Ridhayani Adiningsih
Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smoking-Related Behavior and Motivation to Quit Smoking Among Engineering Students at Universitas Pejuang Republik Indonesia Juherah Juherah; Ridhayani Adiningsih; Erlani Erlani; Fajar Akbar; Erwinda Alwi Rachman
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 12 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v12i1.1921

Abstract

Smoking prevalence among Indonesian university students remains alarmingly high, particularly among male students in engineering faculties; however, empirical evidence on the behavioral determinants of cessation motivation in this population is limited. Understanding the interplay between health knowledge, attitudes, and cessation-related actions is critical for designing evidence-based smoking cessation programs tailored to the university context. This study aimed to analyze the relationship between smoking-related behavior (knowledge, attitudes, and actions) and motivation to quit smoking among engineering students at Universitas Pejuang Republik Indonesia. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted. A total of 105 active smokers were recruited through purposive sampling from the Faculty of Engineering. Data were collected using a researcher-developed structured questionnaire comprising 40 Likert-scale items across four domains (knowledge, attitudes, actions, and motivation to quit). The instrument was validated through pilot testing (n=30) and demonstrated good internal consistency (Cronbach’s alpha: 0.78–0.85). Bivariate analysis was performed using chi-square tests and Fisher’s exact test with a significance level of α=0.05. The majority of respondents demonstrated good knowledge (96.19%), positive attitudes (92.38%), positive actions (77.14%), and high motivation to quit smoking (84.76%). Statistically significant associations were observed between motivation to quit smoking and knowledge (p=0.045; OR=4.89), attitudes (p=0.037; OR=5.23), and actions (p=0.044; OR=2.87). All three behavioral components were significantly associated with motivation to quit smoking. Attitudes demonstrated the strongest association, suggesting that university-based smoking cessation programs should prioritize attitude-modification strategies, such as motivational interviewing and peer support groups, complemented by behavioral skills training and smoke-free campus policies.
Gambaran Personal Hygiene Peserta Didik di Sekolah Dasar Inpres Rimuku Tahun 2025 Putri ayu lestari; Agus Erwin Ashari; Ridhayani Adiningsih; Abdul Ganing
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jklm.v4i2.2188

Abstract

Personal hygiene merupakan upaya perawatan diri yang bertujuan untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologis sehingga memberikan rasa nyaman dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku peserta didik di SD Inpres Rimuku Kec.Mamuju Kab.Mamuju Sulawesi Barat, tentang personal hygiene. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner.Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Rimuku Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung dari Februari hingga Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1V dan kelas V sebanyak 228 siswa, dan sampel yang diperole sebanyak 197 siswa yang hadir pada saat penelitian. Sebagian besar peserta didik memiliki pengetahuan yang baik tentang personal hygiene, dan bersikap positif dan juga menunjukkan tindakan yang baik. Ketersediaan fasilitas sanitasi seperti penyediaan air bersih, kamar mandi/jamban, SPAL, pengolahan sampah, kebersihan dapur/ sekolah, sudah tersedia, namun masih ada yang tidak tersedia. Kesimpulan adalah tingkat pengetahuan, sikap ,dan tindakan Personal hygiene peserta didik di SD Inpres Rimuku secara umum tergolong baik, tetapi masih diperluhkan perhatian siswa yang kurang memamhaminya dengan menerapan perilaku hidup bersih. Fasilitas sanitasi sebagian besar sudah terpenuhi, hal ini menunjukkan bahwa fasilitas yang lebih baik diperluhkan untuk menciptakan lingkunan sekolah yang lebih cepat sehat. Disarankan siswa selalu menjaga kebersihan diri secara mandiri, dan pihak sekolah memberikan edukasi rutin kepada siswa tentang pentingnya personal hygiene dan kebersihan lingkugan