Dedy Saputro, Dedy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CHINA’S ROLE IN THE UNITED NATIONS IN ADDRESSING CLIMATE CHANGE DURING THE XI JINPING ERA Shabirah, Sarah; Setiawan, Ari Putra; Oktavianto, Fajar; Albiansyah, Alif; Saputro, Dedy
BHUVANA: Journal of Global Studies Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Department of International Relations Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/bjgs.v3i1.217

Abstract

Climate change has become a critical global challenge in the 21st century, with China as the largest emitter playing a vital role in addressing it. This research aims to analyze China’s transforming role within the UN framework in addressing climate change during Xi Jinping’s era, focusing on diplomatic posture changes and policy implementation. Using qualitative research methods with a descriptive-analytical approach through library research, this study analyzes various official documents, journal articles, and policy reports from 2020-2024. The discussion reveals that under Xi Jinping’s leadership, China has undergone a significant transformation from a defensive position to proactive leadership in global climate diplomacy, reflected through its 2060 carbon neutrality commitment and the establishment of a 3 billion USD South-South Climate Cooperation Fund. Analysis through an offensive realist perspective reveals that China’s active engagement in the global climate regime manifests a power maximization strategy in the international system. In conclusion, China’s transforming role has positively contributed to global climate governance while maintaining its national strategic interests through a combination of ambitious commitments and various policy instruments.
KEDUDUKAN PRAPERADILAN DALAM PERSFEKTIF KEPASTIAN HUKUM SAPUTRO, DEDY
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 16 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13761453

Abstract

Tujuan yang ingin didapat dalam penelitian hukum ini ialah mengkritisi dan menganalisa mengenai kedudukan praperadilan dalam persfektif kepastian Sifat penelitian yang dipakai adalah preskriftip, yaitu ilmu hukum mempelajari tujuan hukum, nilai-nilai keadilan, validitas aturan hukum, konsep-konsep hukum, dan norma-norma. Sebagai ilmu terapan, ilmu hukum menetapkan standart prosedur, ketentuan-ketentuan, ramburambu dalam melaksanakan aturan hukum. Menurut hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, Penerapan putusan MK No. 21 Tahun 2014 tentang Perluasan Objek Praperadilan membutuhkan kerjasama dan koordinasi antara pengadilan, jaksa, pengacara, dan pihak terkait lainnya. Kedua, Akibat hukum dari adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21 tahun 2014 telah mempengaruhi gerak sistemik dari kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Dengan adanya perluasan objek praperadilan, maka akan menyebabkan potensi penyalahgunaan praperadilan, pembebasan tersangka yang seharusnya ditahan, kerugian bagi pihak korban tindak pidana, beban tambahan bagi pengadilan, kerugian bagi penegak hukum, dan pengabaian kepentingan masyarakat. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa individu memiliki akses yang lebih besar terhadap keadilan dan perlindungan hukum yang sesuai melalui praperadilan. Kewenangan menetapkan tersangka pada dasarnya bukanlah kewenangan dari lembaga praperadilan.