Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Essential Knowledge Kemasan Bubuk Kopi KSU Buah Ketakasi Kecamatan Silo Kabupaten Jember Rachmat Udhi Prabowo; Dyah Ayu Nugraheni; Djoko Soejono; Ariq Dewi M.; Julian Adam R.
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i2.1869

Abstract

The power of packaging design greatly influences purchasing decisions because unique packaging designs appeal to consumers. In general, the purpose of this activity is to provide training on the importance of coffee product packaging for the sustainability of the Ketatasi Fruit KSU business unit so that it can compete with similar products produced by different companies, with specific objectives: (1) To increase the management's understanding of Ketatasi Fruit KSU's role in packaging in the KSU Ketatasi Fruit ground coffee business; (2) To increase the knowledge of KSU Buah Kettasi managers about the functions, types, and uses of KSU Ketatasi ground coffee product packaging; and (3) To introduce tips on choosing packaging for ground coffee products at KSU Buah Ketaka. Results of the activities (1) The purpose of packaging is to maintain the aroma and taste of ground coffee both when distributed to consumers and when sold in shops, both in traditional markets and supermarkets. Same as long as the user is holding it. If the coffee is not packaged properly, the freshness, smell, and taste of the ground coffee will suffer after a week or two. The durability of ground coffee during packaging is influenced by several factors, namely storage conditions (ambient temperature), degree of roasting, ground coffee moisture content, fineness of the powder, and oxygen content of the packaging. (2) Good packaging materials should have the following characteristics: low water vapor permeability, low oxygen permeability, low aroma and odor permeability, carbon dioxide gas permeability, good oil resistance, etc., good scratch and tear resistance, and be easy and cheap to get.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOLABORATIF BERSAMA KOMUNITAS ECO ENZYME NUSANTARA MELALUI PEMBUATAN ECO ENZYME SEBAGAI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK Rachmat Udhi Prabowo; Kuni Zu’aimah B; Afrida Wardani; Habibie Z.F; Geenza Devis F; Jasmine A.S; Fika Firdaus; Miftahul Z; Purwanto; Dwi Sinta M
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.225

Abstract

Indonesia adalah satu negara terpadat di dunia. Jumlah penduduk yang besar akan mempengaruhi jumlah sampah. Sampah adalah sisa limbah dari produk dan barang yang sudah tidak terpakai lagi, tetapi dapat didaur ulang menjadi barang berharga. Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari sisa organisme yang dapat dengan mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah pengelolaan sampah organik yang lebih efektif yaitu dengan membuatnya menjadi Eco Enzyme. Hal ini dengan melakukan pembuatan Eco Enzyme di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember yang bertujuan mengurangi sampah dapur dan menjadikannya pupuk tanaman dan obat PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Metode pemberdayaan yang dilakukan dalam pembuatan Eco Enzyme ini yaitu sosialisasi, demonstrasi dan pendampingan. Hasil pemberdayaan yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember dalam pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme sangat bermanfaat sekali khususnya dalam mengurangi resiko negatif dari sampah dan sebagai upaya pencegahan dalam penyebaran penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
Rekontruksi Bisnis dan Aplikasi Lean Manufacturing Terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Desa Mengok Bondowoso Mohammad Ubaidillah; Rachmat Udhi Prabowo; Ika Purnamasari; Ahmad Sauqi; Rio Wahyurizqy Ramadhan; Mochamad Reyges Segara
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.896

Abstract

egiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, dengan tujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan dan manajemen operasional produksi pada dua Kelompok Usaha Bersama (KUB), yaitu KUB Kartika Jaya dan KUB Mengok Jaya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya struktur organisasi, belum tersusunnya dokumen kelembagaan formal seperti AD/ART, lemahnya pembagian tugas, serta belum tertatanya alur produksi arang bambu dan briket. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, wawancara informan kunci, Focus Group Discussion, sosialisasi kelembagaan, pelatihan manajemen operasional, serta simulasi penerapan prinsip lean production. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan pengukuran pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman yang jumlahnya adalah 50 Peserta. Terdiri dari peningkatan pemahaman peserta pada aspek kelembagaan, legalitas, tata kelola, partisipasi, dan administrasi. Selain itu, peserta mampu menyusun rancangan struktur organisasi, pembagian tugas, jadwal kerja mingguan, sistem rotasi tenaga kerja, serta alur produksi yang lebih efisien.Rekomendasi perbaikan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, dengan tujuan memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan efisiensi manajemen operasional produksi pada KUB Kartika Jaya dan KUB Mengok Jaya. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan kelembagaan ekonomi desa dan pengembangan model usaha arang bambu yang lebih terorganisasi, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.