Dimas Purnama Dewata
Politeknik Pariwisata Lombok

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENGELOLAAN HOMESTAY DENGAN PENDEKATAN KEBERLANJUTAN, KEARIFAN LOCAL DAN BUDAYA, KEHARMONISAN SERTA KETERLIBATAN STAKEHOLDER DI KAWASAN GEOPARK RINJANI DAN KAWASAN GUNUNG API PURBA DESA NGLANGGERAN YOGYAKARTA Yoyok Antoni; Muhammad Sultan Hali; Dimas Purnama Dewata
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 10: Mei 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui model pengelolaan homestay dengan pendekatan  keberlanjutan, kearifan local dan budaya, keharmonisan serta  keterlibatan stakeholder di kawasan Geopark Rinjani Lombok dan Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran Yogyakarta. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ini secara interaktif dan partisipatoris. Pendekatan secara interaktif dan partisipatoris dengan pengelola, masyarakat,  stakeholder/pemerintah daerah serta tetap mengedepankan kearifan local di kawasan Geopark Rinjani Lombok dan kawasan gunung api purba Nglanggeran Yogyakarta. Pertama, pendekatan keberlanjutan dalam pengelolaan homestay di kawasan geopark Rinjani Lombok dan kawasan gunung api Nglanggeran, dibutuhkan peran dan keterlibatan tokoh masyarakat, pemuda, dan pemerintahan tingkat desa, kabupaten serta  provinsi   untuk mengembangkan desa tersebut menjadi desa wisata dengan ketersediaan aksesibilitas serta alam yang mendukung. Kedua, Pendekatan kearifan local dalam pengelolaan homestay di kawasan geopark Rinjani Lombok dan kawasan gunung api Nglanggeran salah satunya model/bentuk bangunan homestay  sesuai dengan daerah dimana homestay itu berada. Nilai budaya yang melekat dimasyarakat, masih memegang pada norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat. Ketiga, pendekatan keharmonisan dalam pengelolaan homestay di kawasan geopark Rinjani Lombok dan kawasan gunung api Nglanggeran dengan menjalin komunikasi seintens mungkin dengan masyarakat untuk menjaga kondisi alam sebagai potensi desa wisata secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Dan kelima,  pendekatan keterlibatan  stakeholder/pemerintah, perguruan tinggi, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) dalam pengelolaan homestay di kawasan geopark Rinjani Lombok dan kawasan gunung api Nglanggeran untuk peningkatan kapasitas SDM dalam mengelola desa wisata khususnya homestay melalui pelatihan ataupun pengembangan yang lainnya dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan
PENDAMPINGAN DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA MELALUI PENGUATAN KELEMBAGAAN POKDARWIS DAN PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA PANDA KABUPATEN BIMA Dimas Purnama Dewata; Yoyok Antoni; M. Ihdal Karomi; Muhammad Husni
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2026
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i2.2810

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia desa wisata menjadi kebutuhan yang mendesak dan krusial. Kemampuan dan kualitas sumber daya manusia perlu terus ditingkatkan agar dapat mengelola, melayani dan mempromosikan potensi pariwisata secara optimal  Tujuan   utama   yang   ingin   dicapai   dalam program pengabdian masyarakat ini adalah mengacu pada beberapa luaran antara lain (1) meningkatkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia kelompok sadar wisata, (2) meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, (3) meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan (4) menciptakan lingkungan desa wisata yang bersih dan sehat. Metode  pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bersifat benchmarking dan pelatihan yang melibatkan dialog-partisipatif pokdarwis dan masyarakat di Desa Wisata Kabupaten Bima untuk terlibat langsung dalam program yang akan dilakukan. Peserta sebanyak 20 peserta yang terdiri dari Pokdarwis, pelaku usaha pariwisata, dan UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya struktur kelembagaan, pembagian peran, transparansi pengelolaan, strategi promosi, pengembangan daya tarik wisata, serta pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi bahan rekomendasi dan inspirasi bagi desa Panda dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata lokal, memperkuat kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta meningkatkan daya tarik wisata yang kompetitif dan berkelanjutan. Benchmark ini juga menjadi momen penting untuk membangun jejaring antar desa wisata, menciptakan peluang kolaborasi, dan memperluas wawasan para pemangku kepentingan dalam memaksimalkan potensi pariwisata berbasis keunikan lokal.