Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PMR DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DI SEKOLAH Sugesti Aliftitah; Elyk Dwi Mumpuningtias; Nelyta Oktavianisya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v10i2.4464

Abstract

Child injury is a health problem whose incidence is increasing and requires special attention. The problem at SMAN 1 Bluto is that 82% of PMR members have sufficient knowledge about First Aid, and 75% have low motivation to implement First Aid in the school environment for reasons of lack of self-confidence and fear of making mistakes when helping victims. The solution to this problem is to carry out PMR training in providing first aid for accidents at school. The method in this PKM is socialization to increase PMR knowledge and the next stage is training in providing first aid for accidents at school. PMR is equipped with a First Aid pocket book. PKM activities were carried out at SMAN 1 Bluto in February-September 2023. The results of this PMR training activity had a good impact, namely that after conducting socialization about First Aid for Accidents at School, the participants' knowledge increased to a high level of knowledge by 95%. The level of participant motivation increased, 90% of participants had high motivation to implement first aid in the school environment.
BINCANG SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SEKS BEBAS DIKALANGAN REMAJA (FREE SEKS BUKAN TIPE KU : AKU CEGAH AKU AMAN) Nelyta Oktavianisya; Yulia Wardita; Laylatul Hasanah; Sugesti Aliftitah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v12i2.7638

Abstract

Free sex behavior is one of the serious problems faced by teenagers in Indonesia, which is caused by various factors such as lack of knowledge about reproductive health, the influence of socializing, and technological advances that facilitate access to sexual information. Based on the results of an initial survey of students at SMAN 1 Batuan, it was found that 60% of them did not fully understand the dangers, factors, impacts, and prevention of free sex. For this reason, Community Service activities were carried out through the "Health Talk Show" program with the theme Free Sex Is Not My Type as an effort to increase students' knowledge and awareness of free sex. The method of implementing the activity includes coordination, compiling educational materials, implementing health discussion with a two-way communication approach, and forming adolescent squad as extension agents. The results of the activity showed an increase in participant knowledge, from 63% in the less category to 66% in the good category after the program was implemented. These findings reinforce the importance of comprehensive sex education, family support, and ongoing guidance from various parties in shaping the character of responsible adolescents. This activity shows that an interactive educational approach based on local cultural values is effective in preventing risky sexual behavior among adolescents.
LITERATUR REVIEW: ANALISIS HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TERJADINYA STUNTING Sitti Sarti; Ahmaniyah; Puput Kurnia Sari; Emdat Suprayitno; Nelyta Oktavianisya
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 5 No. 5 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah dampak atas ketidakseimbangan gizi dan gangguan pertumbuhan fisik ditandai dengan adanya penurunan pertumbuhan yang cepat, berdasarkan pada tinggi badan dibanding umur (TB/U) atau indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Pada tahun 2021 data World Health Organization (WHO), bahwa kejadian stunting di dunia mencapai 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020. Sedangkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, sebanyak 30,8% atau sekitar 7 juta balita prevalensi kasus stunting anak Indonesia dibawah usia lima tahun. Salah satu target dari Sustainable Development Goals (SDGs) adalah stunting yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan yaitu pada tahun 2025 menurunkan angka stunting hingga 40%. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya stunting. Pengetahuan ibu tentang stunting sangat diperlukan karena ibu yang pengetahuannya tentang stunting masih kurang akan menyebabkan anak berisiko akan mengalami stunting. Literatur review ini menggunakan penelitian naratif studi literatur yang memaparkan analisis hubungan peengetahuan ibu tentang terjadinya stunting. Analisa data yaitu dengan melakukan integrasi dari 6 artikel penelitian dengan menghubungkan dengan teori-teori yang berkaitan. Sampel menggunakan 6 artikel penelitian. Dari studi literatur ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan ibu berhubungan langsung terhadap terjadinya stunting. Sehingga ibu yang kurang mengetahui tentang kebutuhan makanan atau gizi akan menginkatnya terjadinya stunting.