Yunita Dyah Puspita Santik, Yunita Dyah Puspita
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Health Education

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK KADER KESEHATAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN TERSANGKA KASUS TUBERKULOSIS PARU Nisa, Siti Malihatun; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i1.19117

Abstract

Latar Belakang: Penemuan tersangka kasus tuberkulosis adalah salah satu indikator evaluasi upaya menanggulangi tuberkulosis paru. Puskesmas Tlogosari Kulon melakukan penjaringan tersangka kasus tuberkulosis dengan melibatkan peran kader kesehatan, namun dalam pelaksanaannya belum semua kader berperan aktif menemukan tersangka kasus tuberkulosis paru.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen Penelitian dengan menggunakan lembar kuesioner. Sampel Penelitian berjumlah 54 responden yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat uji chi-square dengan α = 0,05 dan menghitung Prevalance Risk.Hasil: Hasil statistik menunjukkan variabel yang berhubungan dengan praktik penemuan tersangka kasus tuberkulosis paru adalah pengetahuan (P=0,000, PR=12,39), sikap (P=0,003, PR=2), motivasi (P=0,001, PR=3,23) dan Imbalan (P=0,001, PR=10,85), sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia (P=0,7, PR=0,86) dan pekerjaan (P=0,34, PR=1,33).Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, motivasi dan imbalan yang diterima kader kesehatan dengan praktik penemuan tersangka kasus tuberkulosis paru.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSISTENSI PERILAKU PSN DBD Masruroh, Masruroh; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i1.19125

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian DBD di Kelurahan Meteseh meningkat selama tahun 2014 sampai 2016, berturut-turut yaitu sebanyak 148,93/100.000 penduduk; 236, 24/100.000 penduduk; dan 266,7/100.000 penduduk. Selain itu Angka Bebas Jentik (ABJ) Kelurahan Meteseh merupakan ABJ terendah di antara kelurahan lain di Puskesmas Rowosari. ABJ Kelurahan Meteseh dari tahun 2014-2016 yaitu 80,9%; 81,83% ;dan 81,95%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsistensi perilaku PSN DBD. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Besar sampel yang ditetapkan yaitu 64 dengan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value umur (p=0, 007), tingkat pendidikan (p=0,003), status pekerjaan (p=0,309), riwayat sakit DBD keluarga (p=0,164), tingkat pengetahuan (p=0,041), sikap (p=0,015), dukungan petugas kesehatan (p=0,604), pengalaman mendapat penyuluhan (p=0,769), peraturan yang berlaku (p=0,731). Simpulan : Terdapat hubungan antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, dan sikap dengan konsistensi perilaku PSN DBD.
KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM UNTUK PENCEGAHAN PMS DAN HIV PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL Arjianti, Herlina Dwi; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22614

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang cara penularannya melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsistensi  penggunaan  kondom untuk pencegahan PMS dan HIV pada wanita pekerja seksual. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 86 responden. Instrumen berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap (p=0,00), dukungan mucikari (p- =0,02), akses informasi (p-=0,016), motivasi (p =0,003), dan pendapatan (p =0,023). Faktor yang tidak berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain pengetahuan (p=0,131), kesediaan kondom (p=0,338), dukungan petugas kesehatan (p=0,504), lama kerja WPS (p =0,282), usia WPS (p=0,69), dan tingkat pendidikan WPS (p- =0,12). Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap, dukungan mucikari, akses informasi, motivasi, dan pendapatan.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK KADER KESEHATAN DENGAN PRAKTIK PENEMUAN TERSANGKA KASUS TUBERKULOSIS PARU Nisa, Siti Malihatun; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i1.19117

Abstract

Latar Belakang: Penemuan tersangka kasus tuberkulosis adalah salah satu indikator evaluasi upaya menanggulangi tuberkulosis paru. Puskesmas Tlogosari Kulon melakukan penjaringan tersangka kasus tuberkulosis dengan melibatkan peran kader kesehatan, namun dalam pelaksanaannya belum semua kader berperan aktif menemukan tersangka kasus tuberkulosis paru.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen Penelitian dengan menggunakan lembar kuesioner. Sampel Penelitian berjumlah 54 responden yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat uji chi-square dengan α = 0,05 dan menghitung Prevalance Risk.Hasil: Hasil statistik menunjukkan variabel yang berhubungan dengan praktik penemuan tersangka kasus tuberkulosis paru adalah pengetahuan (P=0,000, PR=12,39), sikap (P=0,003, PR=2), motivasi (P=0,001, PR=3,23) dan Imbalan (P=0,001, PR=10,85), sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia (P=0,7, PR=0,86) dan pekerjaan (P=0,34, PR=1,33).Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, motivasi dan imbalan yang diterima kader kesehatan dengan praktik penemuan tersangka kasus tuberkulosis paru.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSISTENSI PERILAKU PSN DBD Masruroh, Masruroh; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v3i1.19125

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian DBD di Kelurahan Meteseh meningkat selama tahun 2014 sampai 2016, berturut-turut yaitu sebanyak 148,93/100.000 penduduk; 236, 24/100.000 penduduk; dan 266,7/100.000 penduduk. Selain itu Angka Bebas Jentik (ABJ) Kelurahan Meteseh merupakan ABJ terendah di antara kelurahan lain di Puskesmas Rowosari. ABJ Kelurahan Meteseh dari tahun 2014-2016 yaitu 80,9%; 81,83% ;dan 81,95%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsistensi perilaku PSN DBD. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Besar sampel yang ditetapkan yaitu 64 dengan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value umur (p=0, 007), tingkat pendidikan (p=0,003), status pekerjaan (p=0,309), riwayat sakit DBD keluarga (p=0,164), tingkat pengetahuan (p=0,041), sikap (p=0,015), dukungan petugas kesehatan (p=0,604), pengalaman mendapat penyuluhan (p=0,769), peraturan yang berlaku (p=0,731). Simpulan : Terdapat hubungan antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, dan sikap dengan konsistensi perilaku PSN DBD.
KONSISTENSI PENGGUNAAN KONDOM UNTUK PENCEGAHAN PMS DAN HIV PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL Arjianti, Herlina Dwi; Santik, Yunita Dyah Puspita
Journal of Health Education Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i2.22614

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit yang cara penularannya melalui hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsistensi penggunaan kondom untuk pencegahan PMS dan HIV pada wanita pekerja seksual. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 86 responden. Instrumen berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap (p=0,00), dukungan mucikari (p- =0,02), akses informasi (p-=0,016), motivasi (p =0,003), dan pendapatan (p =0,023). Faktor yang tidak berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain pengetahuan (p=0,131), kesediaan kondom (p=0,338), dukungan petugas kesehatan (p=0,504), lama kerja WPS (p =0,282), usia WPS (p=0,69), dan tingkat pendidikan WPS (p- =0,12). Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan konsistensi pemakaian kondom antara lain sikap, dukungan mucikari, akses informasi, motivasi, dan pendapatan.