Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Pengembangan Diri Dalam Interaksi Sosial Melalui Permainan Mono-Aksi (Monopoli Interaksi) Bagi Siswa Tunagrahita Ringan (Classroom Action Research Kelas IV Di SLB C Payakumbuh) Nailatul Fadhila; Damri
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 2 (2020): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Februar
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.058 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana meningkatkan kemampuan pengembangan diri dalam interaksi sosial melalui permainan mono-aksi (Monopoli Interaksi) bagi anak tunagrahita ringan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan membuktikan bahwa permainan mono-aksi dapat meningkatkan interaksi sosial siswa tunagrahita yang merupakan bagian dari pengembangan diri. Siklus pada penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Adapun pemberian evaluasi akan diberikan diakhir pertemuan. Penelitian menunjukkan dengan permainan mono-aksi (monopoli interaksi) dapat meningkatkan kemampuan pengembangan diri pada interaksi sosial bagi siswa dengan hambatan intelektual atau siswa tunagrahita ringan. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa siswa F dan B dalam kemampuan pengembangan diri pada interaksi sosial sudah menunjukkan adanya perkembangan yang baik dan peningkatan. Sehingga dapat disimpulkan dengan melalui permainan mono-aksi (monopoli interaksi) dalam proses pembelajaran pengembangan diri dapat meningkatkan kemampuan pengembangan diri pada interaksi sosial bagi anak tunagrahita ringan.
Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar Muhammad Adri; Assyifa Zakirah; Anugrah Maulana; Intan Ramadani; Andrian Abdul Aziz; Syahnia Amanda; Halimahtusyadiah Liszar Awalni; Ananda Putri Uswatun Khasanah; Fachri Prinanda Yusman; Asro Muhammad Sidra; Muhammad Dzakiy; Muhammad Ikhwan Sufendi; Dela Ramadani; Dini Khairati; Nurul Rizqiyah; Widya Rahmatul Azizah; Suci Ramanda Anisya Safira; Nailatul Fadhila; Salsa Billa; Fitri Okta Vionisyah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4225

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan aktivitas yang dijalankan oleh mahasiswa sebagai wujud dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian langsung kepada masyarakat, dengan tujuan meningkatkan potensi lokal secara aktif dan berkelanjutan. Nagari Tanjung memiliki berbagai potensi dalam bidang pariwisata, ekonomi kreatif, serta sosial budaya yang belum dimaksimalkan, sehingga diperlukan suatu program pemberdayaan yang bersifat terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan serta dampak dari program KKN dalam memperkuat potensi lokal di Nagari Tanjung. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi di lapangan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta kerjasama dengan perangkat nagari dan masyarakat. Program utama terdiri dari identifikasi potensi pariwisata, pelatihan membuat kerajinan dari kain bekas dan pemasaran secara digital, pembinaan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, serta promosi kelompok tari tradisional. Program tambahan melibatkan kegiatan seperti posyandu, bimbingan belajar, kampanye menolak perundungan, kerja bakti, dan partisipasi dalam acara keagamaan. dampak dari pelaksanaan aktivitas tersebut mengalami peningkatan dalam keterlibatan masyarakat, keterampilan di sektor ekonomi kreatif, kesadaran akan lingkungan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya setempat. Dengan demikian, program KKN ini berperan penting dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi daerah secara berkesinambungan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan kajian yang lebih mendalam terkait keberlanjutan program pemberdayaan, pengukuran dampak jangka panjang, serta integrasi teknologi digital yang lebih luas dalam pengembangan potensi lokal.