Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Dampak Lingkungan Pengolahan Limbah Fly Ash dan Bottom Ash dengan Metode Siklus Daur Hidup (Life Cycle Assessment/LCA) di Industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Madah Maria; Eka Masrifatus Anifah; Andika Ade Indra Saputra; Adrian Gunawan; Ahmad Ibnu Arobi
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 3 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.664 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i3.761

Abstract

PLTU Teluk Balikpapan with a 2 x 110 MW capacity generated fly ash and bottom ash as its waste. The waste was treated by backfilling on open land or called a landfill. The landfill was not effective because it required a large area to accommodate the waste. This research aimed to analyze waste treatment's environmental impact and identify the best scenario from three fly ash and bottom ash treatment options. The first scenario was the existing treatment that used landfill, the second was utilization into paving blocks, and the third was utilization into compost. The method in this research used Life Cycle Assessment (LCA) method. The LCA stages referred to ISO 14040 of 2006 which consists of objectives and scope, inventory analysis, impact analysis, and interpretation. The results of the analysis of the contribution of impacts on the environment with Scenario 1 obtained three impacts with the highest value, namely natural land transformation with a value of 15.8 then climate change with a value of 9.5, and particulate matter formation with a value of 6.8. Furthermore, the calculation shows that the best scenario for fly ash and bottom ash waste treatment was scenario 3: processing into compost.
Analisis Penurunan Konsentrasi Logam Besi (Fe) Pada Minyak Pelumas BekasMenggunakan Metode Acid Clay Treatment dengan Substitusi Bentonit SebagaiAdsorben Simatupang Rudolf Kevin; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Adrian Gunawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dapat meningkatkan angka kebutuhan transportasi mobil sehingga jumlah pelumas bekas juga meningkat. Kandungan logam Fe pada pelumas bekas dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentonit yang berperan sebagai adsorben pada metode acid clay treatment terhadap penurunan kadar logam besi (Fe) pada minyak pelumas bekas. Metode yang digunakan adalah acid clay treatment terhadap pelumas bekas. Pada penelitian ini menggunakan asam sulfat (H2SO4) 2 M dengan variasi volume 5 ml, 10 ml, dan 15 mlserta variasi massa adsorben bentonit 50 g, 60 g, dan 70 g. Karakterisasipelumas bekas mencakup parameter kadar logam besi (Fe), viskositas kinematik pada suhu 40°C dan 100°C, specific gravity, kadar air, danwarna. Hasil dari penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar logam besi (Fe) pada pelumas bekas dengan efisiensi penurunan optimal sebesar 63,84% seperti pada variasi E dengan campuran 10 ml H2SO4 dan 60 g bentonit. Adapaun hasil uji pada setiap parameter yaitu kadar logam besi (Fe)berada pada 26,487-52,91 ppm. Parameter viskositas kinematik pada suhu 40°C dan 100°C masing-masing berada pada 83,34-89,45 cSt dan 11,46- 12,52 cSt. Kemudian nilai parameter specific gravity berada pada 0,837-0,856. Pada nilai parameter kadar air berada pada 0,23-1,45%. Parameter warna berada pada tingkat D8,0 (too dark).
Analisis Penurunan Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) Pada Limbah Berbahaya dan Beracun Pelumas Bekas Menggunakan Metode Acid Clay Treatment dengan Substitusi Bentonit Sebagai Adsorben Yehezkiel Wijaya Oey; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Adrian Gunawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelumas bekas merupakan limbah B3 dari proses gesekan mesin yang tercampur dengan zat pengotor sehingga tidak dapat digunakan kembali tanpa pengolahan lebih lanjut. Minyak pelumas bekas mengandung kontaminan logam berat, salah satunya logam berat timbal. Timbal yang terkandung dalam minyak pelumas bekas yang bersifat racun dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan bentonit sebagai adsorben pada perlakuan acid clay untuk menurunkan konsentrasi logam berat Timbal (Pb) pada minyak pelumas bekas. Metode Acid Clay Treatment menggunakan asam kuat sebagai pelarut utama, kemudian dilanjutkan dengan menambahkan bentonit dalam penelitian ini sebagai pengikat atau adsorben. Asam kuat yang digunakan adalah asam sulfat (H2SO4) 2 M dengan variasi volume 5, 10, 15 ml dan clay yang digunakan sebagai adsorben adalah bentonit dengan variasi massa sebesar 50 g, 60 g, dan 70 g. Setelah dilakukan penelitian, didapatkan kondisi optimum penurunan kadar logam berat timbal (Pb) sebesar 100 % dengan variasi (10 ml H2SO4 dan 70 gram bentonit). Adapun parameter karakteristik minyak pelumas lain yang dihasilkan yaitu: viskositas kinematik 40°Csebesar 80,96 cSt; viskositas kinematik 100°C sebesar 11.82 cSt; specific gravity sebesar 0,888; kadar sebesar 0.06 % dan warna yang dihasilkan adalah D 8.0.