Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT KABUPATEN DEMAK DI MASA PANDEMIK COVID-19 : RELATIONSHIP BETWEEN ATTITUDES AND KNOWLEDGE LEVELS RELATED TO SELF-MEDICATION BEHAVIOR IN THE PEOPLE OF DEMAK REGENCY DURING THE COVID-19 PANDEMIK Abdur Rosyid; Riska Sendi Aprillia; Farroh Bintang Sabiti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.725

Abstract

Swamedikasi merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan tingkat pengetahuan terkait perilaku swamedikasi pada masyarakat kabupaten demak di masa pandemik Covid-19. metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 422 responden. Analisis statistik yang digunakan yakni uji. Uji Chi-Square. Uji statistik chi-square dalam penelitian ini diperoleh hasil nilai p 0.000 (p<0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat kabupaten demak terkait swamedikasi di masa pandemik Covid-19. Dilihat dari hasil penelitian dan pertimbangan selama melaksanakan penelitian, peneliti berharap agar dilakukannya penelitian dengan cakupan yang lebih luas mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi kepada masyarakat pasca masa pandemik Covid-19. Serta perlu dilakukannya kebijakan kesehatan terkait tindakan swamedikasi dengan melihat kategori pengetahuan dan perilaku yang cukup perlu adanya edukasi ke masyarakat dari dinas kesehatan atau tenaga kesehatan dengan melakukan pengabdian masyarakat terkait swamedikasi dan penggunaan obat yang rasional dengan tepat kepada masyarakat kabupaten demak. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Covid-19. 
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN TERKAIT PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT KABUPATEN DEMAK DI MASA PANDEMIK COVID-19 : RELATIONSHIP BETWEEN ATTITUDES AND KNOWLEDGE LEVELS RELATED TO SELF-MEDICATION BEHAVIOR IN THE PEOPLE OF DEMAK REGENCY DURING THE COVID-19 PANDEMIK Abdur Rosyid; Riska Sendi Aprillia; Farroh Bintang Sabiti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.725

Abstract

Swamedikasi merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan tingkat pengetahuan terkait perilaku swamedikasi pada masyarakat kabupaten demak di masa pandemik Covid-19. metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 422 responden. Analisis statistik yang digunakan yakni uji. Uji Chi-Square. Uji statistik chi-square dalam penelitian ini diperoleh hasil nilai p 0.000 (p<0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat kabupaten demak terkait swamedikasi di masa pandemik Covid-19. Dilihat dari hasil penelitian dan pertimbangan selama melaksanakan penelitian, peneliti berharap agar dilakukannya penelitian dengan cakupan yang lebih luas mengenai hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku swamedikasi kepada masyarakat pasca masa pandemik Covid-19. Serta perlu dilakukannya kebijakan kesehatan terkait tindakan swamedikasi dengan melihat kategori pengetahuan dan perilaku yang cukup perlu adanya edukasi ke masyarakat dari dinas kesehatan atau tenaga kesehatan dengan melakukan pengabdian masyarakat terkait swamedikasi dan penggunaan obat yang rasional dengan tepat kepada masyarakat kabupaten demak. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Covid-19. 
Skrining Formulasi Sediaan Hair Tonic dari Ekstrak Buah Delima (Punica granatum L.) Sebagai Penumbuh Rambut Farroh Bintang Sabiti; Nur Putri Oktaviana
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 5 No 01 (2026): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v5i01.8054

Abstract

Physical characterization is essential to ensure the quality, stability, and usability of herbal hair tonic formulations. However, information regarding the effect of pomegranate (Punica granatum L.) extract concentration on the physical characteristics of hair tonic remains limited. Objective: This study aimed to evaluate the physical characteristics of pomegranate extract hair tonic, determine the effect of extract concentration on its physical quality and identify the optimum formulation. Methods: An experimental laboratory study was conducted using six formulations consisting of one control and five formulations containing 2%, 2.5%, 3%, 3.5%, and 4% pomegranate extract. Physical evaluations included organoleptic properties, homogeneity, pH, viscosity, weight, and stability using the cycling test. Data were analyzed using one-way ANOVA. Results: All formulations exhibited good organoleptic properties, homogeneous appearance, and satisfactory physical stability after the cycling test. The pH values ranged from 4.70 to 5.20, while all viscosity values were below 5 cP. Statistical analysis demonstrated that extract concentration significantly affected pH, viscosity, and weight (p < 0.05). The formulation containing 4% pomegranate extract showed the best overall physical characteristics. Conclusion: Pomegranate extract was successfully formulated into a stable hair tonic with acceptable physical characteristics. The 4% extract formulation demonstrated the most favorable physical quality and stability.