p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PHARMACON
STENLY KOMANSILAN
UNIVERSITAS TRINITA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK DAGING BUAH PISANG GOROHO MERAH ( Musa acuminata Colla L) SEBAGAI KANDIDAT OBAT HERBAL FEBRINDAH ESTER TAMBALEAN; ROLEF RUMONDOR; STENLY KOMANSILAN; HENDRA PRATAMA MALIANGKAY
PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.47591

Abstract

Pisang goroho merupakan jenis tanaman endemik Sulawesi Utara. Pisang goroho sering digunakan masyarakat secara empiris sebagai bahan makanan tambahan / pokok bagi orang yang menderita penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fitokimia dan menentukan gugus fungsi senyawa dari ekstrak etanol 96% pisang goroho merah. Preparasi sampel dipotong dari bagian sisir pisangnya, kemudian dipotong kedua ujung pangkal kulit buah pisang goroho dan di potong-potong buah dan dikeringkan. Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia dilakukan dengan analisis alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Berdasarkan hasil dari penapisan fitokimia bahwa ekstrak etanol pisang goroho merah mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin.. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% pisang goroho merah memiliki kemampuan baik sebagai kandidat obat herbal
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK KULIT BUAH ALPUKAT (Persea americana MILL) SEBAGAI OBAT TRADISIONAL HINDANG SANCE KAEMPE; STENLY KOMANSILAN; ROLEF MALIANGKAY; ROLEF RUMONDOR
PHARMACON Vol. 12 No. 2 (2023): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.12.2023.47593

Abstract

Kulit buah alpukat saat ini masih menjadi limbah yang belum banyak digunakan oleh masyarakat. Kulit buah alpukat memiliki kandungan senyawa flavonoid dan quersetin yang tinggi sehingga kulit buah alpukat bersifat sebagai obat tradisional, oleh karena itu diperlukan informasi ilmiah tentang kandungan kimia dan efek samping yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia dari ekstrak etanol kulit buah alpukat. Ekstrasi dilakukan secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Tahapan penelitian ini meliputi pengujian fitokima yaitu alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokimia, kulit buah alpukat diketahui mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, yaitu alkaloid, triterpenoid, tanin, flavonoid dan saponin sebagai kandidat obat tradisional.