Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP MINAT MENYUSUI Agnes Dwiana Widi Astuti; Marsela Renasari Presty; Efrosina Ludovika Kalista; Christin Arruan Tudang Sandoyo; Susanna Susanna; Lina Astuty
Journal of Midwifery and Health Administration Research Vol 3 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu KesehatanBrebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11044377

Abstract

Latar Belakang: Salah satu yang perlu diperhatikan ibu nifas adalah perawatan payudara. Perawatan payudara adalah kebutuhan perawatan diri yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan. Perawatan payudara selama masa menyusui bertujuan agar payudara senantiasa bersih dan mudah untuk diisap oleh bayi. Dampak yang dapat ditimbulkan adalah bayi dapat menyusu dengan nyaman. Dalam studi pendahuluan yang dilakukan, peneliti menemukan 4 orang ibu nifas hari ke 1 mengatakan belum memahami perawatan payudara selama masa nifas dan 1 diantaranya mengatakan tidak berminat untuk memberikan ASI kepada bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu nifas hari ke 1-3 tentang perawatan payudara terhadap minat untuk menyusui di PMB Utin Mulia Pontianak tahun 2023. Metode: Metode penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Maret-19 April 2023. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Teknik penentuan sampel dengan sampling kuota. Hasil: Ada hubungan pengetahuan ibu nifas hari ke 1-3 tentang perawatan payudara terhadap minat untuk menyusui di PMB Utin Mulia Pontianak tahun 2023. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa dari 30 orang responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 17 orang (56,67%). Dari 30 orang responden yang berminat untuk menyusui sebanyak 16 orang (53,33%). Hasil uji Statistic Chi Square diperoleh hasil perhitungan dengan P Value = 0,008 yang artinya P Value < 0,05. Kesimpulan: dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan ibu nifas hari ke 1-3 tentang perawatan payudara terhadap minat untuk menyusui di PMB Utin Mulia Pontianak tahun 2023.
SOSIALISASI PEMANFAATAN MINYAK KELAPA SEBAGAI MINYAK PIJAT UNTUK IBU DAN BAYI Efrosina Ludovika Kalista; Marsela Renasari Presty; Marice Marice; Therecia Wijayati; Lina Astuty; Susanna Susanna; Intanwati Intanwati; Agnes Dwiana Widi Astuty; Youlenta Ernesontha; Trivina Trivina
JOMUSE : Journal of Health Community Services Vol 2 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Stikes Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak Kelapa Murni dapat membantu pertumbuhan ekonomi tidak hanya di wilayah namun juga secara nasional di Indonesia. Meski demikian, masih banyak ditemukan potensi yang tidak dikembangkan secara maksimal oleh masing-masing wilayah. Salah satu yang hingga saat ini belum dapat dimaksimalkan adalah produk dari kelapa yang banyak di temui di Kalimantan Barat. Padahal produk olahan dari kelapa termasuk salah satu produk yang banyak diminta tidak hanya didalam negeri tapi juga sampai ke luar negeri. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan minyak kelapa sebagai minyak pijat untuk ibu dan bayi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta tahap pelaporan. Adapun hasil yang diperoleh yaitu sebelum dilakukan sosialisasi, masih banyak warga yang belum mengetahui fungsi dari minyak kelapa, selain itu pengetahuan ibu nifas terkait pijat oksitosin dengan tujuan memperlancar produksi ASI juga diketahui masih kurang begitu juga dengan penggunaan minyak kelapa dalam proses pemijatan tersebut. Namun setelah dilakukan sosialisasi, masyarakat memahami, bahwa selain menghasilkan gula dari kelapa, kelapa juga dapat memproduksi minyak kelapa murni yang dalam hal ini digunakan untuk minyak pijat terutama pada ibu dan bayi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum dan Setelah Edukasi Prenatal Yoga di UPT Puskesmas Pal III Pontianak Lina Astuty; Youlenta Ernesontha; Trivina Trivina; Agnes Dwiana Widi Astuti; Susanna Susanna
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v16i2.8324

Abstract

Background: Physiological changes in pregnant women begin in the first trimester and reach their peak during labor. These changes are generally well tolerated by healthy women; however, they may worsen or trigger pre-existing medical conditions (Yulizawati et al., 2017). Prenatal yoga is a modified form of yoga specifically designed to accommodate the physical needs and conditions of pregnant women, aiming to prepare them physically, mentally, and spiritually for childbirth. Based on the records of antenatal care visits at Pal III Community Health Center, Pontianak, a total of 114 pregnant women attended from November 2025 to January 2026. Common pregnancy-related discomforts, such as anxiety, back pain, and fatigue, motivated the researchers to provide prenatal yoga education to pregnant women. Objective: This study aimed to assess the knowledge of pregnant women before and after receiving prenatal yoga education at Pal III Community Health Center, Pontianak. Methods: This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The research was conducted from April 9 to April 16, 2025. A total of 30 pregnant women participated as the study sample. Results: The findings indicated that before receiving prenatal yoga education, the majority of respondents (18 participants; 60%) had a moderate level of knowledge regarding prenatal yoga. After the educational intervention, most respondents (22 participants; 73%) demonstrated a good level of knowledge. Improvements in knowledge were influenced by several factors, including educational level, occupation, and age. Conclusion: The knowledge of pregnant women regarding prenatal yoga before the educational intervention was generally categorized as moderate, with 60% of the 30 respondents falling into this category. Following the educational intervention, the participants' knowledge improved, with 73% of the same respondents demonstrating a good level of knowledge. These findings suggest that prenatal yoga education effectively enhances pregnant women's knowledge about prenatal yoga.