This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Vip Pramarta
Universitas Sangga Buana YPKP

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Systematic Review: Tantangan Penerapan Telemedicine dalam Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Pasca Pandemi Covid-19 Di Indonesia Martini Viviana; Kosasih Kosasih; Farida Yuliaty; Vip Pramarta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51797

Abstract

Telemedicine telah menjadi inovasi strategis yang berperan penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, terutama setelah pandemi COVID-19 yang mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan utama dalam penerapan telemedisin guna meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan di seluruh negeri. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, menggunakan sumber literatur dari basis data seperti ProQuest, PubMed, dan Elsevier Science Direct. Pencarian dilakukan dengan kata kunci “Telemedicine Challenges in Indonesia after the COVID-19 Pandemic,” “Telemedicine Implementation in Indonesia,” dan “Telemedicine Infrastructure.”Hasil kajian menunjukkan terdapat lima dimensi utama tantangan, yaitu: (1) keterbatasan infrastruktur digital dan konektivitas, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan; (2) rendahnya literasi dan kesiapan digital di kalangan tenaga kesehatan maupun masyarakat; (3) kerangka hukum dan regulasi yang belum memadai terkait perlindungan data dan akuntabilitas; (4) belum terintegrasinya pembiayaan telemedisin dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); serta (5) resistensi sosial-budaya dan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan digital.Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, institusi kesehatan, dan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur, pelatihan tenaga kerja, reformasi regulasi yang adaptif, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Dengan upaya tersebut, telemedisin dapat menjadi pilar berkelanjutan dalam membangun sistem pelayanan kesehatan nasional yang inklusif, efisien, dan berkeadilan di Indonesia.