Dan Tingkat Penddidikan Terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir Erikson Sibuea; Robert Tua Siregar; Sarintan E Damanik; Mustafa Ginting
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.536 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v4i2.667

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kinerja dan Tingkat Pendidikan Terhadap sumber daya manusia di Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir baik secara parsial maupun secara serempak. Sumber data yang diperoleh merupakan data primer yaitu dari melalui penyebaran angket pertanyaan terhadap 98 pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir. Setelah data diperoleh, maka selanjutnya data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan metoda analisis kualitatif dan kuantitatif. Untuk pengolahan data yang dimaksud dilakukan dengan cara perhitungan manual dan dengan menggunakan bantuan software komputer, yaitu SPSS Versi 20. Dari hasil analisis secara kualitatif diperoleh gambaran bahwa kinerja, tingkat pendidikan dan sumber daya manusia berada dalam kategori cukup. Sedangkan analisis secara kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa secara serempak ada pengaruh nyata kinerja dan tingkat pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia di Sekretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir, yaitu sebesar 0,21%. Untuk uji secara parsial dapat diketahui bahwa kedua variabel kinerja dan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap sumber daya manusia. Untuk variabel kinerja, setiap peningkatan kinerja sebesar 1% maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia sebesar 21,0% dan untuk variabel tingkat pendidikan, setiap peningkatan tingkat pendidikan sebesar 1% maka akan diikuti pada peningkatan sumber daya manusia sebesar 16,3%. Dari uji secara parsial diperoleh bahwa variabel kinerja lebih berpengaruh nyata daripada variabel tingkat pendidikan didalam meningkatkan sumber daya manusia pegawai secretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir. Implikasi dari penelitian ini kepada jajaran pimpinan dan pegawai di lingkungan secretariat Daerah Kabupaten Toba Samosir untuk lebih meningkatkan kinerja dan tingkat pendidikan sehingga akan dicapai sumber daya manusia yang lebih baik
Strategi Bapemperda Dalam Penyusunan PERDA Hak Inisiatif DPRD No 7 Tahun 2017 Tentang Insentif Tenaga Pendidik Pada Tenaga Penddidikan Non Formal Di Bidang Keagamaan (Studi Kasus Di DPRD Kabupaten Toba Samosir Tahun 2014 - 2019) Hely Joisen; Robert Tua Siregar; Sarintan E Damanik; Mustafa Ginting
Jurnal Regional Planning Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.912 KB) | DOI: 10.36985/jrp.v4i2.668

Abstract

Berdasarkan amanat Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemerintahan Daerah mempunyai kewenangan untuk mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas luasnya. Ini berarti bahwa DPRD memiliki hak inisiatif yaitu hak untuk mengajukan rancangan peraturan daerah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 23 tahun 2014 yang menyatakan bahwa: Pemerintahan daerah adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut azas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas - luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam menjalankan tugas sebagai anggota dewan, dituntut memiliki kualitas yang baik untuk dapat menunjang berjalannya suatu pemerintahan, dengan hak - hak yang dimiliki serta fungsi - fungsi yang diembankan kepada mereka, maka sepatutnya kualifikasi seorang anggota harus berkualitas baik. Sejauh ini dari beberapa fenomena, banyak anggota dewan yang tidak mengetahui apa yang harus dilakukan sebagai anggota dewan. Penelitian ini mencoba mengkaji mengenai pelaksanaan hak inisiatif anggota dewan dalam pembuatan peraturan daerah di Kabupaten Toba Samosir terutama dalam peningkatan pendidikan non formal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan hak inisiatif anggota dewan DPRD Toba Samosir periode 2014-2019 belum berjalan secara efektif