Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian di berbagai negara. Indonesia saat ini berada pada posisi 7 dengan DM di dunia, dengan jumlah sebanyak 10 juta jiwa. Prevalensi Diabetes melitus di Aceh telah berjumlah 184,527 penderita. Tujuan dari Karya Ilmiah Akhir ini untuk melaksanakan asuhan keperawatan dengan masalah Diabetes melitus pada Lansia. Hasil pengkajian didapatkan Ny. Z sudah menderita diabetes melitus selama 10 tahun, sering mengeluh haus, setiap malam selalu terbangun untuk BAK 6 kali dan mengeluh kebas pada kedua kakinya. Didapatkan masalah keperawatan ketidakstabilan glukosa darah, manajemen kesehatan tidak efektif dan resiko jatuh. Implementasi utama pada diagnosa ketidakstabilan glukosa darah yaitu pemberian edukasi mengenai konsep diabetes melitus dan pengenalan ubi jalar ungu rebus sebagai terapi dalam menurunkan kadar gula darah. Hasil evaluasi terjadi penurunan KGDS sebanyak 24 mg/dl pada Ny. Z setelah mengonsumsi ubi jalar ungu rebus selama dua hari. Pada hari ketiga terjadi peningkatan KGDS dikarenakan Ny. Z mengkonsumsi kuah daging sehingga pada hari itu perawat berinisiatif melakukan pengecekan kadar gula darah sebelum dan sesudah makan ubi jalar ungu rebus. Sebelum makan ubi jalar ungu kadar gula darah Ny. Z adalah 250 mg/dl, setelah makan ubi jalar ungu menjadi 243 mg/dl, dengan penurunan KGDS sebanyak 7 mg/dl. Disarankan kepada lansia dan keluarga agar dapat melanjutkan terapi non-farmakologi ubi jalar ungu rebus ini secara mandiri.