liana novita
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN PERSONAL HYGIENE WITH LEPROSY AT MANGHUHARJO AND NGEGONG HEALTH CENTER liana novita; Retno Widiarini; Avicena Sakufa
coba Vol 11 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i2.464

Abstract

Pendahuluan: Kusta merupakan penyakit menular yang dapat menyerang kulit, yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Kusta merupakan penyakit infeksius dengan waktu inkubasi yang panjang sampai bertahun-tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kusta di Puskesmas Manguharjo dan Ngegong. Metodologi: Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita kusta periode Januari – Desember 2021 yaitu 26 responden kasus dan 26 responden kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independent yaitu kebiasaan mandi (p-value = 0,026), kebiasaan meminjam handuk (p-value = 0,006), kebiasaan mencuci tangan dan kaki (p-value = 0,012) terhadap kejadian penyakit kusta. Diskusi: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan mandi, kebiasaan meminjam handuk, kebiasaan mencuci tangan dan kaki terhadap kejadian penyakit kusta di Puskesmas Manguharjo dan Ngegong. Saran bagi Puskesmas yaitu perlu adanya sosialisasi mengenai cara pencegahan dan pengobatan penyakit kusta serta pemberian edukasi mengenai stigma masyarakat bahwa penyakit kusta bukan penyakit yang menyeramkan Kata Kunci: penyakit kusta, personal hygiene, Mycobacterium leprae.
SINERGI PROGRESIVISME DAN ESENSIALISME DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN: INTEGRASI NILAI, INOVASI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA Salman Ahyani; Qurrota Akyunin; Amril; Liana Novita
KHULUQ: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Nurul Yaqin Annaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan di era modern menuntut adanya pembaruan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan peserta didik. Namun demikian, pembaruan tersebut tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi utama pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Tantangan ini semakin relevan seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan kemandirian belajar, kreativitas, pembelajaran bermakna, serta penguatan karakter peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan landasan filosofis yang mampu menjembatani tuntutan modernitas dengan nilai-nilai keislaman yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengintegrasikan dua aliran filsafat pendidikan, yaitu progresivisme dan esensialisme, dalam kerangka pendidikan Islam, serta menelaah relevansinya terhadap penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui penelaahan berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progresivisme sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada peserta didik, pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis proyek. Sementara itu, esensialisme berperan penting dalam menjaga nilai-nilai fundamental Islam seperti akhlak, disiplin, tanggung jawab, serta penguasaan pengetahuan pokok. Integrasi kedua aliran ini menciptakan keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai, sehingga mampu melahirkan model pembelajaran pendidikan Islam yang dinamis, relevan dengan zaman, dan berakar kuat pada nilai spiritual Islam
INTEGRASI AGAMA DAN SAINS PERSPEKTIF NIDHAL GUESSOUM: KRITIK TERHADAP PARADIGMA I'JAZ ILMI AL-QUR’AN Muhammad Yandi; Fitya Nida Khofiyya; Amril M; Liana Novita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48111

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Nidhal Guessoum mengenai integrasi agama dan sains serta kritiknya terhadap paradigma I'jaz Ilmi Al-Qur’an. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perdebatan panjang mengenai hubungan agama dan sains, khususnya dalam pemikiran Islam kontemporer. Sebagian kalangan memandang agama dan sains sebagai dua hal yang bertentangan, sedangkan sebagian lainnya berupaya membangun hubungan yang harmonis antara keduanya. Nidhal Guessoum hadir sebagai salah satu pemikir Muslim modern yang menawarkan jalan tengah melalui pendekatan rasional, kritis, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan karya-karya Guessoum dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guessoum memandang agama dan sains sebagai dua bidang yang dapat saling melengkapi. Menurutnya, sains berfungsi memahami alam semesta melalui metode ilmiah, sedangkan agama memberikan nilai moral dan spiritual bagi kehidupan manusia. Guessoum juga mengkritik paradigma I'jaz Ilmi yang cenderung memaksakan ayat-ayat Al-Qur’an agar sesuai dengan teori-teori sains modern. Menurutnya, pendekatan tersebut memiliki kelemahan metodologis dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap fungsi Al-Qur’an maupun hakikat sains. Sebagai alternatif, ia menawarkan dialog yang seimbang antara wahyu dan akal tanpa saling mendominasi. Dengan demikian, pemikiran Guessoum relevan sebagai dasar pengembangan hubungan harmonis antara agama dan sains di era modern.