Articles
EDUKASI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN DEPRESI POSTPARTUM
Pramudianti, Domas Nurchandra;
Fathony, Zaiyidah;
Ulfa, Bardiati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 4 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.544 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v4i4.2057
Abstrak: Sekitar 50-80% wanita pasca melahirkan mengalami baby blues syndrome. Postpartum blues dapat dipicu oleh perasaan belum siap menghadapi lahirnya bayi atau meningkatnya tanggungjawab sebagai seorang ibu. Ibu primipara kebanyakan mengalami postpartum blues berat pada periode immediate postpartum yang akan meningkatkan kejadian depresi postpartum. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di posyandu yang berjumlah 20 orang. Tujuan dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan depresi postpartum di Posyandu Cempaka wilayah kerja Puskesmas Cempaka. Metode Pelaksanaan kegiatan ini adalah penyuluhan dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan terlebih dahulu dilakukan pretest, kemudian setelah penyuluhan dilakukan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu. Pretest dan posttest dilakukan dengan menggunakan kuesioner tentang teori depresi postpartum beserta pencegahannya. Setelah dilakukan pelaksanaan kegiatan penyuluhan simpulan yang dapat diambil adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan depresi postpartum.Abstract: About 50-80% of postnatal women experience baby blues syndrome. Postpartum blues can be triggered by feelings of not being ready to face the birth of a baby or increasing responsibilities as a mother. Primiparous mothers mostly experience severe postpartum blues in the immediate postpartum period which will increase the incidence of postpartum depression. The target of this activity is pregnant women who check their pregnancies at POSYANDU, which consists of 20 people. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women about the prevention of postpartum depression in the Cempaka Posyandu at the working area of the Cempaka Health Center. The method of carrying out this activity is counseling and question and answer. Before counseling, pretest is done first, then posttest is done after counseling to measure the increase in maternal knowledge. Pretest and posttest were carried out using a questionnaire about the postpartum depression theory and its prevention. After carrying out the outreach counseling activities that can be taken is an increase in knowledge of pregnant women about the prevention of postpartum depression
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEPUTIHAN
Domas Nurchandra Pramudianti
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 5, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/mj.v5i2.2295
Pengetahuan remaja mengenai masalah kesehatan reproduksi memang masih minim, banyak remaja yang tidak mengetahui dampak dari keputihan. Pentingnya remaja mengetahui tentang keputihan agar wanita khususnya remaja mengetahui tentang keputihan, tanda gejala, penyebab, dan pencegahan keputihan upaya yang dilakukan yaitu dengan pendidikan kesehatan menggunakan metode peer group. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunaan Metode Peer Group Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan (Fluor Albus) di SMP 1 Muhammadiyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test without control dan menggunakan uji statistik paired t-test dengan teknik pengambilan sampel purposive Sampling. Jumlah sampel 30 responden. Hasil nilai pre-test dan pos-test pada kelompok intervensi 0,001, hasil pre-test dan post-test pada kelompok kontrol 0,251. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode peer group terhadap pengetahuan remaja putri tentang keputihan (fluor albus).Adolescent knowledge about reproductive health issues is still minimal, many teenagers who do not know the impact of vaginal discharge. The importance of adolescents to know about vaginal discharge so that women especially teenagers know about vaginal discharge, signs, symptoms, causes, and prevention of vaginal discharge efforts undertaken namely by health education using peer group methods. This study aims to determine the effect of health education using the Peer Group Method on adolescent girls' knowledge about vaginal discharge (Fluor Albus) in SMP 1 Muhammadiyah Banjarmasin. This study used a quasy experimental design with a pre-test and post-test design without control and used a paired t-test statistical test with a purposive sampling technique. The sample size was 30 respondents. The results of the pre-test and post-test scores in the intervention group 0,001, the pre-test and post-test results in the control group 0.215. The results of the study have the effect of health education using peer group methods on the knowledge of young women about vaginal discharge (fluor albus)
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA PERIODE AWAL POSTPARTUM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) GUNARTI, BANJARBARU
Domas Nurchandra Pramudianti
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.098 KB)
|
DOI: 10.35747/jmr.v1i1.86
Parenting self-efficacy (PSE) merupakan keyakinan orang tua terhadap kemampuannya dalam mengatur dan melakukan tugas yang berhubungan dengan perawatan bayi baru lahir. Ketidaknyamanan fisik pada perioede postpartum dapat mengurangi kemampuan dan menurunkan keyakinan ibu dalam merawat bayinya. Dukungan sosial yang adekuat merupakan upaya untuk meningkatkan parenting self-efficacy ibu pada periode awal masa nifas untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dalam meningkatkan parenting self-efficacy pada periode awal postpartum. merupakan penelitian observasional desain cross sectional dimana pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dilakukan dalam satu waktu. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu postpartum normal di BPM Gunarti, subyek penelitian melibatkan 66 orang. Sampel dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi eksklusi. analisis data menggunakan Spearman Rank pada tingkat kepercayaan 95%. dukungan sosial memiliki hubungan yang bermakna terhadap peningkatan parenting self-efficacy pada periode awal masa nifas dengan nilai p=0.003 (p<0.05), dengan koefisien korelasi sebesar 0,357 Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan parenting self-efficacy pada periode awal postpartum.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU NIFAS DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES
Domas Nurchandra Pramudianti
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.536 KB)
|
DOI: 10.35747/jmr.v2i1.320
Latar Belakang: Postpartum blues adalah nama yang diberikan untuk perubahan perasaan/mood sacara cepat yang terjadi sekitar 50-70 % dari semua ibu selama seminggu atau segera setelah melahirkan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, jumlah persalinan normal di Puskesmas Kalikotes adalah 574 orang (95,64 %), jumlah kasus postpartum blues/ depresi postpartum adalah 12 orang dan 55% diderita oleh ibu yang berusia kurang dari 20 tahun (Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, 2017). Menurut data dari Badan Pusat Statistik pernikahan usia muda di Kabupaten Klaten adalah sebanyak 20.000 orang dan di Kecamatan Kalikotes pernikahan usia muda sebanyak 2500 orang/ 12,5% . Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian studi survey analitik dan rancangan penelitian adalah korelasional. Metode pendekatan dengan menggunakan cross-sectional yang dilakukan pada 48 ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kalikotes, Klaten. Analisis data menggunakan chi square untuk menguji hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi square membuktikan adanya hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes dengan ρ value = 0,001. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes.
Perubahan parenting self-efficacy pada ibu pasca sectio caesarea melalui edukasi postpartum dengan media booklet
Domas Nurchandra Pramudianti;
Abkar Raden;
Endang Koni Suryaningsih
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.283 KB)
|
DOI: 10.32536/jrki.v3i1.54
Latar belakang: Persalinan dipandang dari segi psikologis merupakan suatu kejadian penuh dengan stress yang menyebabkan peningkatan rasa nyeri, takut, dan cemas. Nyeri persalinan Nyeri persalinan dapat dikurangi dengan kompres hangat. Tujuan penelitian: Diketahuinya pengaruh kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode : Desain penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi seluruh ibu bersalin kala I fase aktif di RSM Surabaya pada tanggal 03-17 Juli 2016. Jumlah sampel 50 ibu bersalin yang diambil secara accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode wawancara dan observasi. Instrumen menggunakan buli-buli panas elektrik, timer, lembar checklist dan skala ukur nyeri FLACC. Data dianalisis dengan menggunakan uji t-Test dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Hampir seluruhnya nyeri persalinan pre tindakan adalah sangat tidak nyaman 84,0%. Setelah dilakukan kompres hangat 70% ibu mengalami nyeri sedang. Hasil uji t-Test menunjukkan ada pengaruh kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif (p=0.000). Simpulan: Ada pengaruh kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI
Domas Nurchandra Pramudianti
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2022): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.456 KB)
|
DOI: 10.35328/kebidanan.v11i2.2241
Dysmenorrhea is pain that occurs in the lower abdomen that is felt during menstruation and can be primary or secondary due to an increase in the hormone prostaglandin which causes the uterine muscles to contract. From the data obtained, about 50% of women experience dysmenorrhea during menstruation, which makes them unable to carry out daily activities for 1-3 days each month. This study aims to determine the effect of dysmenorrhea gymnastics on the reduction of menstrual pain. This study is a quasi-experimental study with a non-equivalent design with a control group (two groups pre-test-post-test). The population are 61 people, with a sample of 18 people taken by simple random sampling. Measuring tool to identify dysmenorrhea using a numerical scale. The treatment given was dysmenorrhea gymnastics 5 times in a row in a week before the female student was menstruating. The average pain scale before being given to the intervention group was 5.79 (moderate pain), in the control group was 5.30 (moderate pain), while the average pain scale after dysmenorrhoea exercise in the treatment group was 2.32 (mild pain) and 5.10 in the control group ( currently). Statistical test analysis using the Independent T-test obtained a p-value of 0.006 <α=0.05 indicating that there is a significant influence between gymnastics on the decline in menstrual pain. Dysmenorrhea exercise performed 5 times in a row during the week before menstruation can reduce menstrual pain in female students.
Hubungan Sikap Ibu Dengan Keikutsertaan WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui IVA Test di Puskesmas Jenu Kabupaten Tuban
Lailatul Mufida;
Dwi Purwanti;
Domas Nurchandra Pramudianti;
Siti Alfiah
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.13 KB)
ABSTRAK Banyak wanita yang masih belum mengetahui dan melakukan pemeriksaan IVA. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kurangnya perilaku sesorang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks antara lain sikap ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap ibu dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test di Puskesmas Jenu Kabupaten Tuban. Metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel independent sikap ibu dan variabel dependent keikutsertaan WUS. Penelitian ini menggunakan Teknik probability sampling dengan rancangan penelitian simple random sampling. Populasi sebanyak 98 WUS, didapatkan sampel sejumlah 78 WUS. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar responden mempunyai sikap positif sebanyak 74,4%. Sebagaian besar responden pernah melakukan IVA Test sebanyak 71,8 %. Hubungan sikap ibu dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test hampir seluruh responden mempunyai sikap positif dan pernah melakukan IVA Test dalam 3 tahun terakhir sebanyak 53 responden (91,4%). Adapun sebagian kecil responden yang bersikap positif namun tidak pernah melakukan pemeriksaan IVA Test dalam 3 tahun terakhir sebanyak 5 responden (8,6%). Hasil Uji Chi Square didapatkan hasil nilai signifikan 0,000 atau p value < α (0,05). hasil analisis ada hubungan sikap ibu dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test di Puskesmas Jenu. Diharapkan Puskesmas untuk mensosialisasikan pentingnya pemeriksaan IVA Test dengan penyuluhan yang mudah dipahami sehingga timbul sikap positif pada WUS bahwa penting melakukan deteksi dini kanker serviks. Kata kunci: Sikap Ibu, Keikutsertaan WUS, Pemeriksaan IVA Test.
Hubungan Sikap Ibu Dengan Keikutsertaan WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui IVA Test di Puskesmas Jenu Kabupaten Tuban
Lailatul Mufida;
Dwi Purwanti;
Domas Nurchandra Pramudianti;
Siti Alfiah
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/gebindo.v10i4.49
ABSTRAK Banyak wanita yang masih belum mengetahui dan melakukan pemeriksaan IVA. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kurangnya perilaku sesorang untuk melakukan deteksi dini kanker serviks antara lain sikap ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap ibu dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test di Puskesmas Jenu Kabupaten Tuban. Metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel independent sikap ibu dan variabel dependent keikutsertaan WUS. Penelitian ini menggunakan Teknik probability sampling dengan rancangan penelitian simple random sampling. Populasi sebanyak 98 WUS, didapatkan sampel sejumlah 78 WUS. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar responden mempunyai sikap positif sebanyak 74,4%. Sebagaian besar responden pernah melakukan IVA Test sebanyak 71,8 %. Hubungan sikap ibu dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test hampir seluruh responden mempunyai sikap positif dan pernah melakukan IVA Test dalam 3 tahun terakhir sebanyak 53 responden (91,4%). Adapun sebagian kecil responden yang bersikap positif namun tidak pernah melakukan pemeriksaan IVA Test dalam 3 tahun terakhir sebanyak 5 responden (8,6%). Hasil Uji Chi Square didapatkan hasil nilai signifikan 0,000 atau p value < α (0,05). hasil analisis ada hubungan sikap ibu dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test di Puskesmas Jenu. Diharapkan Puskesmas untuk mensosialisasikan pentingnya pemeriksaan IVA Test dengan penyuluhan yang mudah dipahami sehingga timbul sikap positif pada WUS bahwa penting melakukan deteksi dini kanker serviks. Kata kunci: Sikap Ibu, Keikutsertaan WUS, Pemeriksaan IVA Test.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI
Domas Nurchandra Pramudianti
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 2 (2022): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35328/kebidanan.v11i2.2241
Dysmenorrhea is pain that occurs in the lower abdomen that is felt during menstruation and can be primary or secondary due to an increase in the hormone prostaglandin which causes the uterine muscles to contract. From the data obtained, about 50% of women experience dysmenorrhea during menstruation, which makes them unable to carry out daily activities for 1-3 days each month. This study aims to determine the effect of dysmenorrhea gymnastics on the reduction of menstrual pain. This study is a quasi-experimental study with a non-equivalent design with a control group (two groups pre-test-post-test). The population are 61 people, with a sample of 18 people taken by simple random sampling. Measuring tool to identify dysmenorrhea using a numerical scale. The treatment given was dysmenorrhea gymnastics 5 times in a row in a week before the female student was menstruating. The average pain scale before being given to the intervention group was 5.79 (moderate pain), in the control group was 5.30 (moderate pain), while the average pain scale after dysmenorrhoea exercise in the treatment group was 2.32 (mild pain) and 5.10 in the control group ( currently). Statistical test analysis using the Independent T-test obtained a p-value of 0.006 <α=0.05 indicating that there is a significant influence between gymnastics on the decline in menstrual pain. Dysmenorrhea exercise performed 5 times in a row during the week before menstruation can reduce menstrual pain in female students.
Efektifitas Metode Ceramah Dan Small Group Discussion tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Remaja
Aris Handayani;
Abdul Latip;
Kharisma Kusumaningtyas;
Titi Maharrani;
Ervi Husni;
Domas Nurchandra Pramudianti
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.214
Background: adolescents are in a phase of rapid growth and development both physically, psychologically, intellectually, socially and sexually, causing great curiosity and tend to take risky attitudes without adequate consideration, which can lead to various consequences including Sexually Transmitted Infections and unwanted pregnancies.This study aims to explain the effectiveness of sexual and reproductive health education with lecture and small group discussion methods on the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents.Method: this study is a Quasy -Experimental Research (pre-post test control group design) with two treatment groups and one control group. A total of 68 adolescents from 135 respondents were involved using proportional random sampling method. Each group was treated with different learning methods, namely lecture method and small group discussion consisting of 68 respondents. Data collection was carried out using pre and post questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney Test with a significant level of P, 0.005. Results: This study shows that the effectiveness of the lecture and small discussion methods are: 1) knowledge about the small group discussion method and the lecture method have the same significant value P = 0.000 (<0.05). 2) attitudes and behaviors towards the lecture method are significantly different from the Small Group Discussion method p = 0.000 (<0.05). Conclusion: This study states that the small group discussion method is better used to improve knowledge and attitudes towards sexual and reproductive health behavior in adolescents than the lecture method because in this phase it is a phase of growth in adolescents so that adolescents want to know more about sexual and reproductive health material. Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior, adolescent, attitude