Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Empowerment Education Programmed for Teenagers as Health Cadres On Reproductive Health Awareness in Bojonegoro, Indonesia Aris Handayani
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 2 No. 1 (2023): March
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v2i1.32

Abstract

Puberty makes adolescents aware of their potential and become more expressive in exploring their sexual organs and behaviour. The increasing number of adolescent reproductive health issues, especially those related to personal hygiene, the provision of information, services and health education to adolescents is very important. The solution to the problem of lack of knowledge about the function of reproductive organs is done by increasing counselling on the introduction of the reproductive system, female personal hygiene, male personal hygiene, unwanted pregnancy and understanding STIs & HIV/AIDS by using the concepts of input, process, outcome and impact. The method used in community empowerment activities is in the form of counselling activities for adolescent health cadres at Al Munawar Islamic Boarding School as many as 30 students. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of adolescent cadres through training and the formation of adolescent cadres aware of reproductive health at Pondok Pesantran Al Munawar Kunci Village, Dander Kab. Bojonegoro. After the provision of Health Education, the results of activities in the form of Increased knowledge obtained Pre test and Post test scores obtained. The average value of the Pre Test is 51.75 and the average Post test is 82.88, there is an increase in knowledge of 31.13% trainees, on Skills in Counseling or IEC on Adolescent Reproductive Health obtained The average value of IEC is 84.38 and the results are 66.7% very good results. The implication of this research is the active role of adolescents and the community in increasing Adolescent Health Knowledge about reproductive health so as to produce a healthy young generation in preparing their reproduction
Hubungan Pengetahuan dan Personal Hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro Novie Dyah Sulistya; Sutio Rahardjo; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i4.99

Abstract

Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Personal hygiene Remaja Putri dengan Kejadian Fluor albus di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional yang bersifat cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sejumlah 92 responden. Variabel independent adalah pengetahuan dan personal hygiene remaja putri, sedangkan variabel dependent adalah fluor albus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji chi square dengan tingkat koefisien ρ=0,05. Hasil penelitian di Pondok Pesantren Al-Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa lebih dari sebagian remaja putri memiliki pengetahuan kurang tentang fluor albus 61 (66,3%), sebagian besar remaja putri personal hygienenya negatif 72 orang (78,3%), sebagian besar remaja putri mengalami kejadian fluor albus yaitu sebanyak 79 orang (85,9%). Dari hasil analisis menggunakan chi square disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan, personal hygiene dengan kejadian fluor albus diperoleh nilai p=0,000. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian fluor albus. Sehingga diharapkan pada institusi kesehatan terdekat agar memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, PHBS dan membentuk kader husada di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Desa Pacul Kabupaten Bojonegoro serta bagi remaja putri hendaknya selalu mencari informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang personal hygiene dengan kejadian flour albus agar tidak mendapatkan resiko yang dapat membahayakan kesehatan diri sendiri. Kata Kunci : Pengetahuan remaja putri, personal hygiene, kejadian fluor albus.
Hubungan Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Perilaku Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada BADUTA Di Puskesmas Bubulan Kabupaten Bojonegoro Ida Fahriani; Esti Yuliani; Aris Handayani; Abdul Latip
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i2.107

Abstract

Setiap tahun lebih dari 1,4 juta anak meninggal karena berbagai penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah dengan imunisasi.. Pemerintah telah menetapkan bahwa setiap anak harus mendapat imunisasi lanjutan untuk mempertahankan masa perlindungnya, jika salah satu jenis imunisasi lanjutan tidak di berikan maka anak tersebut termasuk dalam status imunisasi lanjutan tidak lengkap. Oleh karena itu, tujun dari penelitian ini ingin meneliti tentang adanya hubungan pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu berhubungan dengan perilaku kelengkapan imunisasi lanjutan pada Baduta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat cross sectional. Sampel diambil dengan teknik Proportional Random Sampling sejumlah 127 responden. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bubulan Kabupaten Bojonegoro. Variabel independent adalah Pendidikan, Pengetahuan dan sikap sedangkan variabel dependent adalah Perilaku kelengkapan imunisasi lanjutan. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner. Untuk menganalisis adanya hubungan digunakan uji Chi Square dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk responden pendidikan dasar dengan perilaku imunisasi lanjutan tidak lengkap sebanyak 15 responden (68,2%),  responden berpengetahuan kurang dengan perilaku imunisasi lanjutan tidak lengkap sebanyak 16 responden (80,0%) dan Sikap ibu negatif dengan perilaku imunisasi lanjutan tidak lengkap sebanyak 19 responden (90.5%). Dari hasil analisis dengan uji chi square dapat disimpulkan ada hubungan pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku kelengkapan imunisasi lanjutan pada Baduta. Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu berhubungan dengan Perilaku imuisasi lanjutan. Sehingga disarankan pada ibu baduta untuk melengkapi status imunisasi lanjutan.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga Dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Balita Di Puskesmas Tambakrejo Bojonegoro Latifatul Kandini; Masfuah Ernawati; Lilik Triyawati; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.108

Abstract

Imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk mempertahankan masa perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan pada anak dibawah usia tiga tahun (batita), anak usia sekolah dasar dan wanita usia subur. Cakupan imunisasi lanjutan di Puskesmas Tambakrejo tahun 2020 mengalami penurunan dibanding tahun 2021 sebesar 14% pada imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib dan sebesar 7,3% pada imunisasi lanjutan campak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 25-30 bulan di wilayah Puskesmas Tambakrejo Bojonegoro sebanyak 179 anak pada bulan februari 2022. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian didapatkan umur responden sebagian besar adalah berumur 20-30 tahun sebesar 75,6%. Pendidikan responden sebagian besar adalah SMA sederajat sebesar 63,4%. Pekerjaan responden sebagain besar adalaah ibu rumah tangga sebesar 72,4%. Pengetahuan ibu tentang imunisasi lanjutan pada balita sebagian besar baik sebanyak 62,6%. Dukungan keluraga tentang imunisasi lanjutan pada balita sebagian besar baik yaitu sebanyak 53,7%. Hampir seluruhnya balita usia 25-30 bulan memiliki status imunisasi lanjutan lengkap yaitu sebanyak 91,9%. Sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik dan imunisasi lanjutan lengkap sebanyak 57,7%, dan sebagian besar ibu yang memiliki dukungan keluarga baik dan memiliki imunisasi lanjutan lengkap adalah sebanyak 52%. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada balita.  
Faktor Predisposisi Ibu Nifas Yang Berhubungan Dengan Perilaku Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di Puskesmas Pungpungan Kabupaten Bojonegoro Ngasriyatun; Fitriah; Sri Anggraeni; Aris Handayani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i2.120

Abstract

Capaian skrining hipotiroid kongenital yang masih sangat rendah bisa mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus hipotiroid kongenital yang tidak terdeteksi sejak awal sehingga bisa mengakibatkan keterlambatan dalam penanganan sehingga bisa menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi serta bisa mengakibatkan terjadinya kecacatan pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor predisposisi ibu nifas yang berhubungan dengan perilaku skrining hipotiroid kongenital. Metode penelitian ini menggunakan analitik cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu nifas yang memiliki bayi usia 48-72 jam di Puskesmas Pungpungan Kabupaten Bojonegoro sejumlah 34 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah dengan accidental sampling. Analisa data yang digunakan bivariat dan dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian dalam penelitian sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang skrining hipotiroid kongenital sebesar 55,9% . Sebagian besar responden memiliki sikap yang negatif terhadap skrining hipotiroid kongenital sebesar 58,8%. Sebagian besar responden memiliki kepercayaan yang tidak sesuai tentang skrining hipotiroid kongenital sebesar 55,9%. Diperoleh hasil korelasi hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku skrining hipotiroid kongenital p=0,006< ɑ = 0,05. Diperoleh hasil korelasi hubungan sikap ibu dengan perilaku skrining hipotiroid kongenital p=0,000< ɑ = 0,05. Diperoleh hasil korelasi hubungan kepercayaan ibu dengan perilaku skrining hipotiroid kongenital p=0,001< ɑ = 0,05. Ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan kepercayaan ibu nifas terhadap perilaku skrining hipotiroid kongenital.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) di Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro Siti Aniatul Aliyah; Aris Handayani; Sutio Rahardjo
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i2.122

Abstract

Berdasarkan data WHO prevalensi anemia dan KEK pada kehamilan secara global 35-75%.Di Indonesia banyaknya terjadi kasus KEK (Kekurangan Energi Kronik) terutama disebabkan karena adanya ketidak seimbangan asupan gizi, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Pengetahuan akan sangat berpengaruh terhadap prilaku ibu hamil. Faktor prilaku ini lah yang membuat ibu hamil kurang memahami manfaat asupan makanan terutama gizi selama kehamilan, karena kurangnya pengetahuan berakibat terhadap prilaku seorang ibu hamil mengabaikan pemenuhan asupan makanan selama kehamilan. Faktor lain yang berpengaruh adalah sikap seorang ibu hamil.Begitu juga dengan seorang wanita dalam hal sikap terhadap kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan.Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil resiko kurang energi kronik (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro.Jenis penelitiaan Analitik dengan rancangan Cross Sectional.Metode pengambilan sampel dengan tehnik Propostional Random Sampling yang berjumlah 181 responden. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%.Ada hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK dengan nilai ρ=0,002. Ada hubungan sikap ibu hamil dengan kejadian KEK dengan nilai ρ=0,000.Terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kejadian KEK pada ibu hamil.
Efektifitas Metode Ceramah Dan Small Group Discussion tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Remaja Aris Handayani; Abdul Latip; Kharisma Kusumaningtyas; Titi Maharrani; Ervi Husni; Domas Nurchandra Pramudianti
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.214

Abstract

Background: adolescents are in a phase of rapid growth and development both physically, psychologically, intellectually, socially and sexually, causing great curiosity and tend to take risky attitudes without adequate consideration, which can lead to various consequences including Sexually Transmitted Infections and unwanted pregnancies.This study aims to explain the effectiveness of sexual and reproductive health education with lecture and small group discussion methods on the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents.Method: this study is a Quasy -Experimental Research (pre-post test control group design) with two treatment groups and one control group. A total of 68 adolescents from 135 respondents were involved using proportional random sampling method. Each group was treated with different learning methods, namely lecture method and small group discussion consisting of 68 respondents. Data collection was carried out using pre and post questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney Test with a significant level of P, 0.005. Results: This study shows that the effectiveness of the lecture and small discussion methods are: 1) knowledge about the small group discussion method and the lecture method have the same significant value P = 0.000 (<0.05). 2) attitudes and behaviors towards the lecture method are significantly different from the Small Group Discussion method p = 0.000 (<0.05). Conclusion: This study states that the small group discussion method is better used to improve knowledge and attitudes towards sexual and reproductive health behavior in adolescents than the lecture method because in this phase it is a phase of growth in adolescents so that adolescents want to know more about sexual and reproductive health material. Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior, adolescent, attitude
EFEKTIFITAS PELATIHAN KADER TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DETEKSI DINI KEHAMILAN RESIKO TINGGI Aris, Aris Handayani; Esti, Esti Yuliani; anggrek, Sri Anggraeni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20543

Abstract

Deteksi dini kehamilan resiko tinggi merupakan hal yang penting bagi ibu hamil. Melalui kegiatan deteksi dini, dapat diketahui secara dini kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi pada ibu hamil. Keberadaan kader posyandu sangat penting dalam deteksi dini tanda dan gejala bahaya pada ibu hamil, namun demikian belum semua kader memiliki keterampilan dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu adalah dengan melakukan pelatihan pengisian Kartu skor Poedji Rochjati. menganalisis pengaruh pelatihan pengisian KSPR terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu.dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi. penelitian pre eksperimen dengan one group pre test- post test design. Populasi yang digunakan sebanyak 40 kader  yang ada di wilayah Puskesmas Trucuk. Sampel diambil dengan total sampling. Variabel independent adalah pelatihan kader, sedangkan variabel dependent adalah pengetahuan dan keterampilan kader. Instrumen pengumpulan data pengetahuan menggunakan kuesioner sedangkan keterampilan menggunakan chklist. Berdasarkan hasil nilai pre test diperoleh nilai pengetahuan cukup (62,5%), baik (25,0%), kurang (12,5%) dan nilai post test baik (87,5%), cukup (12,5%) sedangkan untuk keterampilan nilai pre test nilai cukup terampil ( 67,5%) kurang terampil (22,5%) nilai terampil (10,0%) dan nilai post test nilai terampil (82,5%) cukup terampil (17,5%). Didapatkan p value 0,000 menunjukkan pelatihan kader posyandu di wilayah Puskesmas Trucuk efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Ada pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam deteksi dini kehamilan resiko tinggi.
The THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE, ATTITUDE AND HABIT WASHING MOM'S HANDS TO AN EVENT OF DIARRHEA AT PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO: HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN IBU BATITA TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS TAMBAKREJO BOJONEGORO LUFIANTI, SELVIA DESI; Aris Handayani, AMd.Keb., S.Pd., M.Kes.; Abdul Latip, dr. M.Kes
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.127

Abstract

Diare merupakan penyakit yang paling sering menyerang anak-anak dan menjadi penyebab kedua kematian balita di seluruh dunia setelah pneumonia. Menurut Riskesdes tahun 2018 prevalensi diare pada balita berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan menurut kelompok umur dengan prevalensi diare (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tertinggi yaitu pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 11,5%, pada bayi sebesar 9%, dan kelompok umur 75 keatas sebesar juga merupakan prevalensi tertinggi yaitu sebesar 7%.Penderita diare di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 yaitu pada tahun 2019 terdapat 11.081 kasus sedangkan pada tahun 2020 adalah 10.944 kasus. Di Puskesmas Tambakrejo kasus diare Berdasarkan data Laporan tahunan Puskesmas Tambakrejo pada tahun 2020 terdapat 571 dari 3164 balita kasus diare pada batita dengan prevalensi 18,04% Sedangkan pada tahun 2021 terdapat 550 dari 3117 kasus diare pada batita dengan prevalensi 17,64%. Kejadian Diare dari tahun ke tahun selalu melebihi prevalensi yaitu 6,54% pada tahun 2020 dan 6,14 % pada tahun 2021. Penelitian ini bersifat cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu dan batita usia 12 – 36 bulan dengan teknik System Cluster Random Sampling dengan responden sejumlah 102 responden. Variabel independen adalah pengetahuan ibu, sifat ibu, dan kebiasaan mencuci tangan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada batita. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan tabel observasi. Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa sebagian besar ibu batita berpengetahuan baik sebanyak 79 responden (77,5%). Hasil analisis hubungan pengetahuan terhadap kejadian diare p = 0,07 yang mana t = 0,005 < α (0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan sikap dan kebiasaan
EDUKASI DENGAN MEDIA POSTER MELALUI WHATSAPP GROUP TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG STUNTING Ernawati, Masfuah; Indrayanti, Indrayanti; Handayani, Aris
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38276

Abstract

Gagal tumbuh pada anak atau sering disebut dengan istilah stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia. Setwapres (2018) menyatakan stunting atau pendek disebabkan akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Prevalensi stunting di Bojonegoro mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebanyak 23,9% di tahun 2023 sebanyak 24,3%. Dari hasil studi pendahuluan tentang pengetahuan kader Kesehatan terhadap stunting yang dilakukan terhadap 10 kader Kesehatan di Puskesmas Sugihwaras hasilnya masih terdapat 3 (30%) kader Kesehatan yang mempunyai pengetahuan kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi dengan media poster melalui whatsapp Group terhadap pengetahuan kader kesehatan dalam Pencegahan stunting di puskesmas Sugihwaras Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian Pre-Experiment dengan jenis one Group pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini adalah semua kader kesehatan di Puskesmas Sugihwaras sejumlah 85. Sample penelitian yaitu sebagian kader kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 46. Sampling dengan menggunakan cara Simple random sampling. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Kolmogrof Smirnov dan Wilcoxon. Hasil penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi dengan media poster melalui whatshaap Group  terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang stunting di Puskesmas Sugihwaras Bojonegoro dengan p-value= 0.000.