Therecia Wijayati
Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN MINYAK KELAPA SEBAGAI MINYAK PIJAT UNTUK IBU DAN BAYI Efrosina Ludovika Kalista; Marsela Renasari Presty; Marice Marice; Therecia Wijayati; Lina Astuty; Susanna Susanna; Intanwati Intanwati; Agnes Dwiana Widi Astuty; Youlenta Ernesontha; Trivina Trivina
JOMUSE : Journal of Health Community Services Vol 2 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Stikes Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak Kelapa Murni dapat membantu pertumbuhan ekonomi tidak hanya di wilayah namun juga secara nasional di Indonesia. Meski demikian, masih banyak ditemukan potensi yang tidak dikembangkan secara maksimal oleh masing-masing wilayah. Salah satu yang hingga saat ini belum dapat dimaksimalkan adalah produk dari kelapa yang banyak di temui di Kalimantan Barat. Padahal produk olahan dari kelapa termasuk salah satu produk yang banyak diminta tidak hanya didalam negeri tapi juga sampai ke luar negeri. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan minyak kelapa sebagai minyak pijat untuk ibu dan bayi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta tahap pelaporan. Adapun hasil yang diperoleh yaitu sebelum dilakukan sosialisasi, masih banyak warga yang belum mengetahui fungsi dari minyak kelapa, selain itu pengetahuan ibu nifas terkait pijat oksitosin dengan tujuan memperlancar produksi ASI juga diketahui masih kurang begitu juga dengan penggunaan minyak kelapa dalam proses pemijatan tersebut. Namun setelah dilakukan sosialisasi, masyarakat memahami, bahwa selain menghasilkan gula dari kelapa, kelapa juga dapat memproduksi minyak kelapa murni yang dalam hal ini digunakan untuk minyak pijat terutama pada ibu dan bayi.
The Effect of Facial Massage on Mouth Closure Ability in Toddlers at Pal 3 Community Health Center, Pontianak Therecia Wijayati; Marice Marice; Youlenta Ernesotha
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i2.234

Abstract

Background: Feeding difficulties associated with poor mouth closure ability may impair oral motor function and negatively affect nutritional intake and child growth. Facial massage has been introduced as a simple, non-pharmacological intervention to stimulate facial muscles and improve oral motor performance; however, evidence regarding its effectiveness among toddlers remains limited. This study aimed to determine the effect of facial massage on mouth closure ability among toddlers at Pal 3 Community Health Center, Pontianak.Methods: A quantitative pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted from January to March 2026 at Pal 3 Community Health Center, Pontianak. A total of 40 toddlers aged 1–5 years were recruited using purposive sampling. Facial massage using almond oil was administered twice weekly. Mouth closure ability was assessed before and after the intervention using a structured observation checklist. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential analysis, with statistical significance set at p < 0.05.Results: Before the intervention, 90.0% of toddlers demonstrated poor mouth closure ability, while only 10.0% showed good mouth closure ability. Following facial massage, the proportion of toddlers with good mouth closure ability increased to 90.0%, whereas the proportion with poor mouth closure ability decreased to 10.0%. The mean mouth closure score increased from 2.25 ± 2.34 to 7.20 ± 2.80, with a mean difference of 4.95 ± 0.47. Statistical analysis revealed a significant improvement after the intervention (p < 0.001).Conclusion: Facial massage significantly improved mouth closure ability among toddlers and may serve as a safe, simple, and cost-effective complementary intervention to enhance oral motor function in primary healthcare settings.