Yuyun Yuniardi, Undang Mardiana,Reza Mohammad Ganjar Gani, Qisthi Huuriyah, Yuyun Yuniardi,
Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KARAKTERISTIK BATUBARA DAERAH SUNGAIPENUH (JAMBI) MENGGUNAKAN METODE PETROGRAFI ORGANIK DAN KIMIA Reza Mohammad Ganjar Gani, Mohammad Rivaldy , Lili Fauzielly,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.597 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16599

Abstract

Daerah penelitian termasuk ke dalam Sungaipenuh, Provinsi Jambi. Daerah ini memiliki singkapanbatubara yang tidak menerus dan berbentuk lensa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik batubara dengan menggunakan metode petrografi organik dan kimia. Formasi pembawabatubara berasal dari Formasi Pengasih, Formasi Kumun, dan Endapan Danau. Dari hasil analisis padaempat conto batubara yang diperoleh dari hasil penyelidikan lapangan, batubara daerah Sungaipenuhmemiliki karakteristik: peringkat batubara gambut-lignit, tipe humik, dan bermutu rendah. Batubaradaerah Sungaipenuh memiliki kemiripan dengan karakteristik batubara di Sumatera pada umur yangsama (Miosen-Pliosen).Kata Kunci: Sungaipenuh, batubara, peringkat, tipe, mutu, geologi batubara, analisis petrografi organik, analisis kimia.
KOMPOSISI MASERAL DAN MINERAL MATTER UNTUK INTERPRETASI FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA DI DAERAH MUARAENIM, SUMATRA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani,Yusi Firmansyah, Nana Suwarna, Hany Nabila Shabrina,Ildrem Sjafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.983 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i4.18343

Abstract

Daerah penelitian batubara berada di lapangan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang terletak diwilayah Depresi Lematang, Subcekungan Palembang Selatan, Cekungan Sumatra Selatan. Dua puluh delapansampel batubara diambil dari daerah Arahan, Banjarsari, Subanjeriji, Banko Tengah dan Selatan. Kemudiansampel tersebut dianalisis secara makroskopik untuk mengetahui jenis litotipe dan mikroskopik untukmendeterminasi kandungan maseral dan bahan mineral. Hasil dari analisis ini selanjutnya digunakan untukmenginterpretasi fasies dan lingkungan pengendapan. Secara litotipe, batubara daerah penelitian berkisar dari dull– bright yang menunjukkan dominasi lingkungan pengendapan pada forest swamp. Kandungan maseralmenunjukkan kelompok maseral vitrinit yang melimpah sehingga termasuk ke dalam fasies vitrinit – fusinit danmikrofasies vitrinit. Berdasarkan hasil perbandingan Vitrinit A/Vitrinit B dan Vitrinit/Inertinit didukung olehkandungan inertinit dan bahan mineral, diketahui asal tumbuhan dari endapan batubara daerah penelitiandidominasi oleh tumbuhan kayu/berpohon tinggi, tingkat oksidasi dominan berupa sub-oksik hingga anoksik,ekosistem hidrologi berkisar antara ombrotrofik – reotrofik, dan lingkungan pengendapan pada forest swamp –bog forest.
KARAKTERISTIK FORMASI MENGGALA BAGIAN ATAS DI LAPANGAN “QH”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Undang Mardiana,Reza Mohammad Ganjar Gani, Qisthi Huuriyah, Yuyun Yuniardi,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.495 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i1.13734

Abstract

Lapangan “QH” terletak pada cekungan Sumatera Tengah, merupakan salah satu daerah  yang dimiliki oleh  PT.Chevron  Pacific  Indonesia.  Lapangan  “QH”  masuk  kedalam  Grup  Sihapas  dengan  fokus penelitian berada pada formasi Menggala Bagian  Atas. Studi stratigrafi dilakukan dengan  menggunakan pendekatan secara deskriptif (observasi data berdasarkan landasan teori) dan melakukan analisis dari data Core,  data Wireline  log,  ditunjang  dengan  data  pendukung  lainnya.  Tujuan  dari  penelitian  ini  untuk mengetahui (1) Litofasies (2) Elektrofasies (3) Fasies pengendapan dan penyebarannya dari setiap fasies, serta  (4)  mengetahui  karakteristik  dari  setiap  fasies  pengendapan  yang  ada.  Data  yang  digunakan  dalam penelitian ini terdiri dari  data Core sumur no. 3, 4 dan 13, data Wireline log dari 39 sumur yang dimiliki, data Routine Core Analysis, dan data pendukung lainnya. Dari data core yang telah dideskripsi, kemudian dikelompokkan  menjadi  tiga  litofasies,  yaitu  litofasies sandstone,  bioturbated  sandstone dan mudstone, dengan  didukung  oleh data  RCA. Peneliti  membagi  fasies  didaerah  penelitian  menjadi  dua,  yaitu  fasies Tidal  Sand  Bar  dan  Tidal  Sand  Flat,  yang  berada  di  lingkungan  Estuarine  dengan  pengaruh  arus  yang dominan (Tide Dominated Estuarine). Dari data Wireline log, dibagi  menjadi dua  marker, yang  menjadi penciri elektrofasies dari setiap fasies yang ada. Penelitian ini menggunakan data petrofisik, seperti nilai dari  porositas,  porositas  effektif,  permeabilitas, Vshale, Data  Subsurface  map  dan Data  Completion History,  semua  data  digunakan  untuk  mengetahui  penyebaran  dan  ketebalan  dari  setiap  fasies  yang  ada, mengetahui range dari  nilai  properti  setiap  fasies  yang  ada,  sehingga  peneliti  mengetahui  bagaimana karakteristik, perbedaan dan penyebaran dari setiap fasies dilapangan “QH”.  Kata  Kunci  : Cekungan  Sumatera  Tengah;  Formasi  Menggala  Bagian  Atas;  Fasies;  Distribusi  Fasies; Karakteristik Fasies.
IDENTIFIKASI SEAM BATUBARA FORMASI MUARA ENIM UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI GASIFIKASI BATUBARA BAWAH PERMUKAAN, PT. BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Muhammad Tressna Gandapradana, Muhammad Faried Fachier,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32193

Abstract

Penelitian ini berlokasi di daerah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, dimana penelitian ini dilakukan pada salah satu lokasi pertambangan milik PT. Bukit Asam Tbk, Desa Tanjung Enim. Pemilihan batubara yang sesuai pada penelitian ini merupakan salah satu hal terpenting untuk kegiatan gasifikasi bawah permukaan. Kondisi batubara harus memenuhi persyaratan antara lain kondisi kedalaman, ketebalan, kadar abu, kadar air, dan kadar sulfur lapisan batubara. Penelitian ini menggunakan tujuh parameter seam batubara bawah permukaan yaitu A1, A2, B1, B2, C, D dan E yang bertujuan untuk mengetahui potensi gasifikasi batubara bawah permukaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa seam batubara B1 berpotensi untuk melakukan gasifikasi bawah permukaan dengan nilai kedalaman 262,5 – 289,8 m, ketebalan 10,95 – 12,65 m, kadar abu 4,13 – 6,77%, nilai kalori 13.277 - 13.479 btu/lb, kadar air 11,42 – 14,16% dan kadar sulfur 0,25 – 0.35%. Hasil dari seam batubara B1 berpotensi untuk melakukan gasifikasi bawah permukaan dengan syarat ideal mengacu pada Underground Coal Gasification (UCG) yaitu dimana nilai kedalaman diantara 92 – 460 m dan nilai ketebalan diantara 2 – 15 m.Kata Kunci : identifikasi seam batubara, batubara muara enim, pengembangan potensi gasifikasi batubara bawah permukaan, pt. bukit asam tbk – tanjung enim
POTENSI BATUAN INDUK SUMUR GR-2 DAN GR-3 FORMASI TALANG AKAR, BLOK JAMBI MERANG, SUB CEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah1, Edy Sunardi,Yan Irdantyo, Grida Viantiska, Nisa Nurul I
Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v3i6.26339

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Blok Jambi Merang, Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan, dengan analisis yang dilakukan pada Sumur GR-2, dan GR-3. Analisis dilakukan untuk mengetahui karakteristik batuan induk, asal material organik, biomarker, dan potensi batuan induk. GR-2 terdapat batuan induk efektif yaitu Formasi Talang Akar (tipe kerogen II/III dan III) dengan asal material organik tumbuhan tingkat tinggi dan fasies organik menunjukkan lingkungan fluvio-deltaic dan pada Sumur GR-3 terdapat batuan induk efektif Formasi Talang Akar (tipe kerogen III) dengan asal material organik alga/bakterial dan fasies organik menunjukkan lingkungan marine. Batuan induk Formasi Talang Akar Sumur GR-2 memiliki potensi untuk menggenerasikan hidrokarbon utama jenis gas, namun memiliki kemungkinan untuk menggenerasikan hidrokarbon jenis minyak. Sedangkan batuan induk Formasi Talang Akar Sumur GR-3 berpotensi untuk menggenerasikan hidrokabon hanya jenis gas.Kata Kunci : Geokimia, Batuan Induk, Biomarker, Potensi Batuan Induk.
ESTIMASI SUMBER DAYA BATUBARA PADA DAERAH MANGUNJAYA, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, M. Abdurachman Ibrahim, Sigit A. Wibisono, Rahma Yesa, Nurdrajat, Yusi Fi
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32194

Abstract

Batubara merupakan sumber energi yang ada di Indonesia, untuk menemukan suatu daerah dengan prospek batubara yang baik dapat dilakukan dengan eksplorasi. Pencarian daerah prospek batubara memerlukan disiplin ilmu mengenai ekplorasi batubara sehingga dapat diketahui potensi endapan batubara. Potensi endapan batubara pada suatu daerah dapat diketahui dengan melakukan pemodelan geologi dan perhitungan sumber daya batubara. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data topografi, litologi, survey, data kualitas dan lain sebagainya kemudian data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak. Penelitian ini dilakukan pada daerah Mangunjaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini terdapat 4 lapisan batubara yaitu lapisan Benakat, lapisan Kebon Lower, lapisan Burung dan lapisan Mangus. Hasil pemodelan menunjukkan penyebaran lapisan batubara, kedalaman dan ketebalan lapisan batubara serta kualitas masing-masing lapisan batubara. Perhitungan estimasi sumber daya pada penelitian ini membuat daerah pengaruh pada masing-masing lapisan batubara dengan jarak titik informasi geologi sederhana, sehingga total estimasi sumber daya batubara dengan tingkat kepercayaan tereka 620.303,18 Ton, tertunjuk 321.305,77 Ton dan terukur 88.975,99 Ton.Kata Kunci: Pemodelan Batubara, Estimasi Sumber Daya, Daerah Mangunjaya
ANALISIS DIAGENESIS POROSITAS SEKUNDER PADA FORMASI RANCAK, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Riszky Baisal Risyad, Achhmad Yusqi Maulana, Ildrem Syaf
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35214

Abstract

Proses diagenesis sangat umum terjadi pada batuan karbonat. Salah satu faktor yang dipengaruhi olehproses diagenesis merupakan keterbentukan porositas sekunder pada batuan karbonat. Faktorpengontrol daripada proses diagenesis sangat berkaitan erat dengan lingkungannya. Tujuan daripadapenelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai porositas sekunder batuan karbonat pada FormasiRancak dengan lingkungan pembentuknya. Metode yang digunakan meruakan identifikasi secaradeskriptif produk diagenesis secara mikroskopis dan dilanjutkan dengan analisis secara interpretatifdengan hubungannya pada lingkungan pengendapannya. Berdasarkan hasil penelitian, tipe porositasyang ditemukan pada Formasi Rancak merupakan tipe pori vug. Pori vug yang dijumpai berhubunganerat dengan proses keterbentukan porositas sekunder pada zona freatik endapan High Stand SystemsTract (HST) saat tersingkap pada fase Low Stand Systems Tract (LST).Kata Kunci: Diagenesis, Porositas Sekunder, Formasi Rancak, Cekungan Jawa Timur Utara
KARAKTERISASI POROSITAS KARBONAT BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA PADA DELTA MAHAKAM, CEKUNGAN KUTAI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Hidayat Mukmin, Haris Kurniawan Hidayat, Adrian Rahman A
Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i5.32182

Abstract

Dalam dunia produksi Migas salah satu hal penting setelah eksplorasi lapangan adalah pengembangan lapangan melalui POD (Planning of Development). Salah satu caranya adalah dengan melakukan perencanaan daerah pengembangan reservoir dari lapangan yang ada, melalui karakterisasi porositasnya, khususnya batuan karbonat. Lokasi Penelitian terletak di wilayah blok Delta Mahakam, Cekungan Kutai dan dilakukan pada 3 Lapangan (Hessonite, Beryl, dan Spinel-Nord) representatif dari Tren axis lapangan migas dari Delta Mahakam. Penelitian ini menggunakan data petrofisika untuk mengetahui karakteristik Porositas Karbonat menggunakan perangkat lunak Geolog 8, data Mud, Driling Info, Core Plug, dan Side Wall Core untuk mendukung identifikasi Karakteristik Karbonat dan diagenesanya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis fasies dan lingkungan pengendapan dan analisis petrofisika yaitu analisis Kualitiatif, dan Kuantitatif. Berdasarkan analisis petrofisika pada lapangan Hessonite didapatkan untuk pendekatan kualitatifnya terdapat batuan karbonat (Tight) yang memiliki kenampakan Karakteristik Porositas Sekunder pada Sumur ADR-1 dan ADR-2, memiliki Litologi umumnya yaitu Calcareous Silisiclastic, dengan Fasiesnya yaitu Mixed Facies, keterdapatan lingkungan pengendapan di Lingkungan Lacustrine. Pada Lapangan Beryl didapatkan untuk pendekatan kualitatifnya terdapat batuan karbonat (Tight) yang memiliki kenampakan Karakteristik Porositas Sekunder pada Sumur ADR-3, ADR- 4 dan ADR-5, sedangkan pendekatan Kuantitatif didapatkan hasil Porositas Bulk 17% dan Porositas Sekunder 7%, memiliki Litologi umumnya yaitu Limestone-Dolomitic Limestone, dengan Fasiesnya yaitu Mixed Facies, keterdapatan lingkungan pengendapan di Lingkungan Laut (Patchy Reef). Pada Lapangan Spinel-Nord didapatkan untuk pendekatan kualitatifnya terdapat batuan karbonat (Tight) yang memiliki kenampakan Karakteristik Porositas Sekunder pada Sumur ADR-6, ADR-7 dan ADR-8, sedangkan pendekatan Kuantitatif didapatkan hasil Porositas Bulk 14% dan Porositas Sekunder 4-5%, memiliki Litologi umumnya yaitu Dolomitic Limestone, dengan Fasiesnya yaitu Mixed - Carbonate Facies, keterdapatan lingkungan pengendapan di Lingkungan Laut (Patchy Reef).Kata Kunci : Petrofisika, Mahakam, Porositas Bulk, Porositas Sekunder, Fasies.