Yuyun Yuniardi, Undang Mardiana,Reza Mohammad Ganjar Gani, Qisthi Huuriyah, Yuyun Yuniardi,
Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN PERSEPSI LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA URBAN DI JAKARTA Novianus, Cornelis; ., Iswahyudi
Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia cabang kota bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jfki.2023.231

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Kelelahan kerja merupakan masalah penting dalam K3 yang perlu ditanggulangi dengan baik sebab dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kehilangan efisiensi dalam bekerja, penurunan produktivitas dan kapasitas kerja serta kesehatan dan daya tahan tubuh yang dapat berisiko terjadinya kecelakaan kerja termasuk bagi pekerja urban di daerah perkotaan seperti Jakarta. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan variabel independent variabel karakteristik pekerja (umur, jenis kelamin, Pendidikan, lama kerja), kebiasaan sarapan pagi dan persepsi lingkungan kerja dengan variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik dengan pendekatan Cross Sectional, instrumen penelitian menggunakan kuesioner, populasi penelitian ini adalah pekerja urban yang bekerja di Jakarta, sampel penelitian menggunakan rumus besar sampel yang tidak diketahui populasinya berjumlah 107 responden, cara pengambilan sampel menggunakan non random, purposive sampling, dalam sampel ini yang diambil adalah pekerja urban yang berdomisili di wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang dan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar pekerja yang mengalami kelelahan kerja sebanyak 58,9%, pekerja berumur > 35 tahun sebanyak 51,4%, pekerja yang berjenis kelamin perempuan 57,0%, pekerja yang berpendidikan < SMU sebanyak 59,8%, pekerja yang lama kerja > 6 tahun sebanyak 59,8%, pekerja yang kebiasaan sarapan pagi kurang baik sebanyak 76,6% dan pekerja yang memiliki persepsi lingkungan kerja yang baik sebanyak 62,6%, variabel yang berhubungan dalam penelitian ini adalah variabel umur, kebiasaan sarapan pagi dan persepsi lingkungan kerja sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah variabel jenis kelamin, pendidikan dan lama kerja, saran penelitian ini diharapkan para pekerja dapat mengatur secara maksimal waktu istirahat dan mengknsumsi makanan yang bergizi untuk menurunkan tingkat kelelahan kerja.
KUALITAS RESERVOIR MIOSEN AWAL BERDASARKAN ROCK TYPE DAN LITOFASIES PADA FORMASI TALANG AKAR, CEKUNGAN ASRI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Rizky Amrullah, Ismawan,
Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.847 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i3.23180

Abstract

Lapangan AM ditemukan pada tahun 1988 dengan hidrokarbon telah terproduksi dari reservoir batupasir. Cekungan Asri terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, Timurlaut Kota Lampung, Provinsi Sumatra Selatan. Data yang tersedia diperoleh dua batuan inti dan didukung dengan data log pada sumur AM-01 dan AM-B8. Data batuan inti diambil dari batupasir 34–1 pada sumur AM-01 dengan interval kedalaman 3505.00-3533.00 m (MD). Pada sumur AM-B8 Terdiri dari dua data core dengan interval kedalaman 4388.50-4416.50 m (MD) dan 4418.00-4448.00 m (MD). Data dianilisis menggunakan parameter rock type dan diasosiasikan dengan litofasies. Berdasarkan analisis didapatkan lima jenis litofasies; litofasies shandy shale laminated sandstone (Sh), litofasies sandstone with various grain size (Sm-V), litofasies sandstone with uniform grain size (Sm-U), litofasies flaser (Sf), dan litofasies planar bedding (Sp). Terdapat empat rock type pada area penelitian dengan tipe 1 memiliki porositas rata-rata 0.21 dengan dominasi litofasies Sf, tipe 2 memiliki porositas rata-rata 0.32 dengan dominasi litofasies Sm-U, tipe 3 memiliki porositas rata-rata 0.36 dengan dominasi litofasies Sp, dan tipe 4 memiliki porositas rata-rata 0.28 dengan dominasi litofasies Sm-V. Secara umum batupasir Formasi Talang Akar diendapkan pada lingkungan fluvial (channel fill, distributary channel, dan distributary mouthbar) dan dikategorikan sebagai reservoir yang baik.Kata Kunci: reservoir, batupasir, Cekungan Asri, rock type, litofasies.
KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA FORMASI PURUKCAHU BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI, DI DAERAH MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH Reza Mohammad Ganjar Gani,Nana Suwarna, Fadli Abdul Rahim,Ildrem Sjafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.106 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i4.18336

Abstract

Formasi Purukcahu di daerah Murung Raya, Kalimantan Tengah termasuk ke dalam Cekungan Barito.Formasi Purukcahu berumur Oligosen-Miosen Awal dan tersusun atas batulempung, batulanau danlapisan batubara, serta batupasir. Sampel batubara yang diambil dari singkapan lapisan batubara dianalisissecara makroskopis untuk mengetahui jenis litotipe dan secara mikroskopis untuk mendeterminasikomposisi kandungan maseral dan bahan mineral, serta reflektansi vitrinit. Hasil analisis ini selanjutnyadigunakan untuk menafsirkan fasies dan lingkungan pengendapan lapisan batubara. Lapisan batubara didaerah ini didominasi oleh litotipe Dull Banded (DB) - Banded (BD) dan sangat jarang Bright-Banded(BB) dan Bright (B) dengan ketebalan antara 50-200 cm. Secara petrografis, batubara ini tersusun olehkelompok maseral vitrinit (82,6% - 96,4%), liptinit (0,4% - 5%), dan inertinit (0% - 12,6%), serta bahanmineral (0,6% - 6,6%) . Nilai reflektansi vitrinit rata-rata berkisar antara 0,38% - 0,52%. Diagram segitigafasies TFD, menunjukkan bahwa batubara ini terendapkan dalam fasies limnik sampai limnotelmatik.Sementara itu, berdasarkan diagram GI (Gelification index) versus TPI (Tissue Preservation Index),batubara tersebut diendapkan pada lingkungan marsh hingga fen pada lower delta plain. Berdarkandiagram fasies GWI (Groundwater Index) versus VI (Vegetation Index), batubara ini terendapkan padafasies limnik pada kondisi hidrologi mesotrofik dengan vegetasi utama pembentuk batubara dari jenistetumbuhan tingkat rendah (herbaceous) dan sedikit tetumbuhan berpohon tinggi.Kata Kunci: batubara, lingkungan pengendapan, litotipe, maseral.
METODE DALAM MENENTUKAN ARSITEKTUR PLATFORM INTERIOR RESTRICTED - OPEN MARINE PATCH REEF Rifky Nurdeani* BERDASARKAN ANALISIS BATUAN INTI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Rifky Nurdeani, ldrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.897 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16597

Abstract

Metode dalam menentukan arsitektur suatu lingkungan pengedapan memiliki banyak cara salah satunyaadalah dengan analisis dari batuan ini. Deskripsi secara megaskopis dan mikroskopis untuk mengetahuikarakteristik batuan. Data yang dimiliki terdapat 3 batuan yang telah dideskripsi, setelah dilakukananalisis terdapat 3 fasies diantaranya batugamping foraminifera, batupasir foraminifera dan batulempungforaminifera. Batugamping foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Patch Reef,batupasir foraminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Restricted dan batulempungforaminifera terendapkan pada lingkungan Platform Interior Open Marine. Ketiga fasies ini disatukanmenjadi asosiasi fasies Platform Interior Restricted – Open Marine. Hasil asosiasi fasies ini digambarkanpadasuatu arsitektur 3 dimensi. Tiga tahap dalam menggambarkan Platform Interior Restricted - OpenMarine Patch Reef yaitu, deskripsi megaskopis dan mikroskopis batuan inti, analisis fasies danlingkungan pengendapan dan analisis asosiasi fasies. Kata Kunci : Batuan Inti, Fasies, Asosiasi Fasies
PEMODELAN FASIES BERDASARKAN ANALISIS FASIES SANDRIDGE PADA LAPANGAN MEI, FORMASI CIBULAKAN ATAS, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Reza Mohammad Ganjar Gani , Yusi Firmansyah, Syafiqa Amanda, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35215

Abstract

Penelitian berlokasi di wilayah operasional Pertamina Hulu Energi OffshoreNorthwest Java yang termasuk ke dalam Cekungan Jawa Barat Utara. Fokuspenelitian terletak pada Lapangan Mei, Formasi Cibulakan Atas tepatnya padainterval M - 22. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi litologi penyusundaerah penelitian, lingkungan pengendapan dan asosiasi fasies yang berkembang,analisis elektrofasies yang ditinjau dari data log, serta arah distribusi dan geometripada daerah penelitian. Metode penelitian ini yaitu analisis litofasies dan elektrofasiesdilanjutkan dengan korelasi kronostratigrafi dan model distribusi fasies denganTruncated Gaussian Simulation (TGS). Berdasarkan hasil analisa yang telahdilakukan, daerah penelitian tersusun atas beberapa litologi, diantaranya batupasir,shale, dan batugamping dengan lingkungan pengendapan tide dominated shelf yangberasosiasi dengan perkembangan fasies sand ridge. Fasies sand ridge pada daerahpenelitian memiliki arah distribusi serta geometri tersendiri. Hal ini dapat diketahuidari pemodelan geostatik tiga dimensi yang telah dilakukan.Kata Kunci : Formasi Cibulakan Atas, Pemodelan Fasies, Fasies Sand Ridge,Truncated Gaussian Simulation, Asosiasi Fasies.
KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAS CI BUNI BAGIAN HULU, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Budiyanto, Emi Sukiyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.604 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i3.17257

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ci Buni bagian hulu terletak di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. DAS Ci Buni bagian hulu dibagi menjadi 154 sub-DAS. Secara regional DAS Ci Buni bagian hulu tersusun atas batuan sedimen berumur Tersier dan batuan vulkanik berumur Kuarter. Pengertianmengenai karakteristik morfometri dimaksudkan untuk mengetahui aspek kuantitatif sub-DAS yang meliputi Dimensi DAS, Linear Morfometri dan Areal Morfometri. Analisis karakteristik dimensi DAS yang meliputi luas, panjang sungai induk, keliling dan lebar DAS menunjukan bahwa sub-DAS batuanberumur Kuarter memiliki dimensi DAS yang lebih besar dibandingkan sub-DAS batuan berumur Tersier. Hasil analisis variabel linear morfometri menunjukan bahwa rasio percabangan sungai (Rb) dan panjang sungai (RL) di wilayah batuan Kuarter lebih besar dibandingkan batuan berumur Tersier, hal tersebut terkait dengan jenis batuan yang relatif lebih lunak. Areal morfometri, Dari segi kerapatan pengaliran (Dd) kelompok sub-DAS batuan berumur Tersier memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok sub-DAS batuan berumur Kuarter. Dari segi tekstur (Rt) kedua kelompok subDAS mempunyai tekstur sangat kasar. Dari segi nisbah kelonjongan (Re) dan nisbah bentuk (Rf) kedua kelompok sub-DAS memiliki bentuk yang relatif memanjang atau melonjong. Kata Kunci: Geomorfologi, Morfometri, DAS Ci Buni Bagian Hulu
Kondisi Lingkungan Pengendapan, Kematangan, Dan Klasifikasi Batubara Berdasarkan Data Petrografi Dan Geokimia Organik, Lapangan Rokan Hulu Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Nana Suwarna, Muhammad Firman Pratama, Ildrem Sjafri,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29083

Abstract

Daerah penelitian, secara administratif terletak di Kecamatan Tambusi, Rambah Samo, Tandun,dan IV Rokan Koto, Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Berdasarkan analisis petrografiorganik, batubara di lokasi penelitian didominasi oleh litotipe Bright dan Bright Banded dengankandungan maseral vitrinit berkisar dari 45,2 – 92 %, inertinit 0,6 – 10,7 %, liptinit 0 – 5,6 %,dan bahan mineral 3,2 – 50,6 %. Peringkat batubara daerah penelitian berkisar dari lignit hingga bituminus volatil rendah. Selanjutnya, analisis fasies melalui diagram V+L-I-MM menunjukkan batubara yang diteliti berasal dari fasies F, yang berarti bahwa proses pengendapan batubara berada pada kondisi basah (anoksik), mengalami banjir dengan tingkatannya moderat hingga tinggi (besar) secara periodik, sebentar ataupun non periodik (oksik). Kemudian, berdasarkan analisis hasil ploting pada diagram TFD, menunjukkan batubara terendapkan pada fasies limnic, limno-telmatic, dan telmatic. Sementara itu, hasil analisis diagram TPI versus GI pun menunjukkan fasies limnic, limno-telmatic dan telmatic. Terakhir, berdasarkan indeks muka air tanah dengan menggunakan analisis GWI versus GI menunjukkan bahwa rezim hidrologi  batubara didominasi oleh mesotrophic yang mengarah ke rheotrophic dengan jenis vegetasinya berupa wet forest swamp dan sisanya dikontrol oleh rezim ombrotrophic dengan jenis vegetasi berupa bog.Kata Kunci: batubara, fasies, maseral, petrografi, Rokan Hulu
ANALISIS PORE PRESSURE PADA SUMUR IHW-01 CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Don Basuki, Ilham Hariz Wardhana, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1545.388 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i2.23165

Abstract

Fenomena waktu tidak produktif saat kegiatan pengeboran 40% terjadi akibat dari permasalahanmengenai tekanan di bawah permukaan. Untuk mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan maupunwaktu yang lebih efisien dibutuhkan prediksi mengenai tekanan bawah permukaan pada suatu sumur.Terkait dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang tepatuntuk digunakan pada sumur IHW-01 yang bermasalah di daerah Tuban, Cekungan Jawa Timur Utaraserta mengetahui mekanisme dari pore pressure pada sumur tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sumur yang meliputi lumpur pengeboran, suhu,kronologi pemboran, dan data wireline logging. Metode penelitian yang digunakan dalam prediksi porepressure adalah mengamati reaksi wireline logs, metode Eaton untuk prediksi pore pressure dan metodeFluid Retention Depth untuk mengetahui prediksi pore pressure pada suhu tinggi. Hukum Terzaghi jugadigunakan untuk mengetahui stres efektif batuan dan mengetahui mekanisme adanya overpressure padasumur IHW-01. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pore pressure yang dianalisis pada sumur IHW-01 diketahuisebagai zona overpressure mulai dari kedalaman 800 m- 1200 m pada Formasi Ngrayong. Analisisprediksi pore pressure yang digunakan adalah metode Eaton sebagai metode yang umum dipakai dalammemprediksi pore pressure. Tetapi setelah diketahui suhu dari sumur ABP-01 meningkat menjadi 112⁰ C,metode yang digunakan adalah metode Fluid Retention Depth karena metode Eaton hanya berfungsidengan baik pada keadaan normal. Kesalahan pemilihan metode seringkali mengakibatkan beberapaprediksi yang salah. Pore pressure yang ada pada sumur IHW-01 tergolong menjadi overpressure karenabeberapa mekanisme seperti loading dan unloading. Loading terjadi karena cekungan Jawa Timur Utaramerupakan cekungan muda berumur Tersier dan terjadi pada batulempung. Unloading terjadi karena suhuyang tinggi (113⁰ C) mengakibatkan adanya diagenesis mineral lempung yang mengakibatkan adanyapenambahan air pada batuan serta kemungkinan perubahan wujud hidrokarbon pada formasi dari padatmenjadi fluida.Kata kunci: pore pressure, fluid retention depth, Eaton, Cekungan Jawa Timur Utara
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS ANDESIT SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAERAH BATUJAJAR, KECAMATAN BATUJAJAR TIMUR, KABUPATEN BANDUNG BARAT Purnama Aji Kusumah, Faishal Amrullah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Panji Ridwan, Kurnia Arfiansyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.919 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i3.17262

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Batujajar Timur , Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat. Desa Batujajar memiliki litologi memiliki litologi berupa andesit dan telah ditambang secara tradisional oleh masyarakat sekitar namun pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan andesit di Desa Batujajar. Metode penelitian menggunakana analisis petrografi dan analisis keteknikan batuan dengan diuji ketahanan batuan dengan menggunakan UCS (Uniaxial compressive strength). Berdasarkan hasil analisis petrografi ke-enam sampel batuan berjenis Andesit (Streckeisen, 1978). Dari hasil pengujian kuat tekan , nilai kuat tekan masing masing sampel bervariasi, nilai kuat tekan yang paling tinggi dimiliki oleh sampel PR07 dengan nilai 673.828 MPa, pada PR10 memiliki nilai kuat tekan 424.558 Mpa, ST02 416.379 Mpa, PR14 bawah 282.952 MPa, PR14 407.716 MPa, dan nilai kuat tekan yang paling rendah dimiliki oleh nomer sampel PR15 dengan nilai 18.488 Mpa. Nilai Kuat tekan PR10, ST02, PR 14 bawah, PR14, dan PR07, secara umum relative lebih besar bila dibandingkan dengan sampel ST15. Hal ini disebabkan karena sampel PR 15 telah mengalami alterasi dengan intensitas sedang, dicirikan dengan munculnya mineral sekunder dengan persentase (40-45 %) berupa serisit, mineral lempung dan mineral opak. Berdasarkan nilai kuat tekan, kedua satuan termasuk dalam klasifikasi medium strength (Bieniawski, 1973) dengan nilai kuat tekan rata-rata 370.653 Kg/cm2. Berdasarkan syarat mutu batu alam untuk bahan bangunan (SNI 030394-1989), andesit di daerah penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan trotoar jalan , batuan tepi jalan, dan batuan hias .Kata Kunci : Andesit, Desa Batujajar timur, kuat tekan, bahan bangunan
GEOLOGI DAERAH BABAKANWARU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SUKAMAKMUR, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Reza Mohammad Ganjar Gani, Ildrem Syafri, Saras Qyla Dewanti, Yusi Firmansyah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32198

Abstract

Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat 106° 55' 53,6" BT sampai 106° 57' 40,4" BT dan 6° 31' 19,8" LS sampai 6° 33' 59,7" LS. Satuan geomorfologi pada daerah penelitian terbagi menjadi Perbukitan dan Lereng Denudasional Agak Curam, Perbuktian dan Lereng Denudasional Landai, dan Perbukitan Karst. Stratigrafi pada daerah penelitian diklasifikasikan menjadi dua berdasarkan litostratigrafi tidak resmi, dimana satuan dari yang paling tua ke muda: Batulempung (Tmbl) dan Batupasir (Tmbp). Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah struktur kekar dan struktur lipatan. Secara kronologinya, kejadian geologi yang terjadi pada daerah penelitian dimulai pada Miosen Tengah dimana pada kala itu terendapkan batulempung di lingkungan laut dangkal (zona neritic tengah), lalu terendapkan batupasir secara selaras pada Miosen Tengah – Akhir. Selanjutnya, diatas batupasir terendapkan batulempung lagi dengan karakteristik yang sama dengan batulempung yang sebelumnya. Semakin ke arah utara, terdapat sisipan batugamping,yang menunjukkan terjadinya penurunan muka air laut. Hingga pada akhirnya terjadi penurunan muka air laut maksimum ditandai dengan adanya tebing-tebing batugamping Formasi Klapanunggal. Setelah semua batuan terendapkan, terjadi deformasi batuan oleh gaya endogen. Potensi sumberdaya geologi adalah sumberdaya geologi non logam (batu sungai) dan kebencanaan berupa tanah longsor.Kata kunci : Sukamakmur, Bogor, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur geologi, Sejarah geologii