Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pancasila Resilience in Facing the Digitalization Era in the Millennial Generation Dodoh Siti Saadah; Hilda Nur Fadhilah; Neng Rika Susanti; Rinrin Nurjanah; Silna Rahmatika; Ahmad Fuadin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 2, No 1 (2023): June 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v2i1.552

Abstract

Pancasila as the nation's view of life is a form of crystallization of cultural values, social behavior of the people, customs that serve as guidelines in the life of the nation and state. Today, Indonesia faces various challenges in the digital era. The digital era is the point of progress of human civilization, especially in the development of Science and Technology (IPTEK), one of which is marked by the emergence of the existence of social media. Social media certainly makes it easy for its users, through social media we can share information and communicate without being limited by space and time. However, like the two sides of a coin, we cannot deny that social media also has a negative influence, especially on millennials. If we look at the existing reality, of course we realize that this social media causes norms, values, manners, customs which are truly the identity of the Indonesian nation which gradually fade away. Thus, in facing the current rapid flow of digitalization, it is necessary to have Pancasila resilience as a form of maintaining Pancasila values so that they live on in the soul of the Indonesian nation.
Implementasi Civic Culture Melalui Tradisi Tutunggulan Dalam Kehidupan Bermasyarakat di Kampung Palalangon Neng Rika Susanti; Dasim Budimansyah; Nisrina Nurul Insani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8423

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Civic Culture melalui tradisi Tutunggulan pada masyarakat Kristen-Sunda di Kampung Palalangon, Kabupaten Cianjur. Tradisi Tutunggulan yang telah berlangsung sejak sekitar tahun 1980 mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang menjadi landasan budaya kewarganegaraan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan pendeta, masyarakat petani, dan generasi muda sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tutunggulan tidak sekadar berfungsi sebagai praktik budaya, melainkan juga sebagai ruang internalisasi nilai-nilai Civic Culture yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kerja bakti, kepedulian sosial, dan partisipasi aktif warga. Tradisi ini sekaligus berperan dalam pembentukan civic skills dan civic disposition yang mendorong terwujudnya masyarakat yang toleran, solidaritas, dan partisipatif.