Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Agrarian Conflict in Urutsewu: Political Ecology Approach Adelia Salwa; Ashari Ashari; Henny Muldia; Hesti Wulandari; Mita Harniawati; Putri Meiensi; Rani Rani; Rohyadi Andika Chandra; Seli Indriani; Jagad Aditya Dewantara
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 2, No 1 (2023): June 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v2i1.575

Abstract

This book discusses the management of natural resources that are prone to conflict, such as the exploitation of mining materials. In this case, usually the parties involved involve several elements such as the community, local government, non-governmental organizations or environmental NGOs, and of course companies that will carry out mining. In this case, of course, to gain profit and the local government supports mining in order to increase regional income. However, in this case it is not in line with the community and environmental NGOs who refuse mining on the grounds that it disrupts the economic well-being of residents from their original livelihoods and ecological damage due to mining activities. This conflict has frequently occurred in Indonesia since 1999 and has spread to various regions, from Sumatra, Java, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara to Papua. Gold mining in Papua by 2 Agrarian Conflicts in Urutsewu: Political Ecology Approach PT Freeport Indonesia, for example, is one of the causes of the prolonged conflict. The trigger for this conflict is not only about the welfare of local people who are being ignored by the government and PT Freeport Indonesia. Even deeper, the conflict is also rooted in environmental damage due to the dredging of Mount Ersberg's gold deposit.
Perilaku Toleransi Beragama Suku Melayu Dan Tionghoa Di Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat Putri Meiensi; Amrazi Zakso; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v7i1.5607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perilaku toleransi beragama antara masyarakat Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap 11 informan dari kedua suku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku toleransi beragama tampak dalam perilaku saling menghormati perayaan hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah masyarakat Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota, perilaku saling membantu dalam perayaan hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota, perilaku tidak saling mengejek atau menghina dalam perayaan hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah Suku Melayu dan Tionghoa Suku Melayu dan Tionghoa serta perilaku mengutamakan persamaan dalam memperingati hari besar keagamaan dan pelaksanaan ibadah oleh Suku Melayu dan Tionghoa di Desa Pemangkat Kota. Adapun faktor yang memberi dampak dalam terbentuknya perilaku toleransi beragama tersebut meliputi pemahaman masyarakat mengenai toleransi, peran keluarga, dan lingkungan tempat tinggal. Sedangkan tantangan dalam menjalankan toleransi beragama terlihat pada belum adanya dialog antaragama yang terstruktur, kurangnya sosialisasi nilai toleransi, serta pengaruh negatif dari penggunaan teknologi. Upaya yang dilakukan sejauh ini berupa pertemuan antar masyarakat yang terjadi dan terlaksana secara spontan di lingkungan sekitar, seperti di pasar. Serta pengawasan anak-anak dalam penggunaan gadget oleh orang tua mereka, agar komunikasi dan sosialisasi masyarakat terjaga. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk bekerja sama dalam menjalankan perilaku toleransi beragama di Desa pemangkat Kota, agar tetap berjalan tanpa hambatan apapun.