Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penerapan Reduced Impact Logging Menggunakan Monocable Winch Yosep Ruslim
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 17 No. 3 (2011)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.344 KB)

Abstract

Forest harvesting still encounters many problems especially concerning impact to the residual stand and environmental damage. Implementing the reduced impact monocable winch and planning of good skid trails should have a positive impact on work efficiency as well as, reducing damage to the residual stand and soil during felling and skidding activities. Reduced impact logging (RIL) with a monocable winch (Pancang Tarik) system has been tried in several IUPHHKs and it can be concluded that RIL monocable winch system could be applied practically and reduce impact on residual stand and soil damage. Using this technology has many advantages, among others: cost efficiency, locally made, environmental friendly, and high local community participation. Application of the monocable winch system in reduced impact logging is an effort to reduce economical and environment damages when compared to conventional system of ground based skidding with bulldozer system. The aim of this research is to verify the efficiency (operational cost), effectiveness (productivity) and time consumption of monocable winch system. The results indicate that the implementation monocable winch system, has reduced the soil damage as much as 8% ha-1. The skidding cost with monocable system is Rp95.000 m-3. This figure is significantly cheaper if compare with ground base skidding with bulldozer system in which the skidding cost around Rp165.000 m-3.
ANALISIS TITIK IMPAS PEMBUATAN SIRUP PEDADA (Sonneratia caseolaris L) POJOK SADAR WISATA TIRAM TAMBUN DI KELURAHAN MENTAWIR Rochadi Kristiningrum; Abubakar M Lahjie; Yosep Ruslim; Wulan I R Sari
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.4927

Abstract

Pemanfaatan hasil hutan mangrove di Kelurahan Mentawir masih sangat terbatas. Salah satu jenis mangrove yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan adalah jenis Sonneratia caseolaris L) atau pedada. Jenis ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sirup, dodol/jenang mangrove, roti atau bedak dingin agar memiliki nilai tambah secara ekonomis bagi masyarakat sekitar ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan sirup mangrove, mengetahui besarnya biaya  dan titik impas usahanya bagi Pojok Sadar Wisata Tiram Tambun di Kelurahan Mentawir. Pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling yaitu kepada pojok sadar wisata tiram Tambun. Metode penelitianya secara dekriptif kualitatif, analisis biaya,  pendapatan dan Break even point dengan jumlah produksi 100 botol dan 300 botol. Proses pembuatan sirup pedada (S. caseolaris L) meliputi persiapan alat dan bahan, pencucian buah pedada, penghancuran/penumbukan, pengambilan sari buah pedada, pemasakan/perebusan, pendinginan dan pengemasan sirup dalam botol. Biaya tetap pembuatan sirup  sebesar Rp.750.00 per periode baik untuk produksi 100 dan 300 botol. Sedangkan biaya variabel untuk 100 dan 300 botol berturut-turut sebesar Rp.942.000 dan Rp.2.272.800 selama satu periode. Titik impas quantity dan harga pada produksi sirup 100 botol berturut-turut sebesar 71 botol dan Rp.14.178. Sedangkan titik impas quantity dan harga pada produksi sirup 300 botol berturut-turut sebesar 89 botol dan Rp.4.748. Hal ini berarti produksi sirup 300 botol lebih menguntungkan daripada memproduksi 100 botol.
ANALISIS PELUANG USAHA BAGI HASIL HUTAN TANAMAN JENIS Eucalyptus pellita F. Muell DAN Acacia mangium Willd DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rusni Noor; Abubakar M. Lahjie; B.D.A.S. Simarangkir; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui riap pertumbuhan, tingkat pengembalian nominal dan kelayakan keuntungan profit sharing pengelolaan hutan tanaman Jenis Eucalyptus pellita F. Muell dan Acacia mangium Willd di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Analisis pertumbuhan riap dan produksi menggunakan metode riap MAI dan CAI pada perhitungan total volume, diameter dan tinggi pohon, serta untuk profit sharing menggunakan analisis kelayakan i (tingkat pengembalian nominal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi/pertumbuhan Eucalyptus pellita F. Muell mencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 156,53 m3/ha, riap MAI mencapai 31,31 m3/ha/thn dan CAI 31,35 m3/ha/thn sedangkan jenis Acacia mangium Willdmencapai riap yang optimal pada umur 5 tahun dengan total volume sebesar 150,22 m3/ha, riap MAI mencapai 30,04 m3/ha/thn dan CAI 30,50 m3/ha/thn. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional Eucalyptus pellita F. Muelldengan sistem bagi hasil masing-masing mendapatkan 50% baik untuk investor maupun pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 49,49%. Analisis tingkat pengembalian nominal dan peluang usaha bagi hasil berbasis ekonomi konvensional jenis Acacia mangium Willddengan sistem bagi hasil masing-masing 50% untuk investor dan pengelola menghasilkan tingkat pengembalian nominal sebesar 48,26%.Tanaman jenis Eucalyptus pellita F. Muelldan Acacia mangium Willdsama-sama layak untuk diusahakan karena nilai tingkat pengembalian nominalnya lebih besar daripada tingkat bunga minimal yang diterima oleh investor (MAR).
KAJIAN PERTUMBUHAN RESTORASI MANGROVE PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL KUTAI KALIMANTAN TIMUR Asnaenie Asnaenie; Abubakar M. Lahjie; B.D.A.S. Simarangkir; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4341

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui laju tingkat pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui hubungan kualitas lahan restorasi dengan laju pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui faktor tempat tumbuh yang berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan. Lokasi penelitian terdiri atas 4 (empat) Stasiun Pengamatan yakni Stasiun Pengamatan I dan II berada di Kota Bontang dan Stasiun Pengamatan III dan IV berada di Desa Sangkima Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian menerangkan (explanatori research) dan penelitian deskriptif (deskriptif research). Penelitian yang bersifat menerangkan adalah penelitian yang menyangkut pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemilihan lahan restorasi sebaiknya di sesuaikan dengan jenis yang sesuai dengan tempat tumbuh. Laju bertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh pemilihan tempat tumbuh dan terlindung dari kuat arus. Dari hasil penelitian di beberapa stasiun, kegiatan restorasi yang di lakukan di TNK sebagian tidak sesui dengan jenis tempat tumbuh tanaman
Analisys of round wood production and profit sharing of Shorea leprosula and Shorea smithiana at PT Inhutani I Bukit Bangkirai Balikpapan Moises Soares; Abubakar M Lahjie; BDAS Simarangkir; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i1.3935

Abstract

This study investigated the roundwood production and profit sharing for Shorea leprosula and Shorea smithiana in case of PT Inhutani I Bukit Bangkirai, Balikpapan. Five research aims pursued in order to better understand the economic valuation of Shorea tree species, are: 1) analyse the increments of woody; 2) identify the age of trees reached the highest increments of woody; 3) measure the highest value of mean annual increments (MAI); 4) examine the nominal rate of return (i) for roundwood production; 5) examine the profit sharing between the management of  PT Inhutani I Bukit Bangkirai and investors. Additionally, the policy of profit sharing has been determined by the proportion of 55% for investors and 45% for the management.The results demonstrated that: 1) the wood potential of Shorea leprosula reached the highest value at the age of 40 years by producing 7.78 m3 ha-1 year-1, and Shorea smithiana reached the highest value at the age of 50 years by producing 333.34 m3 ha-1 year-1; 2) the highest value of MAI for Shorea leprosula and Shorea smithiana are 7.78 and 6.67 m3 ha-1 year-1 respectively; 3)  the nominal rate of return (i) of Shorea leprosula is 7.8% for investors and 8.3% for the management, and Shorea smithiana is 6.3% for investors and 6.7% the management. Overall, this research found that the economic value of Shorea leprosula and Shorea smithiana provide the nominal rate of return (i), which is higher than minimum acceptable rate of return (MAR).
ANALISIS POTENSI KAYU BULAT Shorea leprosula DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Mus Muliadi; Yosep Ruslim; Rochadi Kristiningrum
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 20, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v20i1.5021

Abstract

Analisis Potensi Kayu Bulat Shorea leprosula  di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Kerusakan hutan alam dan semakin menurunnya pasokan kayu untuk bahan industri olahan kayu perlu kiranya peningkatan produktivitas hutan diantaranya dengan melaksanakan pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan jenis Shorea leprosula. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui potensi kayu bulat dan (2) mengetahui hubungan antar variabel berdasarkan analisis bioekonomi Shorea leprosula  dengan jarak tanam 3m x 2m yang berlokasi di Kabupatn Kutai Kartanegara dengan luasan plot penelitian seluas 1 ha dengan metode pengambilan sampel tegakan secara systematic random sampling. Analisis data yang digunakan dengan mengukur diameter, tinggi dan volume tegakan setelah itu di analisis secara matematis menggunakan regresi liner sederhana untuk mengetahui hubungan berbagai variabel dengan melihat nilai koefisiensi determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume dan riap S. leprosula  jarak tanam 3m x 2m maksimal dicapai pada umur 47 tahun sebesar 470,09 m3/ha dan riap  MAI dan CAI berturut-turut sebesar 10,00 dan 10,31 m3/ha/thn. Terdapat hubungan keeratan yang tinggi antar variabel bioekonomi umur, diameter, tinggi dan riap dengan koefisien determinasi (R2) lebih besar dari 94%.
PEMBUKAAN WILAYAH HUTAN DAN KERUSAKAN TEGAKAN AKIBAT PRODUKSI JENIS MERBAU (INTSIA SPP.) DI IUPHHK PT MEGAPURA MAMBRAMO BANGUN PAPUA BARAT Rusdy Anggriyanto, Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 11, No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v11i2.108

Abstract

The research purpose was to determine the process or production activities, the log stock damage level and the log stock conditions as the Intsia spp. production impacts in IUPHHK PT Megapura Mambramo Bangun West Papua.  The forestry activities carried out by IUPHHK PT Megapura Mambramo Bangun refers to Indonesian planting selective cutting system (TPTI) and limited to Intsia spp. with production in RKT 2011 (total area 1300 ha) was 2538 trees and 68477.30m³ volume, but based research results obtained with 210 rods by 2497.55m³ volume (sampling area 120 ha in wide).  The forest damage occurred in IUPHHK PT Megapura Mambramo Bangun as the Intsia spp. production included the trees felling area covering to 7.79 ha, the liana cleaning area covering to 11.40 ha, the skidding trails making area to 7.39 ha and the branch or main road construction area along with 10.081 km by 22.16% damage intensity.  The greatest log stock damage level caused by skidding activity compared with the cutting which included seedlings level after cutting was to 50.04% and skidding was to 77.76%, the stake level after cutting was to 49.62% and the skidding was to 72.35%, the pole after logging was to 22.66% and skidding was to 87.75% and the trees level after logging of 13.38% and skidding of 77.82%.
KESESUAIAN TIGA JENIS PADI LOKAL PADA LAHAN PERLADANGAN GILIR BALIK DI DESA SETULANG Oktiani Perida Merang; Abubakar M. Lahjie; Syahrir Yusuf; Yosep Ruslim
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4176

Abstract

Perladangan gilir balik (shifting cultivation) merupakan cara pertanian tertua yang dijumpai di daerah tropis, di mana petani harus berputar dari satu tempat ke tempat lain dan kembali ke tempat semula setelah beberapa tahun. Bagi suku Dayak yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, kegiatan perladangan padi adalah sebagai sumber pemenuhan kebutuhan pangan yang paling cocok. Penelitian ini dilakukan untuk Mengidentifikasi jenis padi lokal yang sesuai dengan kondisi lahan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Setulang Kabupaten Malinau. Metodologi yang digunakan adalah metode purposif sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan dimuat dalam bentuk kurva kalibrasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ketiga jenis padi mengalami peningkatan produksi pada tahun ke 10-17 dengan jumlah rata-rata peroduksi berkisar antara 150-250 kg Beras.
KEHADIRAN DAN KERAGAMAN HERBA-LIANA SEBAGAI SUMBER PAKAN SATWA LIAR DI KAWASAN REKLAMASI PASCATAMBANG BATUBARA PT KIDECO JAYA AGUNG, PASER, KALIMANTAN TIMUR Slamet Rohmadi; Yaya Rayadin; Paulus Matius; Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2018.4.2.71-82

Abstract

Kegiatan pemulihan fungsi kawasan ekosistem pascatambang dilakukan melalui kegiatan reklamasi dan revegatasi lahan. Penilaian keberhasilan kegiatan reklamasi dan revegetasi selama ini hanya didasarakan pada pertumbuhan dan keberadaan tanaman pokoknya. Kehadiran dan keragaman jenis tumbuhan bawah herba dan liana dikawasan reklamasi pascatambang belum menjadi indikator dalam penilaian keberhasilan kegiatan reklamasi. Kehadiran jenis herba-liana sendiri sangat penting bagi sumber pakan satwa liar yang ada didalamnya. Oleh karena ini dalam penelitian ini dilakukan perhitungan kehadiran dan keragaman jenis herba-liana pada berbagai variasi umur tanaman reklamasi yang berbeda. Tingkat keragaman dan kehadiran didasarkan pada nilai frekuensi kehadiran pada masing masing subplotnya. Dari tabel 11 variasi umur tanaman yang berbeda menunjukkan bahwa semakin berkembang umur tanaman reklamasi akan diikuti pula oleh penambahan keanekaragaman jenisnya herba dan liana. Frekuensi dari 176 kehadiran menunjukkan bahwa jenis yang paling banyak hadir adalah jenis Zoysia matrella 80,7% (142 dari 176) diikuti oleh jenis Mucuna sp. 75% (132 dari 176) dan Asystasia intrusa 59,1% (104 dari 176). Secara umum kehadiran jenis tumbuhan bawah kategori herba liana sangat penting dalam mempercepat pemulihan ekosistem pascatambang.
PENGEMBANGAN BONTANG MANGROVE PARK SEBAGAI MODEL PERLINDUNGAN EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN NASIONAL KUTAI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN Eko Harjanto; Yaya Rayadin; Marlon I Aipassa; Yosep Ruslim
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2019.5.1.21-30

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan mangrove Taman Nasional Kutai yang diberi nama Bontang Mangrove Park, sebagai kawasan wisata alam yang bertujuan untuk perlindungan terhadap ekosistem mangrove di Kota Bontang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perubahan tutupan lahan pada Kawasan Bontang Mangrove Park dengan menggunakan citra tutupan lahan tahun 2002 sampai dengan tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bontang Mangrove Park seluas 294,78 Ha memiliki tutupan lahan (forest cover) terutama hutan mangrove seluas 203,58 Ha (29,06%) pada tahun 2002, meningkat menjadi 241,75 Ha (82,01%) pada tahun 2009, dan bertambah menjadi 264,61 Ha (89,77%) pada tahun 2018.  Peningkatan tutupan hutan seluas 61,03 Ha (30%) pada tahun 2002-2018 umumnya disebabkan adanya perubahan tutupan tambak menjadi ekosistem hutan mangrove dalam kurun waktu 16 tahun tersebut. Hasil ini setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan Bontang Mangrove Park sebagai salah satu model perlindungan ekosistem hutan mangrove berbentuk ekowisata di Taman Nasional Kutai (TNK) mampu memberikan dampak positif  terhadap peningkatan kualitas tutupan hutan mangrove di Kota Bontang.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdunnur Abdunnur, Abdunnur Abubakar M Lahjie Abubakar M. Lahjie Aipassa, Marlon I. Aipassa, Marlon Ivanhoe Alfian Noor Ali Suhardiman Aquastini, Dwinita Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Ariyanto Asnaenie Asnaenie Asnaenie, Asnaenie B.D.A.S. Simarangkir BDAS Simarangkir Chandradewana Boer Dewi Embong Bulan Dhaffa, Naufal Akhdan Amru Eko Budi Prasetyo Eko Harjanto Eviyanti Palimbong Faldi, Muhammad Iqbal Feby Kristina Frans Milan Fredy, Gloriana Nanni Dau Gina Saptiani Hari Siswanto Hari Siswanto Hari Siswanto Hastaniah, Hastaniah Herlambang, Heru Heru Herlambang Ibrahim Ibrahim Ilyas, Qodimatul Unshuri Karyati Karyati Karyati Karyati Kasransyah, Kasransyah Kiswanto Kiswanto Manulang, Gilbert Renaldi Marjenah, Marjenah Marlon I Aipassa Martha Ekawati Siahaya Merang, Oktiani Perida Moises Soares Mursidah Mursidah, Mursidah Mus Muliadi Noor, Rusni Nugroho, Rizky Wahyu Nurul Halimah Oktiani Perida Merang Pambudhi, Fadjar Parliansyah, Eldi Paulus Matius Putra, Bima Adi Rachmat Budiwijaya Suba Riri Trinanda Rochadi Kristiningrum, Rochadi Rosmini Rosmini Rujehan, Rujehan Rusni Noor Sabat Sandraria Lebang Salaho Dina Devy Sari, Diah Rakhmah Siahaan, Krisna Bernadeth Siahaya, Martha E. Simarangkir, B.D.A.S. Slamet Rohmadi Soetioso, Rusdi Suhardiman, Ali Suharyono Suharyono Syahrinudin, Syahrinudin Syahrir Yusuf Taufan Purwokusumaning Daru, Taufan Purwokusumaning Toma, Takeshi Ulandari, Ita Wasli, Mohd Effendi Widia Sri Utami Wulan I R Sari Yaya Rayadin Yusuf, Syahrir Zheri Hermawan