Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUJIAN KANDUNGAN HISTAMIN PRODUK OLAHAN GROUND MEAT IKAN TUNA BEKU EKSPOR AMERIKA DI PT. YAKIN PASIFIK TUNA LAMPULO Uswatun Hasanah; Fitra Ramadhani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2859

Abstract

Histamine is one of the problems in the Indonesian tuna industry.  Standard histamine levels in export destination countries, namely the European Union and America, are related to optimal temperature standards for handling tuna which can maintain histamine levels in tuna within safe limits for consumption.  Frozen tuna from Aceh which is exported to America, one of which comes from PT Yakin Pasifik Tuna Lampulo.  The purpose of this research is to see whether the raw material for frozen tuna produced by PT.  Confident that Pacific Lampulo which will be exported to America is of good quality.  The test parameters used were checking spinal temperature, testing for histamine and organoleptic content in accordance with SNI 2729:2013.  The results of the study showed that the raw material for frozen tuna had a spine temperature of less than 4oC, the histamine content of the 7 samples averaged below 1 ppm.  Organoleptic testing of raw materials (appearance) of 7 samples has an average value not lower than number 7. The raw material for frozen tuna from PT Yakin Pasifik Tuna  Lampulo is a raw material that is classified as very good quality. INTISARIHistamin merupakan salah satu masalah di industri tuna Indonesia. Standar kadar histamin di negara tujuan ekspor yaitu Uni Eropa dan Amerika terkait dengan standar suhu optimal penanganan ikan tuna yang dapat menjaga kadar histamin ikan tuna dalam batas aman untuk dikonsumsi. Tuna beku asal Aceh yang diekspor ke Amerika, salah satunya berasal dari PT Yakin Pasifik Tuna Lampulo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah bahan baku tuna beku yang diproduksi oleh PT. Yakin bahwa Pacific Lampulo yang akan diekspor ke Amerika memiliki kualitas yang baik. Parameter uji yang digunakan adalah pemeriksaan suhu tulang belakang, pengujian kandungan histamin dan organoleptik sesuai dengan SNI 2729:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku tuna beku memiliki suhu tulang belakang kurang dari 4oC, kandungan histamin dari 7 sampel rata-rata di bawah 1 ppm. Pengujian organoleptik bahan baku (penampilan) 7 sampel memiliki nilai rata-rata tidak lebih rendah dari angka 7. Bahan baku tuna beku dari PT Yakin Pasifik Tuna Lampulo merupakan bahan baku yang tergolong kualitas sangat baik 
Analisis Respon Guru dan Siswa terhadap Kondisi Sarana-Prasarana Terbatas: Studi Responsif di SD Inpres Tello III Fitra Ramadhani; Andi Nabilah Fadilah; Muh. Cipta Dermawan; Rifani Aulia; Emi Rahma; Yusuf, Nuraini; Dariyono
Edutechno : Educational Technology Journal Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 01 Nomor 02 (Desember 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edutechno.v1i02.479

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons guru dan siswa terhadap kondisi fasilitas belajar yang terbatas dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SD Inpres Tello III Makassar. Keterbatasan muncul akibat meningkatnya jumlah siswa sehingga musala dialihfungsikan sebagai ruang belajar alternatif bagi kelas V, dengan pencahayaan dan ventilasi terbatas serta penggunaan karpet dan meja lipat sebagai sarana utama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Model Evaluasi Responsif Robert E. Stake. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan kepala sekolah, 3 guru, dan 23 siswa, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian data, dan verifikasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merespons keterbatasan fasilitas secara adaptif melalui pemanfaatan media sederhana, variasi metode pembelajaran, serta pengelolaan kelas yang fleksibel untuk menjaga keterlibatan siswa. Siswa juga menunjukkan respons positif berupa antusiasme, kenyamanan belajar, dan kemampuan beradaptasi meskipun ruang belajar kurang ideal. Kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah memungkinkan pembelajaran tetap berjalan efektif dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian menyimpulkan bahwa kreativitas pedagogis dan kerja sama menjadi faktor penting dalam mengatasi keterbatasan fasilitas serta mendukung strategi pembelajaran adaptif di sekolah dengan kondisi serupa.