Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Akselerasi Sektor Pariwisata Berkelanjutan Daerah Pesisir Desa Tunggulsari dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif Lili Marliyah; Tjaturahono Budi Sanjoto; Marhaeni Dwi Satyarini; Merli Apriyantika; Rini Kusumawardani; Danang Dwi Saputro; Moch Faizal Rachmadi; Jati Wahyu Arisetiawan; Alifta Lutfiaazahra
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi devisa negara dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan sektor pariwisata di daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan batas laut memerlukan perhatian dan perlakuan secara khusus, terintegrasi dan sistematis dalam jangka panjang. Permasalahan kebencanaan, banjir, tingginya gelombang pasang air laut dan kondisi iklim yang fluktuatif menjadi permasalahan tersendiri bagi sektor pariwisata di daerah pesisir termasuk di Desa Tunggulsari, Kabupaten Pati. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan akselerasi sektor pariwisata dengan strategi memadukan keberadaan hutan mangrove dan potensi ekonomi masyarakat, secara tepat guna, tepat sasaran dan sistematis di daerah pesisir Desa Tunggulsari. Akselerasi sektor pariwisata ini dimaksudkan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar berbasis potensi desa. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Hasil pengabdian adalah dengan merevitalisasi kawasan mangrove sebagai destinasi wisata, rancang bangun pemecah gelombang (breakwater) berbasis hybrid engineering, edukasi konservasi mangrove melalui pendampingan promosi digital kepariwisataan yang terintegrasi dengan pelaku UMKM dan peningkatan kompetensi SDM berkerjasama dengan berbagai stakeholder terkait.
Pemberdayaan masyarakat Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal berbasis optimalisasi IPTEK dan pengolahan pasca panen gula aren Rizki Setiadi; Widiyanto Widiyanto; Pudji Astuti; Moch Faizal Rachmadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35566

Abstract

AbstrakGula aren merupakan suatu bentuk produk olahan sari nira yang tercipta dari hasil tanaman aren. Gula aren mengandung banyak nutrisi diantaranya seperti kalium, zat besi, serat, magnesium, antioksidan, fosfor dan sebagainya. Gula aren juga sangat aman dikonsumsi untuk penderita diabetes, karena kadar inulin memiliki indeks glikemik yang rendah sebesar 35. Salah satu kelompok masyarakat pengolahan gula aren di Provinsi Jawa Tengah adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) UMKM Sukses Bersama “Sukma” yang beralamatkan di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Kendala yang masih dihadapi sekarang ini adalah terbatasnya alat-alat produksi pengolahan pasca panen, sehingga jual beli gula aren belum sampai pada produk olahan pangan. Tidak hanya keterbatasan secara sarana alat produksi fisik, melainkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran juga masih terbatas untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomis produk gula aren. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Beberapa Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diserahkan pada mitra sasaran diantaranya meliputi mesin pengaduk, kompor, tungku penggorengan, oven dan sebagainya. Sementara olahan pasca panen gula aren adalah mengolahnya menjadi brownies alpukat, brownies crispy alpukat, sus ula alpukat dan wedang kaduga. Sementara itu, pendampingan pemasaran digital usaha dilakukan dengan turut serta melibatkan peran aktif para mahasiswa. Kata kunci: diversifikasi produk; gula aren; pasca panen; pemberdayaan masyarakat; teknologi tepat guna. AbstractPalm sugar is a processed product made from the sap of the sugar palm plant. Palm sugar contains many nutrients, including potassium, iron, fiber, magnesium, antioxidants, phosphorus, and so on. Palm sugar is also very safe for consumption by diabetics, because the inulin content has a low glycemic index of 35. One of the palm sugar processing community groups in Central Java Province is the Joint Business Group (KUB) of the UMKM Sukses Bersama "Sukma" located in Peron Village, Limbangan District, Kendal Regency. The current obstacle is the limited production tools for post-harvest processing, so that the sale of palm sugar has not yet reached processed food products. Not only are there limitations in physical production facilities, but the knowledge and skills of target partners are also still limited to increase the added value and economic value of palm sugar products. The implementation method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. Some Appropriate Technologies (TTG) handed over to target partners include stirring machines, stoves, frying pans, ovens and so on. Meanwhile, post-harvest palm sugar processing includes avocado brownies, crispy avocado brownies, avocado milk and kaduga drink. Digital marketing assistance for the business is provided with the active involvement of students. Keywords: product diversification; palm sugar; post-harvest; community empowerment; appropriate technology.
Optimalisasi teknologi budidaya dan pengolahan pasca panen ikan nila salin sebagai produk unggulan daerah Kabupaten Pati Ari Dwi Nur Indriawan Musyono; Muhammad Ansori; Moch Faizal Rachmadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35674

Abstract

AbstrakIkan nila salin (Oreochromis niloticus) merupakan sektor unggulan perikanan Indonesia. Produksi ikan nila salin pada tahun 2024 mengalami peningkatan mencapai angka 1,38 ton. Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai potensi komoditas unggulan ikan nila salin adalah Kabupaten Pati. Desa Tunggulsari, Kec. Tayu, Kab. Pati dikenal sebagai sentra budidaya ikan nila salin nasional. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2023 tentang Kampung Perikanan Budidaya. Oleh karena itu, mayoritas masyarakat Tunggulsari adalah petani tambak. Tidak hanya ikan nila salin, tetapi di Tunggulsari juga banyak dibudidayakan jenis udang. Berdasarkan potensi dan keunggulan tersebutlah, Desa Tunggulsari menjadi lokasi pengabdian masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai kendala yang ada di Desa Tunggulsari terkait budidaya perikanan. Permasalahan utama adalah masih terbatasnya alat-alat produksi sehingga seringkali budidaya yang dilakukan belum optimal. Tidak hanya itu, permasalahan aspek pemasaran juga menjadi problematika sampai sekarang ini. Metode kegiatan pengabdian adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program.Teknologi dan inovasi yang diterapkan adalah bantuan sarana produksi seperti kincir air, freezer dan tong pengasapan untuk menunjang olahan pasca panen perikanan. Tidak hanya itu, pelatihan diversifikasi produk yang dipandu langsung oleh Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, dengan mengolah bahan baku ikan nila salin menjadi bakso dan stik ikan. Sementara, anggota PKM Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd juga mendampingi terkait pemasaran dan desain kemasan. Pemasaran yang dilakukan adalah berbasis digital (digital marketing) sehingga mampu dijangkau konsumen secara luas. Kata kunci: ikan nila salin; olahan produk; pemasaran digital; produk unggulan daerah; teknologi budidaya. AbstractSaline tilapia (Oreochromis niloticus) is a leading fishery sector in Indonesia. Saline tilapia production in 2024 increased to 1.38 tons. One of the regions in Indonesia with the potential for superior saline tilapia commodities is Pati Regency. Tunggulsari Village, Tayu District, Pati Regency is known as a national saline tilapia cultivation center. This is based on the Decree of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 111 of 2023 concerning Aquaculture Villages. Therefore, the majority of Tunggulsari residents are pond farmers. Not only saline tilapia, but Tunggulsari also cultivates many types of shrimp. Based on this potential and excellence, Tunggulsari Village became the location for community service under the Community Partnership Empowerment (PKM) scheme. However, various obstacles remain in Tunggulsari Village related to fisheries cultivation. The main problem is the limited production equipment, which often results in suboptimal cultivation. Furthermore, marketing issues are also a problem to this day. The community service activity method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. The technology and innovation applied are assistance with production facilities such as water wheels, freezers and smoking barrels to support post-harvest fisheries processing. Not only that, product diversification training guided directly by Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, by processing saline tilapia raw materials into meatballs and fish sticks. Meanwhile, PKM member Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd also assisted with marketing and packaging design. The marketing carried out is digital-based (digital marketing) so that it can be reached by consumers widely. Keywords: tilapia salt; processed products; digital marketing; regional superior products; cultivation technology.
Pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan sustainable village development di Desa Cekel, Kabupaten Grobogan berbasis sektor pertanian Rahmat Doni Widodo; Saptariana Saptariana; Dwi Budi Santoso; Moch Faizal Rachmadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35565

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan wawasan masyarakat Desa Cekel beserta mitra sasaran dalam optimalisasi sektor pertanian, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi inovasi yang tepat. Pertanian mempunyai peran vital dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia. Hampir 30% penduduk Indonesia menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah mewujudkan swasembada pangan berbasis kearifan lokal khususnya pada sektor pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-6 yang menjadi prioritas program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Termasuk halnya di Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, mayoritas penduduknya bermatapencaharian di sektor pertanian seperti jagung dan pisang. Selama ini, masyarakat Cekel melakukan transaksi jual beli jagung dan pisang dalam bentuk buah segar yang sudah matang. Disamping itu, masih minimnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan pasca panen menjadi kendala yang masih dihadapi termasuk halnya terbatasnya alat produksi pasca panen. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Teknologi dan inovasi yang diimplementasikan pada mitra sasaran Kelompok Wanita Tani Srikandi ini diantaranya adalah seperti mesin penepung, mesin perajang, oven, tungku penggorengan, spinner dan sebagainya. Disamping itu, bantuan Teknologi Tepat Guna seperti mesin pencacah bonggol juga diserahkan, sebagai solusi untuk memanfaatkan limbah bonggol yang tidak bermanfaat menjadi suatu produk bahan briket maupun lainnya. Pelatihan diversifikasi olahan produk juga dilakukan dengan mengolah pisang dan jagung menjadi keripik pisang, sale pisang, egg rolls, bolen pisang dan pudding jagung. Sementara pendampingan pemasaran digital dan web bisnis. Kata kunci: diversifikasi produk; pelatihan; pemasaran digital; pertanian; teknologi tepat guna. AbstractThe aim of the community service activities is to improve the competence, skills and insight of the Cekel Village community and target partners in optimizing the agricultural sector, as a form of community empowerment based on appropriate innovative technology. Agriculture plays a vital role in Indonesia's economic development and food security. Nearly 30% of Indonesia's population relies on the agricultural sector for its livelihood. The government's efforts are to achieve food self-sufficiency based on local wisdom, particularly in the agricultural sector. This step aligns with Asta Cita 2, 3, 4, and 6, which are priority programs in the 2025-2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In Cekel Village, Karangrayung District, Grobogan Regency, the majority of the population earns a living in the agricultural sector, particularly in corn and bananas. The Cekel community has traditionally traded corn and bananas in the form of fresh, ripe fruit. Furthermore, a lack of post-harvest knowledge, insight, and skills remains a persistent obstacle, including limited post-harvest production equipment. Implementation methods include outreach, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The technologies and innovations implemented for the target partners of the Srikandi Women's Farmers Group (KWT) include flouring machines, shredding machines, ovens, frying pans, spinners, and so on. In addition, Appropriate Technology assistance, such as a corn cob shredding machine, was also provided as a solution to utilize useless corn cob waste into briquettes and other products. Training on product diversification was also conducted by processing bananas and corn into banana chips, banana sale, egg rolls, banana bolen, and corn pudding. Meanwhile, digital marketing and business web assistance were provided. Keywords: product diversification; training; digital marketing; agriculture; appropriate technology.
Diversifikasi Produk Olahan Ikan Sebagai Upaya Penguatan Unit Usaha Produksi di Program Studi PKK Unnes : Diversification of Processed Fish Products as an Effort to Strengthen Production Business Units in the Family Welfare Education Program, Universitas Negeri Semarang Meddiati Fajri Putri; Asih Kuswardinah; Bambang Triatma; Moch Faizal Rachmadi; Arina Haque; Moh Muttaqin; Thamrin Thamrin; Zaimatun Nabilah; Sultan Ahmad El Hakim
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i1.4896

Abstract

Abstrak Perkembangan industri makanan modern mendorong meningkatnya kebutuhan akan produk pangan yang praktis, sehat, dan bernilai gizi tinggi. Unit Produksi Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT UNNES) memiliki potensi untuk mengembangkan produk olahan ikan modern, namun masih menghadapi permasalahan berupa keterbatasan variasi produk, ketergantungan kegiatan produksi pada mata kuliah usaha produksi, serta belum optimalnya pengelolaan usaha dan pelayanan pelanggan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat Unit Usaha Produksi PKK FT UNNES melalui diversifikasi produk olahan ikan modern dan peningkatan keterampilan kewirausahaan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan workshop pengolahan bakso ikan, siomay ikan, dan pempek ikan, pelatihan pelayanan pelanggan, serta penguatan keterampilan entrepreneur dan entrepreneurship. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan Unit Produksi, meningkatkan kualitas dan daya saing produk, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kepuasan konsumen. Kata kunci: Pengolahan Ikan, Teknologi Pangan, Pangan Modern Diversifikasi Produk, Unit Produksi Abstract The development of the modern food industry is driving an increasing need for practical, healthy, and nutritious food products. The Production Unit of the Family Welfare Education (PKK) Study Program, Faculty of Engineering, Semarang State University (FT UNNES), has the potential to develop modern processed fish products, but still faces problems such as limited product variety, dependence on production activities on production business courses, and suboptimal business management and customer service. This community service activity aims to strengthen the PKK FT UNNES Production Business Unit through diversification of modern processed fish products and improving entrepreneurial skills. The implementation method includes training and workshops on processing fish balls, fish dumplings, and fish pempek, customer service training, and strengthening entrepreneurial and entrepreneurship skills. This activity is expected to increase the capacity and sustainability of the Production Unit, improve product quality and competitiveness, and have a positive impact on increasing income and customer satisfaction. Keywords: Fish Processing, Food Technology, Modern Food Product Diversification, Production Unit
Inovasi Diversifikasi Produk Sebagai Penguatan Ketahanan Pangan Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah Meddiati Fajri Putri; Moh Muttaqin; Maria Krisnawati; Moch Faizal Rachmadi; Arina Haque; Thamrin Thamrin; Zaimatun Nabilah; Sultan Ahmad El Hakim
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2563

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi dan ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Namun, implementasi program ini di Provinsi Jawa Tengah masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan diversifikasi menu, rendahnya inovasi produk pangan, serta belum optimalnya pemanfaatan potensi pangan lokal. Kondisi tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan dan efektivitas Program MBG dalam jangka panjang termasuk pada mitra kegiatan yaitu PT Gembul Berkah Lautan Makmur, Kab. Rembang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi diversifikasi produk pangan berbasis sumber daya lokal sebagai upaya penguatan ketahanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG di Jawa Tengah. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya model diversifikasi produk pangan inovatif yang aplikatif dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan pangan bergizi, serta meningkatnya kualitas dan variasi menu pada Program MBG. Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kualitas gizi masyarakat, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan pangan lokal yang inovatif dan bernilai tambah.
Optimalisasi Pariwisata dan Olahan Pasca Panen Sektor Perkebunan Desa Jrahi Kabupaten Pati yang Berkelanjutan menuju Desa Mandiri Isti Mulyawati; Umar Hidayat; Moch Faizal Rachmadi; Margareta Rahayuningsih; Fafurida Fafurida; Danang Dwi Saputro
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2620

Abstract

Jrahi Village is a highland area located in Gunungwungkal District, Pati Regency. Jrahi Village boasts abundant tourism potential and a diverse range of natural resources, including plantations of durian, avocado, coffee, banana, and others. However, limited capabilities, knowledge, and skills pose a barrier to integrating and optimizing the potential of the tourism and plantation sectors. The implementation method used is outreach, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The results of the community service program include increasing awareness of sustainable tourism management based on conservation and biodiversity preservation, creating a disaster mitigation system, and enhancing human resource competency. Furthermore, the creation of a Micro-Hydro Power Plant is also an effort to intensify green energy innovation. The community is also assisted in processing the plantation sector to be more competitive, innovating product diversification, redesigning packaging, and other efforts.
Accelerating Sustainable Tourism through the Hexa Helix Model in Pati Regency Said Nur Octavianto; Jarot Tri Bowo Santoso; Moch Faizal Rachmadi; Fauzul Adzim; Eka Susanti
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 14 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v14i3.164-176

Abstract

Tourism is a key economic sector in Indonesia, significantly contributing to foreign exchange and national revenue. Developing a sustainable tourism strategy requires collaboration across academia, businesses, communities, government, media, and NGOs. However, one major challenge in Indonesia’s tourism sector is the lack of synergistic, comprehensive, and integrated stakeholder collaboration. To address this issue, this study aims to develop a sustainable tourism strategy for Pati Regency based on the hexa helix model, which emphasizes multi-stakeholder engagement in tourism destinations. Using a mixed-methods approach, this research incorporates qualitative methods—such as interviews, observations, and documentation—and a quantitative analysis through MACTOR (Matrix of Alliance, Conflicts, Tactics, Objectives, Recommendations) to map stakeholder interactions. Findings reveal a high level of alignment between the Youth, Sports, and Tourism Office (DINPORAPAR) and SMEs, scoring 21.7 on the convergence scale. The primary focus for sustainable development is on enhancing innovation and competitive ability, identified as the most influential objective.
Implementing the "SMART" Framework for Effective Management of Inactive Archives: A Case Study of the Faculty of Economics, Universitas Negeri Semarang Rohmawati; Ahmad Saeroji; Maya Sari; Moch Faizal Rachmadi
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v15i1.38-43

Abstract

Effective archive management is essential for organizations, companies, and agencies to support administrative processes, decision-making, and policy development. This study aims to enhance the structuring and management of inactive records at the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Negeri Semarang (UNNES) through the implementation of the SMART (Selective, Comprehensive, Active, Responsive, and Trusted) method. The research follows the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model, which provides a structured and systematic approach suitable for archival research. The findings indicate a significant transformation in archival management, making it more organized, systematic, and integrated. FEB UNNES has adopted a barcode-based classification system, facilitating more efficient retrieval of records. Identified inactive records have been systematically arranged in the FEB Record Center, located in the L3 Building, 2nd Floor. Additionally, 76 types of records have been identified for potential destruction, with consultations conducted with the UNNES Archives Technical Management Unit to ensure proper procedures. Five sets of basic data files from 2017–2021 have been submitted for disposal. The implementation of the SMART model enhances accessibility, systematization, and digitalization in archive management at FEB UNNES, providing a more efficient and reliable archival system.
Optimalisasi Usaha Minuman Teh Kekinian di Bestea Semarang, Desa Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang Meddiati Fajri Putri; Juwita Ria Rumondang; Moch Faizal Rachmadi; Arina Haque; Thamrin Thamrin; Zaimatun Nabilah; Sultan Ahmad El Hakim
PADMA Vol 5 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i1.2564

Abstract

Tea drinks have become an integral part of everyday life for Indonesians, especially in large cities. The development of the beverage industry has led to product diversification, encompassing a variety of traditional and modern tea variants, such as bubble tea and milk tea, catering to diverse consumer tastes. Globalization and modernization have also played a significant role in increasing the accessibility and variety of tea drinks in Indonesia, while innovative marketing and smart promotions have boosted the popularity and market penetration of contemporary tea beverage businesses like BesTea Semarang. However, it is crucial for businesses to maintain product quality, hygiene, and service to maintain and improve customer satisfaction and competitiveness in an increasingly competitive market. Contemporary tea beverage businesses like BesTea Semarang face numerous challenges. The main challenges are bee infestations due to the use of refined sugar in production, as well as declining sales during unfavorable weather conditions. Furthermore, there are issues with waste management and a lack of employee knowledge about customer service. As a solution, the community service team provides training and mentoring on the production of healthy herbal tea beverages, natural methods for repelling bees, and improving customer service. The results of the community service activities demonstrated improved product quality through diversification of herbal teas based on peppermint and spices, as well as enhanced human resource capacity in customer service. The implementation of this solution successfully increased sales and customer satisfaction at BesTea Semarang.