Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DI UNIT KERJA RMIK: STUDI KASUS PADA TEMPAT PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN (TPPRJ) RUMAH SAKIT Zefan Adiputra Golo; Arief Azhari Ilyas; Isnaini Qoriatul Fadhilah; Sugiharto
JRMIK Vol 4 No 1 (2023): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58535/jrmik.v4i1.49

Abstract

Background: TPPRJ as a leading unit that provides services to patients needs to minimize the risks and hazard that can be experienced by officers and patients. From a preliminary study at one of the local government hospitals in the Central Java region, it was found that at the outpatient registration point there was no Standar Procedur Operational (SPO) regarding risk management, so there was no standard set for risk control for officers and patients.Objective: The purpose of this study is to identify the application of risk management in the outpatient registration site (TPPRJ) of the hospital.Method: The type of research used in this study is qualitative descriptive with a case study design. The subjects of the study were 4 informants determined by purposive sampling techniques. Data collection through interviews and observationsResults: There are several risk factors in TPPRJ, namely from physical aspects (air temperature, lighting, radiation), biological aspects and ergonomic aspects. From the results of interviews and observations, it is known that the implementation of risk management in hospitals has been running, but it is still not optimal because it has not yet reached a comprehensive evaluation from the hospital's quality management.Conclusion: Risk management has been running but has not been maximized, because there is no SPO that specifically regulates risk management at TPPRJ. The risk management process that has been running is to identify risks, risk analysis and risk control.Keywords: Risk Management, RMIK Work Unit, TPPRJ
Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Retnowati Retnowati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v6i2.10640

Abstract

Kemampuan kompatibilitas dan/atau interoperabilitas sistem elektronik harus mengacu pada pedoman variabel dan meta data rekam medis elektronik. Pada saat penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X belum terdapat pedoman yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian variabel dan meta data dalam penyelenggaraan RME. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu 4 informan terdiri dari kepala instalasi rekam medis, petugas IT, petugas pendaftaran rawat jalan dan Dokter. Objek penelitiannya adalah variabel rekam medis elektronik pada instalasi rawat jalan Rumah Sakit X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data penyelenggaraan RME di Rumah Sakit X belum sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan seperti general consent, asesmen awal kemudian pemeriksaan spesialistik. Hal ini dikarenakan selain belum ada acuan pada saat penerapan tahun 2019, kemudian adanya penambahan anggaran untuk pihak ketiga jika terdapat penambahan variabel serta tanda tangan digital yang belum diterapkan. Pihak Rumah Sakit X perlu membentuk tim IT sendiri untuk melakukan pembaharuan dan penyempurnaan dalam variabel dan meta data pada penyelenggaraan RME.
Implementasi Rekam Medis Elektronik pada Pelayanan Primer di Wilayah Kota Semarang: Analisis Determinan Individu dan Organisasi Zefan Adiputra Golo; Asharul Fahyudi; Arief Azhari Ilyas; Titi Santika
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5627

Abstract

Implementing electronic medical records (EMR) in Puskesmas faces various challenges and barriers that hinder system users. This study aims to identify the effects of individual and organizational factors on the implementation of EMR in Puskesmas located in Semarang City. The study was designed as a cross-sectional study and was conducted between August and September 2023. Participants were selected from five health centres representing five regions of Semarang city, and included 46 health professionals, including physicians, nurses, midwives, medical record keepers and IT staff. The survey was taken from a standardized questionnaire based on the Technology Acceptance Theory and Institutional Theory. The results showed that 34% of the respondents were between 20 and 30 years old, where 76.1% were female and 52.2% had a bachelor's degree, and were dominated by nurses, where the majority had 1-5 years of experience. The constant (a) of 1.770 indicates the value of the independent variables in increasing EMR usage. The regression coefficient of the individual factor variable of 0.207 has a positive effect on EMR implementation. Organisational factors negatively affect the implementation of EMR use. The test results found that individual factors partially and significantly (0.005 <0.05) affect the implementation of EMR utilised.
Analisis Kinerja Unit Rekam Medis Berdasarkan Standar Kompetensi PMIK di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Selatan Irmawati Irmawati; Zefan Adiputra Golo; Arief Azhari Ilyas
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.11312

Abstract

Kompetensi yang dimiliki manajer unit kerja rekam medis berdampak pada pengelolaan unit kerja. Masih terdapat manajer unit kerja rekam medis yang tidak memiliki latar belakang pendidikan rekam medis sehingga secara kompetensi tidak memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pengelola unit kerja RMIK terhadap kinerja unit rekam medis dan informasi kesehatan di rumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 manajer unit rekam medis di rumah sakit wilayah Sulawesi Selatan dan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel kinerja unit rekam medis. Kemudian dari hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pengelola unit kerja terhadap kinerja unit rekam medis di rumah sakit. Pihak manajemen rumah sakit perlu memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi manajer unit kerja rekam medis berdasarkan standar nasional akreditasi rumah sakit.
Sosialisasi Platform Satusehat Berbasis Digital dan Terintegrasi untuk Mendukung Layanan Prioritas Kesehatan Nasional Ilyas, Arief Azhari; Astyandini, Budi; Ruspita, Mimi; Saputra, Ibon Fajar
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2508

Abstract

Platform SatuSehat merupakan perwujudan dari pilar keenam transformasi sistem kesehatan yaitu pilar transformasi teknologi kesehatan. Namun, pemanfaatan platform Satu Sehat di Desa Sumberejo Kabupaten Kendal masih terbatas. Masyarakat perlu diberikan sosialisasi agar dapat memahami dan mengoptimalkan penggunaan platform SatuSehat dalam mendukung transformasi teknologi kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang platform SatuSehat berbasis digital dan terintegrasi salah satunya dengan transformasi Aplikasi PeduliLindungi menjadi Aplikasi SatuSehat Mobile. Kegiatan ini berupa pemberian sosialisasi kepada Masyarakat di Desa Sumberejo, Kec Kaliwungu, Kab. Kendal dengan jumlah yang hadir sebanyak 38 orang. Kegiatan ini diawali dengan pemberian sosialisasi dan praktik penggunaan Aplikasi SatuSehat dengan mendownload aplikasi SatuSehat Mobile serta memperkenalkan fitur-fitur pada SatuSehat Mobile yang didampingi langsung oleh tim pengabdi. Sebelum dan setelah sosialisasi, dilakukan pengukuran kemampuan peserta dengan memberikan pre dan post test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman Masyarakat terkait Platform SatuSehat. Hal ini dibuktikan oleh hasil dari pre dan post test peserta. Hasil pre-test peserta mendapatkan nilai dengan kategori tinggi sebanyak 31,58 % sedangkan post-test kategori tinggi sebanyak 86,84%. Aplikasi SatuSehat memberikan kemudahan utamanya dalam mengakses fasilitas pelayanan kesehatan walaupun masih terdapat fitur yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga perlu dilakukan penyempurnaan dan perbaikan.
Pendampingan Kader Peduli Tanda Bahaya Ibu Hamil (DERLI TBH) Sebagai Upaya Mengurangi Angka Kematian Ibu Budi Astyandini; Mimi Ruspita; Titik Sapartinah; Arief Azhari Ilyas; Rima Febriyebi; Syarifah Anindi Rafika; Dian Wisiastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses reproduksi yang penting dalam kehidupan Wanita. Selama kehamilan Wanita mengalami adaptasi secara fisiologis maupun psikologis yang memiliki resiko terjadinya kondisi mengancam jiwa ibu maupun janin. Penyebab tingginya angka kematian ibu dapat disebabkan karena ibu hamil terlambat mengenali tanda bahaya kehamilan. Peran kader untuk mendampingi ibu hamil untuk mengenal tanda bahaya kehamilan sangat diperlukan. Tujuan kegiatan pengadian Masyarakat ini adalah meningkatkan peran kader untuk peduli tanda bahaya pada ibu hamil. Metode pelaksanaan melalui pelatihan kader dengan metode ceramah tanya jawab,role play dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat dalam bentuk kemitraan Masyarakat ini berbentuk peningkatan praktik kader Kesehatan dalam memberikan pendampingan pada Masyarakat adalah sebelum mendapatkan pelatihan terdapat praktik yang kurang sebanyak 35 %, cukup 35 % dan baik 30 % meningkat setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan yaitu praktik cukup 50 % dan baik 50 % tidak ada yang memiliki praktik kurang. Penilaian Praktik kader didampingi tim pengabdian Masyarakat kader mampu memberikan sosialisasi menggunakan leaflet, mampu memotivasi ibu Masyarakat agar mendampingi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur ke Posyandu ditunjukan dengan meningkatnya jumlah kunjungan ibu hamil di posyandu serta merujuk ke bidan desa jika menemukan kasus ibu hamil dengan tanda bahaya. Diharapkan kader peduli tanda bahaya pada ibu hamil terus meningkatkan ketramilan untuk memotivasi dan sosialisasikan tanda bahaya pada ibu hamil diwilayahnya
Towards Digital Health Transformation: The Urgency of Electronic Student Health Reports (Case Study in SD Negeri Cipedak 03, South Jakarta and Puskesmas Jagakarsa) Retnowati, Retnowati; Siregar, Kemal N; Nurizin, Dion Zein; Ilyas, Arief Azhari
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community health center (Puskesmas) routinely collects student health examination data in health report books, causing storage, monitoring, and analysis difficulties. This has led to suboptimal health interventions involving parents, schools, and Puskesmas. This research analyzes user needs in developing an electronic-based student health report. This qualitative descriptive study employs the Framework for the Application of System Thinking (FAST) approach. The research was conducted at the Puskesmas Jagakarsa and SD Negeri Cipedak 03, South Jakarta. The study findings indicate utilizing student health report books is not optimal. Based on the needs analysis, there is a necessity to develop an electronic-based student health record. Automated calculation processes and reporting need to be provided by the system with data-sharing mechanisms among users. An interactive and informative dashboard displaying BMI graphs, nutritional status, stunting, anemia, and other physical examination results (dental, eye, ear, hypertension, and others) is essential. A comprehensive and continuous student health history is needed, showing parental health history, student health history, and student immunization history. Digital health transformation in the form of an electronic-based Student Health Report is highly required. This system is expected to enhance the role of parents, schools, and Puskesmas in effectively monitoring student health.
Analisis Kebutuhan Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) di Puskesmas Rawat Inap dan non-Rawat Inap : Analysis of the Need for Medical Recorders and Health Information (PMIK) at Inpatient and non-Inpatient Health Centers Asriyanti, Asriyanti; Ilyas, Arief Azhari; Agustina, Agustina; Jayadie, Ahmad
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1562

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang: Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) memiliki peran dalam mengelola, menyediakan data dan informasi kesehatan, serta terlibat dalam pelayanan pasien. Agar dapat berperan dengan optimal, dibutuhkan tenaga PMIK yang memadai dari aspek kualitas maupun kuantitasnya. Puskesmas Antang Perumnas sebagai puskesmas rawat inap mempunyai kunjungan 20.634 per tahun dengan jumlah tenaga di bagian rekam medis hanya 3 orang, demikian pula Puskesmas Tamalate sebagai puskesmas non-rawat inap mempunyai kunjungan 34.320 per tahun dengan jumlah tenaga di bagian rekam medis juga 3 orang. Tujuan: Menganalisis kebutuhan tenaga PMIK berdasarkan analisis beban kerja di unit pelayanan pendaftaran dan rekam medis Puskesmas Rawat Inap dan Non-Rawat Inap. Metode: Disain penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan case study. Responden adalah petugas di bagian pelayanan pendaftaran dan rekam medis berjumlah tiga orang di Puskesmas Antang Perumnas (puskesmas rawat inap) dan tiga orang di Puskesmas Tamalate (puskesmas non-rawat inap). Cara pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Hasil: Perhitungan kebutuhan tenaga di Puskesmas Antang Perumnas yaitu Jumlah Kebutuhan Tenaga (JKT) tugas pokok sebesar 7,20 dan Standar Tugas Penunjang (STP) sebesar 1,11 membutuhkan 8 tenaga PMIK. Sedangkan di Puskesmas Tamalate dengan JKT tugas pokok 4,29 dan STP 1,05 membutuhkan 5 tenaga PMIK. Kesimpulan: Kebutuhan tenaga PMIK di Puskesmas Antang Perumnas sebagai puskesmas rawat inap masih kurang sehingga membutuhkan tambahan tenaga 5 orang, demikian pula di Puskesmas Tamalate sebagai puskesmas non-rawat inap membutuhkan tambahan tenaga 2 orang. Jumlah kebutuhan tenaga PMIK di puskesmas rawat inap lebih besar dibandingkan dengan puskesmas non-rawat inap. ABSTRACT Background: Medical Recorder and Health Information (PMIK) personnel have a role in managing, providing health data and information, and being involved in patient care. In order to play an optimal role, adequate PMIK personnel are needed in terms of quality and quantity. Puskesmas Antang Perumnas as an inpatient puskesmas has 20,634 visits per year with only 3 PMIK staff. Similarly, Puskesmas Tamalate as a non-inpatient puskesmas has 34,320 visits per year with 3 PMIK staff. Objective: Analysing PMIK staffing needs based on workload analysis in the registration and medical records service units of inpatient and non-inpatient health centres. Methods: The research design is descriptive with a case study approach. Respondents were three registration and medical record officers at Puskesmas Antang Perumnas (inpatient health centre) and three at Puskesmas Tamalate (non-inpatient health centre). Data collection methods are observation and interview. Data processing and analysis techniques using the Health Workload Analysis method (ABK-Kes). Results: Calculation of staffing needs at Puskesmas Antang Perumnas, namely The Total Manpower Requirement (JKT) of 7.20 basic tasks and Standard Supporting Tasks (STP) of 1.11 requires 8 PMIK personnel. Meanwhile, Puskesmas Tamalate with a JKT of 4.29 and STP of 1.05 requires 5 PMIK staff. Conclusion: The need for PMIK personnel at Puskesmas Antang Perumnas as an inpatient health centre is still lacking so it requires an additional 5 personnel, Similarly, Puskesmas Tamalate as a non-inpatient health centre requires an additional 2 staff. The need for PMIK staff in inpatient health centres is greater than that of non-inpatient health centres.
Analisis Kinerja Unit Rekam Medis Berdasarkan Standar Kompetensi PMIK di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Selatan Irmawati Irmawati; Zefan Adiputra Golo; Arief Azhari Ilyas
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.11312

Abstract

Kompetensi yang dimiliki manajer unit kerja rekam medis berdampak pada pengelolaan unit kerja. Masih terdapat manajer unit kerja rekam medis yang tidak memiliki latar belakang pendidikan rekam medis sehingga secara kompetensi tidak memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pengelola unit kerja RMIK terhadap kinerja unit rekam medis dan informasi kesehatan di rumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 manajer unit rekam medis di rumah sakit wilayah Sulawesi Selatan dan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel kinerja unit rekam medis. Kemudian dari hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pengelola unit kerja terhadap kinerja unit rekam medis di rumah sakit. Pihak manajemen rumah sakit perlu memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi manajer unit kerja rekam medis berdasarkan standar nasional akreditasi rumah sakit.
Analisis Kebijakan Tanda Tangan Elektronik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Ibon Fajar Saputra; Belinda Putri Mulyana
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13895

Abstract

Transformasi digital di bidang kesehatan mendorong penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan akuntabilitas layanan. Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang mulai menerapkan TTE, namun implementasinya masih menghadapi hambatan. Penelitian ini menganalisis kebijakan penerapan TTE menggunakan model George C. Edwards III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, yaitu Kepala Bidang Penunjang Medik, Koordinator Teknologi Informasi, dan Petugas Casemix, serta ditunjang observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi telah dilakukan melalui rapat dan sosialisasi, tetapi pemahaman staf belum merata; dukungan sumber daya terbatas pada anggaran, pelatihan, dan perangkat; disposisi pelaksana mendukung kepraktisan TTE, namun masih ragu terkait legalitas terutama untuk klaim BPJS; dan struktur birokrasi telah memiliki SOP, tetapi sosialisasi serta evaluasi belum berjalan optimal. Simpulan penelitian menunjukkan implementasi TTE di RSGM UNIMUS telah mengarah positif, namun keberhasilan kebijakan bergantung pada penguatan keempat aspek tersebut secara simultan. Disarankan rumah sakit meningkatkan kepastian hukum dan dukungan sumber daya agar penerapan TTE lebih optimal.