Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Orbital Performance Simulation of Ring Type Electro Motor Compared with Radial Motor Using Magnet Software Widya Aryadi; Andri Setiyawan; Riki Sulistyo
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v8i1.18970

Abstract

The use of fossil fuels is currently very high, resulting in an increase of CO2 in the atmosphere. The transport sector is currently the largest contributor to the greenhouse effect worldwide. Electric vehicles are the main solution for researchers to develop. This study compares force, torque, and orbital flux of electro-orbital ring-type motors and radial electro-motors. This research uses a simulation method to determine the value of force, torque, and linkage flux in each type of motor using MagNet Software. This research is development research using a simulation approach. The simulation test subjects consisted of computers, MagNet 7.5 software, Solidworks, Calipers, Protractors, and Rulers. There are 3 data collected in this research, and the data are as follows: (1) force, (2) torque, and (3) linkage flux. Data analysis was done by simulating with magnet software and then comparing the test results on the linkage force, torque and flux. The simulation results are then compared to determine the performance of each motor. The result of this research is that the performance of the ring-type orbital electro motor compared to the radial electro motor is better in attractive conditions, but lower in repulsive conditions. In the magnetic attraction condition, the average value ratio of the ring type orbital electro motor compared to the radial electro motor is 1.08:1 force, 1.68:1 torque, and 1:1.03 linkage flux. In the reject condition, the average ratio of ring-type electro motor orbitals compared to radial electro motor is 1:1.3 force, 1:1.06 torque, and 1:1.6 linkage flux.
Optimalisasi Sektor Pertanian Jagung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan Widya Aryadi; Inaya Sari Melati; Sus Widayani; Bella Mei Mulya Wati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wjehmf53

Abstract

Sektor pertanian Indonesia berkontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja, stabilitas pangan nasional dan swasembada pangan. Optimalisasi sektor pertanian harus dilakukan dengan cepat, tepat guna dan tepat sasaran. Salah satu sektor pertanian dengan potensi unggulan adalah jagung. Diversifikasi produk olahan jagung juga masih sangat minim. Permasalahan lain pada pertanian jagung adalah pada bonggol yang menjadi limbah, karena masyarakat belum memahami optimalisasi limbah boggol tersebut agar lebih bernilai guna dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Permasalahan tersebut juga terjadi di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan. Luas lahan produktif pertanian jagung yang mendominasi daerah tersebut, mencapai 223Ha belum dapat dioptimalkan terlebih pada permasalahan limbah bonggol jagung yang terus menumpuk. Selama ini, bonggol jagung hanya dibuang begitu saja bahkan dibakar sehingga menyebabkan pencemaran udara. Disamping itu, biji jagung juga masih dijual langsung kepada tengkulak dengan harga rendah, tanpa adanya pengolahan bentuk lain. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Integrasi Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pemipil jagung dan pencacah bonggol jagung, 2) Diversifikasi olahan produk dengan bahan baku jagung, 3) Pendampingan pembuatan briket arang, 4) Pemberian edukasi pembuatan kerajinan/kriya dan budidaya jamur, dan 5) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan: 1) Ceramah/Penyuluhan, 2) Demonstrasi, 3) Praktik Langsung, dan 4) Pendampingan.
PEMBERDAYAAN UMKM OLAHAN IKAN BANDENG KOTA SEMARANG BERBASIS IMPLEMENTASI IPTEK, INOVASI PRODUK DAN DIGITAL MARKETING Widya Aryadi; Moch Faizal Rachmadi; Meddiati Fajri Putri; Widya Prananta; Moh Muttaqin; Arina Haque
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i4.10761

Abstract

Kota Semarang, menjadi daerah dengan berbagai potensi unggulan termasuk diantaranya adalah sektor perikanan bandeng. Bandeng juga telah menjadi oleh-oleh dan ciri khas tersendiri bagi para wisatawan/masyarakat yang bersinggah maupun berkunjung di Kota Semarang. Selama ini, olahan bandeng masih hanya diolah menjadi bandeng preso/duri lunak, tahu bakso dan pepes yang dijadikan oleh-oleh Kota Semarang, belum ada upaya diversifikasi produk lain sehingga lebih beragam. Disamping itu, teknologi yang digunakan mayoritas pelaku UMKM juga masih sederhana, minim kapasitas sehingga tidak efektif dan efisien serta kurang mampu meningkatkan profitabilitas usaha bandeng. Oleh karena itu, optimalisasi mengolah ikan bandeng untuk meningkatkan nilai tambah (added value) dan nilai ekonomis (economic value) sangat dilakukan. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Teknologi dan inovasi yang diterapkan pada mitra sasaran, diantaranya adalah panci presto, vacuum sealer dan mesin penggiling daging untuk meningkatkan produktivitas sekaligus profitabilitas usaha pada aspek produksi. Disamping itu, diversifikasi produk juga dilakukan mengolah ikan bandeng menjadi beranekaragam olahan pangan, yaitu siomay, pempek dan kerupuk ikan bandeng. Pendampingan kewirausahaan, desain kemasan dan pemasaran juga turut serta dilakukan. Upaya pemasaran yang dilakukan adalah dengan intensifikasi sistem digital sehingga mampu menarik konsumen, transaksi pembelian, compulsive buying maupun mekanisme strategi pemasaran lainnya.