Hari Siswanto
Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERHITUNGAN KEBUTUHAN DAN PEMETAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BONTANG Sabat Sandraria Lebang; Hari Siswanto; Ariyanto Ariyanto; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan luas wilayah mengacu pada Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang dan kebutuhan oksigen di Kota Bontang, memetakan sebaran dan luasan, memetakan lahan yang potensial untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau kawasan perkotaan, dan memprediksi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau 10 tahun kedepan. Kegiatan yang dilakukan meliputi persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data dan penyusunan skripsi, menggunalkan sumber informasi dari Citra SPOT 6/7 Tahun 2020, peta administrasi Kota Bontang, Data statistik Kota Bontang, Data statistik Kota Bontang, Peta Fungsi Kawasan dan Peta RTH eksisting, sebagai data acuan untuk mengetahui kecukupan RTH berdasarakan 30%. Luas wilayah di Kota Bontang adalah 4.856,40 ha yang terdiri dari RTH Privat 1.618,80 dan RTH Publik 3.237,60 ha. Luas RTH eksisting Kota Bontang yaitu 7.023,68 ha; RTH Privat 1.676,41 ha dan RTH Publik 5.362,94 ha. Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bontang sudah terpenuhi kecukupan sebesar 30% dari luas wilayah. Sementara luas RTH berdasarkan kebutuhan oksigen adalah 8.361,7 ha sehingga terdapat kekurangan luas RTH sebesar 1.322,35 ha. Ruang Terbuka Hijau Kota Bontang tersebar merata pada semua kecamatan dan fungsi kawasan,. Luas areal yang potensial untuk dijadikan RTH adalah seluas 1.523,50 ha dan mencukupi untuk memenuhi kekurangan luas RTH sebesar 1.338,02 ha sampai tahun 2031. Berdasarkan hasil analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Kota Bontang dalam kurun 10 tahun kedepan (tahun 2031) adalah 8.361,7 ha perlu dilakukan inventarisasi pada lahan yang berpotensi dijadikan RTH, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa lokasi tersebut memang cocok dan bisa dijadikan RTH.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Tahun 2020 dan 2025 di Desa Loa Lepu Kecamatan Tenggarong Seberang Hari Siswanto; Joel Graciano Sequeira; Yosep Ruslim
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9479

Abstract

Penutupan lahan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, dan mendukung kegiatan ekonomi di daerah pedesaan. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis perubahan tutupan lahan di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, dan mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat melalui pendekatan kualitatif. Analisis ini menjelaskan perubahan tutupan lahan yang terjadi di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang pada tahun 2020 dan 2025 dengan luas 1.189,5 Ha. Hasil interpretasi citra PlanetScope dengan menggunakan interpretasi visual berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No.7645-1 Tahun 2014, ditemukan 17 kelas tutupan lahan yang merepresentasikan perubahan pola penggunaan lahan. Peningkatan signifikan tercatat pada kategori hutan lahan rendah sekunder kerapatan rendah dengan 95,82 ha menjadi 186,63 ha serta semak belukar dengan 83,79 ha menjadi 140,52 ha, sedangkan persawahan dengan 10,27 ha menjadi 3,15 ha dan lahan terbuka dengan 11,31 ha 0,95 ha mengalami pengurangan luas. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh dinamika demografi, ekspansi sektor ekonomi, dan kebijakan tata ruang yang berlaku. Nilai akurasi keseluruhan interpretasi citra sebesar 96,65% dan akurasi kappa 0,97 menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik.