Penutupan lahan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, dan mendukung kegiatan ekonomi di daerah pedesaan. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis perubahan tutupan lahan di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, dan mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat melalui pendekatan kualitatif. Analisis ini menjelaskan perubahan tutupan lahan yang terjadi di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang pada tahun 2020 dan 2025 dengan luas 1.189,5 Ha. Hasil interpretasi citra PlanetScope dengan menggunakan interpretasi visual berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No.7645-1 Tahun 2014, ditemukan 17 kelas tutupan lahan yang merepresentasikan perubahan pola penggunaan lahan. Peningkatan signifikan tercatat pada kategori hutan lahan rendah sekunder kerapatan rendah dengan 95,82 ha menjadi 186,63 ha serta semak belukar dengan 83,79 ha menjadi 140,52 ha, sedangkan persawahan dengan 10,27 ha menjadi 3,15 ha dan lahan terbuka dengan 11,31 ha 0,95 ha mengalami pengurangan luas. Transformasi tersebut dipengaruhi oleh dinamika demografi, ekspansi sektor ekonomi, dan kebijakan tata ruang yang berlaku. Nilai akurasi keseluruhan interpretasi citra sebesar 96,65% dan akurasi kappa 0,97 menunjukkan tingkat akurasi yang sangat baik.
Copyrights © 2026