Ambok Pangiuk
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perilaku Pedagang Buah Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam di Pasar Buah Simpang Sado Kota Jambi Arbi Martin; Ambok Pangiuk; Ogi Saputra
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/muqaddimah.v1i4.445

Abstract

Islamic business ethics are provisions of ethical norms in doing business based on the Qur'an and Hadist which should be used as a guideline for doing business by a businessman. But in fact what is found in the field are many unscrupulous business people who have not properly implemented Islamic business ethics. This study discusses the analysis of the behavior of fruit sellers in the perspective of Islamic business ethics at the Sado intersection fruit market, Jambi city. The purpose of this study is to describe how the behavior of fruit traders at the Simpang Sado fruit market in Jambi city in the perspective of Islamic business ethics.This research is a field research using descriptive qualitative method. Collecting data by conducting observations, interviews and documentation. Test the validity of this study with triangulation techniques. The subjects in this study were fruit traders and buyers.The results of this study indicate that fruit traders at the Simpang Sado Fruit Market, Jambi City, have not fully implemented good Islamic business ethics in their business. This can be seen from the five principles of Islamic Business Ethics, namely the Principles of Monotheism, Balance, Free Will, Responsibility and Ihsan. Of the five principles, only the principle of free will and the principle of responsibility have been implemented properly. However, the principle of monotheism, the principle of balance and the principle of ihsan, has not been fully implemented properly. Such as obedience in worship, fairness in service, fairness in determining prices, maintaining quality, honesty and transparency. Therefore, the behavior of fruit traders at the Simpang Sado Fruit Market, Jambi City, is not fully appropriate based on the perspective of Islamic Business Ethics. As for the impact of traders' misunderstanding of Islamic business ethics in buying and selling transactions, it has a negative impact on buyers, because buyers feel aggrieved by the actions of traders who deviate from Islamic business ethics.
Analisis Penerapan Transaksi Ba’i Salam Antara Pedagang Dengan Petani Di Pasar Sengeti Quin Fetra; Ambok Pangiuk; Kurniyati Kurniyati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8976

Abstract

Jual beli memiliki bentuk yang bermacam-macam, biasanya dilihat dari cara pembayaran, akad, penyerahan barang dan barang yang diperjual belikan. Hukum syariah mengizinkan jenis salam karena memiliki hikmah dan manfaat yang besar, dimana kebutuhan masyarakat biasanya tidak terlepas dari kebutuhan akad, baik pembeli maupun penjual bisa mendapat keuntungan melalui kontrak salam, seperti pembeli yang menggunakan akad salam bisa mendapat jaminan untuk memperoleh barang yang sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan akad bai’ salam antara pedagang dan petani di Pasar Sengeti serta kendala yang dihadapi dalam praktiknya. Bai’ salam merupakan akad jual beli dengan sistem pembayaran di muka, sedangkan penyerahan barang dilakukan pada waktu yang telah disepakati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pedagang sebagai informan kunci serta petani sebagai informan pendukung yang terlibat dalam praktik transaksi tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bai’ salam antara pedagang dan petani di Pasar Sengeti dilakukan dengan cara pedagang memberikan modal atau pembayaran terlebih dahulu kepada petani, kemudian hasil pertanian diserahkan pada waktu panen sesuai dengan kesepakatan. Namun dalam praktiknya masih terdapat beberapa kendala, seperti ketidakpastian hasil panen, perubahan harga pasar, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai ketentuan akad bai’ salam dalam perspektif ekonomi syariah. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih baik mengenai prinsip-prinsip akad bai’ salam agar praktik transaksi yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan syariah dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.