Mohammad Iqbal Mabruri, Mohammad Iqbal
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Developmental and Clinical Psychology

SUBJECTIVE WELL-BEING PADA LANSIA DITINJAU DARI TEMPAT TINGGAL Indriyani, Sofa; Mabruri, Moh. Iqbal; Purwanto, Edy
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status tempat tinggal terhadap Subjective well-being pada lansia. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif korelasional. Subyek pada penelitian ini berjumlah 59 orang lansia yang terdiri dari 29 orang lansia yang tinggal di panti dan 30 orang lansia yang tinggal di rumah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala penelitian yaitu skala Subjective well-being sebanyak 33 item. Metode analisis data yang digunakan tehnik statistik uji non parametrik U Mann-Whitney yang dikerjakan dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjective well-being (SWB) lansia yang tinggal bersama keluarga lebih baik dari pada lansia yang tinggal di panti. Hasil analisis menunjukkan U mann-whitney sebesar 209,000 dan probabilitas (p) sebesar 0,001. Karena p<0,05 (p=0,000 < 0,05) maka Ho diterima, atau ada perbedaan antara subjective well-being pada Lansia yang tinggal di rumah dan yang tinggal di panti. This research aims to determine the effect of residential status on Subjective well-being in the elderly. The research was a quantitative correlation. The subjects in this research amounted to 59 elderly people, including 29 elderly people living at home and 30 elderly people living at home. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The research uses the research scale is a scale Subjective well-being as much as 33 items. Methods of data analysis used non-parametric statistical techniques test Mann-Whitney U were done with SPSS 16.0 for Windows. The results showed that the Subjective well-being (SWB) of elderly living with family is better than the elderly living at home. The analysis showed Mann-Whitney U was 209,000 and the probability (p) of 0.001. Because p <0.05 (p = 0.000 <0.05) then Ho is accepted, or there is a difference between subjective well-being in the elderly living at home and living at home.
POSTPARTUM BLUES SYNDROME PADA KELAHIRAN ANAK PERTAMA Jayasima, Allades Monalisa; Deliana, Sri Maryati; Mabruri, Moh. Iqbal
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan secara lebih jelas dan mendalam tentang bagaimana postpartum blues syndrome pada kelahiran anak pertama. Penelitian ini menggunakan metode wawancara (interview) dan observasi. Subjek pada penelitian ini yaitu dua orang ibu postpartum anak pertama. Penelitian ini penting karena postpartum blues syndrome dapat berkembang menjadi depresi postpartum bila tidak tertangani dengan baik, sedangkan postpartum blues syndrome biasanya dianggap sebagai hal wajar karena aktivitas hormon sementara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami postpartum blues yang kemunculannya disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang cenderung berperan dari kedua subjek adalah faktor latar belakang psikososial, dimana kedua subjek kurang mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Faktor lain yang juga mencolok, pada subjek pertama adalah faktor pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan, dan pada subjek kedua merupakan faktor fisik. This study attempted to describe more clearly and deeply about how the postpartum blues syndrome at birth of the first child. This study uses interviews and observation method. Subjects in this study are two mothers after bearing first child. This study is important because postpartum blues syndrome can be postpartum depression if it is not good handled, and postpartum blues syndrome usually believed as a natural condition because of several horon activity. The results of this study indicate that the two mothers experiencing postpartum syndrome its apparition because of some factor. Factors that give an impact from the two subject are the psychosocial factor, where both subjek getting less of support from closest people. The other factor which also strike, at the first subject is the experience of bearing and pregnancy process, and at the second subject are physical factor.
CINDERELLA KOMPLEKS PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Hapsari, Anisa Dwi; Mabruri, Moh. Iqbal; Hendriyani, Rulita
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu unsur kepribadian yang dianggap penting bagi kehidupan manusia dalam kaitannya dengan dunia sekitar. Faktanya, tidak semua perempuan dapat mandiri karena mengalami ketergantungan, takut mandiri, serta mempunyai keinginan yang mendalam untuk dirawat dan dilindungi oleh orang lain. Fenomena ketakutan akan kemandirian ini dikenal dengan istilah cinderella complex. Cinderella complex pada mahasiswi adalah ketergantungan secara psikologis yang ditunjukkan dengan adanya keinginan yang kuat untuk dirawat dan dilindungi orang lain terutama laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sample. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 160 orang, yaitu mahasiswi Universitas Negeri Semarang yang sedang menempuh pendidikan Diploma atau Sarjana yang berumur 16-25 tahun. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket ciri-ciri cinderella complex dan skala cinderella complex. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa cinderella complex pada mahasiswi di Universitas Negeri Semarang berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa ketakutan akan kemandirian yang dialami oleh mahasiswi di Universitas Negeri Semarang tidak terlalu berat. Aspek cinderella complex yang paling menonjol pada mahasiswi di Universitas Negeri Semarang yaitu mengharap pengarahan orang lain dan yang tidak menonjol yaitu tergantung kepada orang lain. Self-reliance is one element of personality that are considered essential for human in relation to the world. In fact, not all women can be independent because of a dependency, fear of self, and having a deep desire to be cared and protected by others. The phenomenon of fear of independence is known as the Cinderella complex. Cinderella complex on female college student is psychological dependence which indicated by a strong desire to be cared and protected by others, especially a men. This research is descriptive quantitative research. The sampling technique use purposive sample. Subjects in this research is 160 people, in Semarang State University student currently studying a Diploma or Bachelor aged 16-25 years old. Data collection tool used was a questionnaire characteristics cinderella complex and cinderella complex scale. The results obtained showed that the cinderella complex at Semarang State University student is in the middle category. This indicates that the fear of independence experienced by the student at the Semarang State University is not too serious condition. Aspect that most prominent is expecting guidance of others and who have the not prominent is dependent on other people.
FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN ORIENTASI SEKSUAL (Studi Kasus Pada Lesbian) Marthilda, Dhea; Mabruri, Moh. Iqbal; Hendriyani, Rulita
Developmental and Clinical Psychology Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Developmental and Clinical Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang faktor-faktor yang menjadi penyebab seseorang memilih orientasi seksual lesbian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus, dengan subjek dua wanita dewasa yang menjadi lesbian. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi lesbian adalah faktor ekonomi, faktor lingkungan sosial, memandang hubungan heteroseksual sebagai hubungan yang tidak menyenangkan, adanya trauma dimasa lalu saat menjalin hubungan dengan pria, dan pernah mengalami pelecehan seksual. This study aims to explain the factors that cause a person choose a lesbian sexual orientation. This research is a qualitative case study, the subject of two adult women who become lesbians. The results showed that the factors that affect a persons being a lesbian is a factor of economic, social environmental factors, view heterosexual relationships as an unpleasant relationship, past trauma while in a relationship with a man, and had experienced sexual harassment.