Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dampak Pandemi Covid-19 Dan Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Di Indonesia Muhammad Ayyub Syamsul
Simpati Vol. 1 No. 1 (2023): Januari :Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.2 KB) | DOI: 10.59024/simpati.v1i1.70

Abstract

The presence of the Covid-19 pandemic has raised problems in Indonesia's education world. The policy to implement fruitful learning from home is a challenge in carrying out effective learning. An overview of learning in the era of the covid pandemic can be seen from the learning at the end of the 2019/2020 school year from various surveys conducted. The existence of simple online learning and learning that emphasizes giving assignments makes students experience learning boredom. Teacher creativity in carrying out solutive learning is needed through online learning with various complex platforms and offline learning.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemetaan Lahan Petani Pala di Kabupaten Fakfak Dessy Eka Kuliahsari; Reski Rahman Sriwijaya; Muhammad Ayyub Syamsul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1172

Abstract

Indonesia is one of the world's largest producers and exporters of nutmeg seeds and mace. The main markets for Indonesia's nutmeg exports are Vietnam, the United States, the Netherlands, Germany, and Italy. Nutmeg is a superior commodity for the Fakfak community and has great potential to continue to be developed. However, the potential development still needs to be improved. The problem is that there needs to be a village potential map which causes potential village management to be hampered. The solution to this problem is necessary to map the land of nutmeg farmers. The purpose of this community service is to obtain a map of the distribution of nutmeg in the Fakfak district. This community service method includes preparation, data collection directly on farmers' land, making distribution maps, and sharing nutmeg distribution maps. Preparation includes the division of regions and teams as well as data collection. Data retrieval is done directly to get accurate coordinates. Making maps using experts based on the coordinate points obtained. Distribution map sharing is given to partners and related agencies. The results are the output map of the distribution of nutmeg in the districts of Fakfak Regency. Community service activities need to be continued because they can optimize the potential of Fakfak Regency.
Pemahaman Masyarakat terhadap Konsumsi Makanan Halal: Studi Kualitatif di Kampung Tanama Kabupaten Fakfak Muhammad Ayyub Syamsul; Dessy Eka Kuliahsari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat Kampung Tanama, Kabupaten Fakfak, terhadap konsumsi makanan halal, dimana merupakan isu penting dalam kehidupan umat Islam, karena menyangkut keimanan, kesehatan, dan kepatuhan terhadap syariat. Dalam konteks masyarakat kampung, pemahaman terhadap halal dan haram sering kali dipengaruhi oleh tradisi, kebiasaan turun-temurun, serta keterbatasan informasi dan akses produk halal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode wawancara dan observasi yang melibatkan tokoh agama, masyarakat, serta pedagang makanan di Kampung Tanama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat masih beragam; sebagian memahami halal sebatas tidak mengandung babi dan alkohol, sementara aspek lain seperti proses penyembelihan, kebersihan, dan kehalalan bahan tambahan pangan kurang dipahami. Faktor-faktor penentu tingkat pemahaman meliputi pendidikan agama, sosialisasi dari lembaga keagamaan, dan keterbatasan akses informasi serta produk makanan bersertifikat halal. Masyarakat tetap berkomitmen pada konsumsi halal sebagai bagian dari identitas dan ketaatan beragama, meski menghadapi kendala praktis di lapangan. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya peningkatan literasi halal melalui pendekatan berbasis komunitas dan integrasi nilai-nilai halal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, bersamaan dengan upaya meningkatkan ketersediaan produk halal yang sesuai standar kehalalan dan keamanan pangan.
Pengembangan Buku Saku Digital Android Menggunakan Model Addie Pada Pembelajaran PAI Muhammad Ayyub Syamsul; Dessy Eka Kuliahsari
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i3.7677

Abstract

Latar belakang: Perkembangan teknologi digital di perguruan tinggi menuntut adanya media pembelajaran yang inovatif dan mudah diakses, khususnya pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang berperan dalam pembentukan karakter mahasiswa. Namun, keterbatasan bahan ajar yang terstruktur masih menjadi kendala dalam mendukung pembelajaran yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku digital berbasis Android menggunakan model ADDIE pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Politeknik Negeri Fakfak. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan media pembelajaran yang inovatif, fleksibel, dan mudah diakses guna meningkatkan keterlibatan serta pemahaman mahasiswa terhadap materi perkuliahan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa aplikasi buku saku digital yang dapat dioperasikan melalui perangkat Android. Hasil:  Hasil uji coba menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinilai layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Mahasiswa menunjukkan peningkatan keterlibatan serta kemudahan dalam mengakses materi secara mandiri. Kesimpulan: Dengan demikian, buku saku digital berbasis Android ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi vokasi.
Edukasi Kesalahan dalam Praktik Shalat Berjamaah di Masjid Al-Aqsa Kabupaten Fakfak Muhammad Ayyub Syamsul; Dessy Eka Kuliahsari
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.26156

Abstract

Masih ditemukannya berbagai kesalahan dalam praktik shalat berjamaah di tengah masyarakat, seperti ketidaktepatan posisi saf, kekeliruan sikap makmum ketika imam lupa tasyahud awal, serta kurangnya pemahaman mengenai tata cara mengikuti imam, menunjukkan perlunya edukasi fiqih yang lebih aplikatif di lingkungan masjid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai tata cara shalat berjamaah sesuai tuntunan fiqih Islam. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Aqsa Kabupaten Fakfak dengan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah edukatif, pemutaran video pembelajaran, diskusi interaktif, dan tanya jawab berbasis kasus-kasus fiqih yang sering ditemui di masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan melibatkan 24 orang jamaah yang terdiri atas pengurus masjid dan jamaah umum. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berupa 10 soal pilihan ganda serta survei kepuasan peserta pada akhir kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 45 pada pre-test menjadi 88 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,78 yang termasuk kategori tinggi. Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa 92% peserta menyatakan sangat puas terhadap manfaat materi yang diberikan, sedangkan lebih dari 85% peserta menyatakan sangat puas terhadap aspek kesesuaian materi, kejelasan penyampaian, metode pelaksanaan, media pembelajaran, dan pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi fiqih berbasis ceramah, media video, dan diskusi interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman jamaah mengenai praktik shalat berjamaah serta meningkatkan kualitas edukasi keagamaan di lingkungan masjid