Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Social Realism Project on Brings Back Knowledge into Curriculum Policy Making Subkhan, Edi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 8 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v8i2.46023

Abstract

The significant change in curriculum policy shifts the orientation of how to develop the curriculum no longer based on subject-matter but prioritizes competency as a basis. In Indonesia, for example, in 2004 the government officially issued a new curriculum policy called Competency-based Curriculum in which emphasizes competency or skills as the most important things that the students should gain. According to Priestley and Biesta (2013), this phenomenon is common throughout the world, not only in Indonesia but also in Scotland, UK, Australia, New Zealand, and many more. Curriculum that emphasizes more on skills or competencies than knowledge gained much criticism from many scholars. One of the most prominent criticisms comes from scholars’ groups who hold strongly social realism as an epistemological foundation. They have a vision to bring back the knowledge into curriculum policy making, because the imbalance of the curriculum more on skills will lead the students to lose the aims, purposes, and direction of education they got involved in. Amidst this issue, Barrett and Rata (2014) published an edited book comprising several articles under the spirit of bringing back knowledge into the curriculum.
Index & Acknowledgement Subkhan, Edi
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 8 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
IDEOLOGI, KEKUASAAN, DAN PENGARUHNYA PADA ARAH SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA (1950-1965) Subkhan, Edi
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedagogi kritis memandang bahwa pendidikan tidak lepas dari kekuasaan dan kepentingan politik. Oleh karena itu banyak pedagog kritis mengatakan bahwapendidikan tidak netral bagi siswa yang sedang belajar dan mengasah kompetensinya di lembaga-lembaga pendidikan. Pendidikan merupakan arena pertarungan banyak kekuatan, kepentingan politik, dan ideologi. Berdasarkan asumsi tersebut artikel ini menggambarkan sejarah bagaimana ideologi-ideologi dalam wujud kekuasaan dan kepentingan politik mengarahkan sistem pendidikan nasional Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan sejarah artikel ini fokus pada periode 1950 hingga 1965 dan menyimpulkan bahwa rezim yang berkuasa waktu itu dan perubahan orientasi ideologis dari masa demokrasi liberal menuju demokrasi terpimpin sangat memengaruhi visi dan arah pendidikan, terutama pada kebijakan pendidikan, perubahan kurikulum, dan pendekatan pembelajaran. Dengan kata lain, pada waktu itu banyak kepentingan politik, kekuasaan, dan basis ideologis berperan sangat besar dalam mengarahkan ulang tujuan sistem pendidikan nasional Indonesia dari Kanan ke Kiri dan sebaliknya dari atas ke bawah.
The tension between national and international interest in curriculum policymaking: an Indonesian higher education experience Subkhan, Edi; Budiyono, Budiyono; Johan, Riche Chyntia
Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Vol 10 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcets.v10i2.74305

Abstract

This article critically examines the Indonesian higher education curriculum policymaking officially issued by the government in 2020. Employing the framework of critical policy analysis, we scrutinize the manual of curriculum policymaking and its associated influential documents that have significantly shaped Indonesian higher education. Our analysis reveals a tension between national and international interests in curriculum policymaking. This tension, and the resulting overlap of these interests, has given rise to several issues, notably the deterioration of the academic and democratic climate on campuses due to academic humiliation and intervention, overload curriculum design, a curriculum that prioritizes skills over knowledge, and strict control over curriculum. Furthermore, the inflexible and overloaded curriculum design has resulted in challenges during implementation. This suggests that the policy exhibits a limited potential to empower graduates to effectively serve both national and international interests. Abstrak Artikel ini mengkritik pembuatan kebijakan pengembangan kurikulum untuk perguruan tinggi di Indonesia yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah pada tahun 2020. Dengan menggunakan kerangka analisis kebijakan kritis, peneliti memfokuskan mengkaji buku panduan pengembangan kurikulum untuk Pendidikan tinggi dan dokumen terkait yang secara signifikan memengaruhi arah pendidikan tinggi di Indonesia. Analisis kami mengungkap adanya tegangan antara kepentingan nasional dan internasional dalam pembuatan kebijakan kurikulum. Tegangan ini, dan juga tumpang tindih dari kedua kepentingan tersebut, telah membuahkan beberapa masalah, terutama penurunan iklim akademis dan demokratis di kampus akibat adanya perendahan akademik dan intervensi, kurikulum yang sarat materi, lebih menekankan keterampilan ketimbang pengetahuan, dan kontrol ketat terhadap kurikulum. Selain itu, desain kurikulum yang kaku dan sarat materi juga menimbulkan menyulitkan implementasinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa kebijakan kurikulum untuk perguruan tinggi dari pemerintah ini terbatas potensinya dalam memberdayakan lulusan agar dapat berkontribusi bagi kepentingan nasional dan internasional.
Membangun Kapasitas Digital Guru di Jawa Tengah Melalui Pengembangan Kompetensi Produksi Media Pembelajaran Widhanarto, Ghanis Putra; Haryono, Haryono; Budisantoso, Heri Triluqman; Subkhan, Edi; Sulistio, Basuki; Utanto, Yuli; Kusumawardani, Seftia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i3.224

Abstract

Media pembelajaran digital menjadi tren saat ini sehingga guru harus memiliki kompetensi dalam pengembangan media pembelajaran berbasis digital. Namun, di Jawa Tengah khususnya belum keseluruhan guru memiliki kemampuan dalam mengembangkan media sebagai alat bantu dalam membangun proses pembelajaran bermakna. Pengabdian ini bertujuan untuk memfasilitasi guru di Jawa Tengah dalam mengembangkan keterampilan pengembangan media pembelajaran digital. Metode pengabdian melalui pelatihan dan pendampingan dipilih untuk memberikan materi terkait perancangan dan pengembangan media digital berbasis aplikasi android. Pengabdian dilakukan dalam kurun waktu 6 hari dengan skema 2 hari pemberian materi secara daring dan 4 hari dilakukan pendampingan kepada peserta pelatihan. Sebanyak 1044 peserta yang merupakan guru di wilayah Provinsi Jawa Tengah ikut serta dalam program pelatihan tersebut. Hasilnya sebanyak 75% peserta berhasil mengembangkan media pembelajaran digital berbasis aplikasi android.