Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teori Negara Marxian: Negara Sebagai Alat Dalam Penguasaan Tanah di Indonesia Gandung Senatama
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v2i4.1696

Abstract

Negara merupakan level tertinggi dalam berbagai bidang. Dalam teori Marxian negara memiliki peran sebagai organisasi dominasi kelas, organ penindas dari satu kelas dengan yang lain, yang tujuannya adalah pencipta sebuah peraturan yang memaksimalkan bawahan untuk tunduk dan patuh kepada negara. Peran kapitalisme juga sebagai pemilik modal terkuat yang akan melihat kaum bawah sebagai pegawai yang harus dibayar. Dampaknya terjadi konflik diberbagai sektor salah satunya di sektor tanah. Terjadi perebutan lahan diberbagai sektor dikarenakan negara menjadi pemilik modal utama. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana negara dalam penguasaan tanah dalam pendekatan teori Marxian. Menggunakan metode studi literatur yang mengumpulkan sumber-sumber yang memiliki kemiripan dengan judul artikel ini. Hasil penelitian bahwa negara menjadi sumber konflik di masyarakat yang memiliki kekuatan yang kuat. Konflik terbesar pada sektor perkebunan yang sering terjadi konflik.
Kepemimpinan Transformasional Kepala Desa dalam Lahirnya Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Gandung Senatama; Desiderius Priyo Sudibyo; Kristina Setyowati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi seorang pemimpin dalam berinovasi di sektor publik. Melihat sektor publik kebutuhan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat semakin kompleks. Menjadi seorang pemimpin wajib memberikan perubahan siginifikan bagi masyarakatnya sehingga taraf hidup masyarakat akan sejahtera. Tuntutan secara global yang harus berupaya mengikuti perkembangan zaman. Serta temuan-temuan penelitian Pemilihan teori transformasional ini melihat sosok pemimpin Kepala Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan yang memiliki ide-ide yang inovatif. Konsep dasar dari teori transformasional adalah karakter pemimpin yang kuat dalam memberikan motivasi dan dorongan untuk tim yang berinovasi. Penelitian ini menggunakan teori (Kharis et al., 2015) yang menjelaskan ada empat indikator pemimpin yang transformasional yaitu karisma, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual dan perhatian yang individual. Kegunaan masa ini teori transformasional merupakan salah satu trobosan agar suatu organisasi tidak mengalami ketertinggalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara. Yang menjadi objek penelitian yaitu kepala desa, perangkat desa dan warga RT yang menjadi tempat tinggal kepala desa. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap indikator teori kemimpinan transformasional menunjukkan nilai positif di lapangan.
Upcycling Used Cement Sacks into Wayang Beber Paintings: A Participatory Approach to Environmental Sustainability and Cultural Preservation in Rural Schools Gandung Senatama; Nasikhun Amin; Alvina Rizqy Octivani; Azril Azifambayunasti; Luthfi Alif Dinar Choirunnisa
Aktualisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/akdimas.v4i1.8624

Abstract

The increasing accumulation of industrial waste, particularly used cement sacks that are difficult to decompose naturally, has become a significant and pressing environmental problem. The traditional art of Wayang Beber, as a national cultural heritage, also faces a slow but real threat of degradation, due to the decreasing relevance of its conventional presentation medium among the younger generation. This study aims to explore the potential of used cement sacks as an alternative medium for Wayang Beber paintings, while also evaluating their contribution to the reduction of non-organic waste and the revitalization of traditional art. This study uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) model, which was implemented in two locations: SDN Widoro and MI Guppi Widoro. The experimental results show that the physical characteristics of cement sacks, including their absorbency and distinctive surface texture, present a new aesthetic dimension that enriches the visual expression of Wayang Beber. Utilization of this material also significantly contributes to the reduction of industrial waste, in line with the principles of sustainable development. The positive response from the community, especially the younger generation, indicates that a recycling-based approach can increase the appeal of traditional art without sacrificing its cultural authenticity. For the sustainability value, this activity is carried out periodically with further development of batik motifs.