Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan Membaca Pemahaman Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP 25 Padang Salsa Billa; Afnita Afnita
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 15, No 2: Mei 2020
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.15.2.190-198

Abstract

This study aims to describe the ability to read comprehension in Indonesian language learning for eighth grade students of SMP Negeri 25 Padang. Students' reading comprehension ability is described through the average score at the level of understanding. The method used in this research is descriptive quantitative method by describing the object under study through data, samples, or population. The subjects in this study were students of class VIII.1 SMP Negeri 25 Padang. The sample in this study were all students of class VIII.1 SMP Negeri 25 Padang, amounting to 32 people. Data collection techniques used in this study are through objective tests, the results of these tests are then processed and analyzed. The results of this study indicate that the reading ability of students of class VIII at SMP Negeri 25 Padang is categorized very well, with an average of 92.38, because the Minimum Mastery Criteria (KKM) at SMP Negeri 25 is only 75.00.IntisariPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Padang. Kemampuan membaca pemahaman siswa dideskripsikan melalui skor rata-rata pada tingkatan pemahaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan mendeskripsikan objek yang diteliti melalui data, sampel, atau populasi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1SMP Negeri 25 Padang. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 25 Padang yang berjumlah32 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui tes objektif, hasil dari tes tersebut kemudian diolah dan dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Padang dikategorikan sangat baik, dengan rata-rata 92.38, karena Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) SMP Negeri 25 hanya 75.00.Kata Kunci : kemampuan membaca, membaca pemahaman, pembelajaran bahasa Indonesia, tes objektif, kemampuan membaca pemahaman.
Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar Muhammad Adri; Assyifa Zakirah; Anugrah Maulana; Intan Ramadani; Andrian Abdul Aziz; Syahnia Amanda; Halimahtusyadiah Liszar Awalni; Ananda Putri Uswatun Khasanah; Fachri Prinanda Yusman; Asro Muhammad Sidra; Muhammad Dzakiy; Muhammad Ikhwan Sufendi; Dela Ramadani; Dini Khairati; Nurul Rizqiyah; Widya Rahmatul Azizah; Suci Ramanda Anisya Safira; Nailatul Fadhila; Salsa Billa; Fitri Okta Vionisyah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4225

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan aktivitas yang dijalankan oleh mahasiswa sebagai wujud dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian langsung kepada masyarakat, dengan tujuan meningkatkan potensi lokal secara aktif dan berkelanjutan. Nagari Tanjung memiliki berbagai potensi dalam bidang pariwisata, ekonomi kreatif, serta sosial budaya yang belum dimaksimalkan, sehingga diperlukan suatu program pemberdayaan yang bersifat terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan serta dampak dari program KKN dalam memperkuat potensi lokal di Nagari Tanjung. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi di lapangan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta kerjasama dengan perangkat nagari dan masyarakat. Program utama terdiri dari identifikasi potensi pariwisata, pelatihan membuat kerajinan dari kain bekas dan pemasaran secara digital, pembinaan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, serta promosi kelompok tari tradisional. Program tambahan melibatkan kegiatan seperti posyandu, bimbingan belajar, kampanye menolak perundungan, kerja bakti, dan partisipasi dalam acara keagamaan. dampak dari pelaksanaan aktivitas tersebut mengalami peningkatan dalam keterlibatan masyarakat, keterampilan di sektor ekonomi kreatif, kesadaran akan lingkungan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya setempat. Dengan demikian, program KKN ini berperan penting dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi daerah secara berkesinambungan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan kajian yang lebih mendalam terkait keberlanjutan program pemberdayaan, pengukuran dampak jangka panjang, serta integrasi teknologi digital yang lebih luas dalam pengembangan potensi lokal.