This Author published in this journals
All Journal JIPTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Temperatur Terhadap Struktur Mikro Dan Kekerasan Komponen Sproket Sepeda Motor Tipe X Dan Produk Lokal Romi Suhargani; Jaim Jaim; Nur Rohmat
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.918 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i1.24710

Abstract

Dalam berkendara kenyamanan sangatlah diutamakan, baik kenyamanan pada mesin kendaraan maupun faktor pendukung lainnya seperti rangka dan kelistrikan serta beberapa komponen lainnya. Penelitian ini akan meneliti proses pemindahan tenaga dari mesin ke roda belakang memerlukan beberapa komponen yang sangat erat keterkaitannya satu sama lain. Sehingga keterkaitan tersebut dapat menggerakan dari diam menjadi berjalan. Dengan proses tersebut dibutuhkan pengaitnya, seperti sproket (gear) dan rantai atau juga menggunakan van belt dan seperangkatnya. Penggunaan sproket mempunyai keunggulan dan kekuatan masing-masing baik produk asli maupun produk lokal. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian nilai keunggulan dari produk asli dan lokal, maka didapatkan hasil nilai kekerasan dari masing-masing produk dari kwalitas 1 dan kwalitas 2. Dan hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan nilai kekerasan pada sproket kwalitas 1 nilai kekerasan tertinggi sebesar 34,63 HRC dengan nilai pantulan 0,0713 m/s ada pada spesimen yang diquencing air coolant dengan suhu pemanasan 700ºC. dan nilai kekerasan tertinggi sebesar 28,66 HRC didapat pada spesimen A kwalitas 2 dengan quenching oli. hanya mempunyai nilai tertinggi 1 pada spesimen A dengan media quenching oli pada suhu hardening sebesar 700ºC sebesar 0,0590 m/s. Dapat dijelaskan bahwa sproket kwalitas 2 ini semakin keras semakin getas. Lalu pada proses perlakuan panas 800ºC didapatkan hasil sebesar Nilai kekerasan tertinggi sebesar 35,26 HRC dengan nilai pantulan 0,0727 m/s pada spesimen B kwalitas 1.pada kwalitas 2 tertinggi sebesar 29,56 pada spesimen A dengan nilai pantulan 0,0608 m/s. Semakin nilai panas dinaikan semakin alot kekuatan sproket tersebut dan hasil uji hasil pengujian struktur mikro struktur yang dimiliki ditentukan oleh kadar karbonnya. Pada baja karbon sedang dengan kadar karbon 0,2% - 0,5% maka struktur didominisi oleh Martensite (berwarna terang). Bentuk dan ukurannya tersusun dengan rapih serta beraturan. Baja karbon sedang akan mengalami perubahan fasa cair menjadi ferrite ketika pembekuan berlangsung terus menjadi martensite dan akhirnya menjadi ferrite (hitam) dan perlite (abu-abu). Semakin banyak kadar besi dan semakin sedikit kadar karbon maka ferrit akan semakin banyak sedangkan perlite hanya sedikit bahkan bisa tidak ada perlite, pada daerah raw ini terdapat perlite hanya sedikit dan ada ferrite yang terputus – putus.
Analisa Kinerja Pompa Sentrifugal Pada Alat Uji Jominy Mohamad Rizkisyah; Jaim Jaim; Djuhana Djuhana
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.505 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i2.25000

Abstract

Mesin pemindah air atau disebut pompa air pada masa sekarang ini sangat membantu kehidupan manusia. Penggunaannya tidak hanya terbatas pada kegunaan untuk mengalirkan air sebagai kebutuhan utama masyarakat (minum, mandi, dan mencuci). Tetapi fungsi dari pompa air juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal lainnya. Salah satu pemanfaatan pompa air adalah pemanfaatannya untuk suatu alat yang biasa dikenal atau disebut dengan nama alat uji jominy. Alat uji jominy adalah alat yang dipakai sebagai alat bantu untuk proses pendinginan (quenching) dalam melakukan pengujian mampu keras pada material logam. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yaitu mempelajari referensi-referensi yang berkaitan dengan judul penelitian, juga melalui asistensi dan konsultasi kepada dosen pembimbing. Hasil pengujian menentukan debit air dengan mengandalkan variasi bukaan katup ¼, ½, dan bukaan full dengan rentang waktu 5 detik, 10 detik dan 15 detik mendapatkan hasil akhir yang tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya 0,001 liter/detik sampai 0,002 liter/detik. Variasi bukaan katup pompa pada alat uji jominy juga mempengaruhi besaran daya listrik yang dihasilkan. Dan besaran daya listrik sangat berkaitan dengan nilai efisiensi dari suatu alat atau benda. Untuk proses pendinginan spesimen baja, kuningan dan aluminium dengan debit air 0,09 liter/detik pada bukaan katup ¼, proses pendinginan pada tiap spesimen membutuhkan waktu yg berbeda-beda. Pada material baja diperlukan waktu selama 25 menit untuk memperoleh hasil pendinginan secara sempurna. Pada material kuningan diperlukan waktu selama 15 menit. Sedangkan pada material aluminium diperlukan waktu selama 10 menit untuk memperoleh hasil pendinginan yang sempurna. Jika proses pendinginan mengandalkan bukaan katup ½, debit air adalah 0,158 liter/detik. Maka waktu pendinginan pada material baja, kuningan dan aluminium hanya memerlukan waktu 15 menit, 7 menit dan 3 menit. Sedangkan besaran daya listrik pada alat uji jominy yang dipakai untuk mendinginkan spesimen menggunakan variasi bukaan katup ¼, ½, dan bukaan katup full secara berturut-turut adalah sebesar 402,60 Watt, 390,13 Watt, 326,33 Watt. Untuk nilai efisiensi pada alat uji jominy pada bukaan katup ¼ adalah sebesar 89,4%. Pada bukaan katup ½ adalah sebesar 86,6%. Sedangkan pada bukaan katup full adalah sebesar 72,5%.
Perancangan Tangki Nosel (Nozzle) Semburan Air Pada Alat Tes Jomini (Jominy Test) Dedi Wahyudi; Jaim Jaim; Djuhana Djuhana
Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.699 KB) | DOI: 10.32493/jiptek.v3i2.24997

Abstract

Tangki pendinginan pada alat uji jomini merupakan tempat dimana proses uji jomini berlangsung. Permasalahan yang terjadi banyaknya sisa-sisa cairan pada dasar tangki ini ketika proses pengujian selesai sehingga mengakibatkan timbulnya korosif yang mengakibatkan usia pakai tangki tersebut tidak lama. Kebocoran dan juga retak pada daerah sambungan las terjadi seiring dengan waktu berjalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model tangki, pengaruh arus las terhadap tegangan dan regangan dan terakhir untuk mengetahui kekuatan sambungan las. Pengujian kemiringan dasar tangki menggunakan beberapa sudut kemiringan yaitu : 4 derajat, 9 derajat, 14 derajat dan 19 derajat sedangkan untuk pengujian kekuatan las dan pengaruh terhadap tegangan dan regangan menggunakan las SMAW dengan arus 50 ampere, 60 ampere dan 70 ampere. Penelitian ini menggunakan Teknik pengujian secara langsung yaitu mengamati dan mencatat secara langsung hasil eksperimen kemudian menyajikan data dan menyimpulkan hasil penelitian. hasil pengujian kemiringan didapat data hasil penelitian pada sudut 4 derajat debit sebesar 3,69 ml/detik, pada sudut 9 derajat  debit sebesar 3,83 ml/detik, pada sudut 14 derajat didapat debit sebesar 3,99 ml/detik dan pada sudut 19 derajat didapat debit sebesar 4,07 ml/detik. Data hasil uji Tarik pada arus 50 ampere didapat σ = 0,246 kg/mm2, ε = 0,57%, pada arus 60 Ampere didapat σ = 0,247  kg/mm2, ε = 0,62% sedangkan pada arus 70 Ampere didapat σ = 0,246 kg/mm2, ε = 0,58%. Pada pengujian kekerasan Equotip didapat hasil 222 HL pada arus 50 ampere, 223 HL pada arus 60 amper dan 216 HL pada arus 70 ampere. Ini menunjukan bahwa pada sudut kemiringan 9 derajat sudah tidak ada terjadi genangan air pada dasar tangki yang menyebabkan korosi dan tidak mengurangi fungsi saat pengujian jomini berlangsung, sedangkan tegangan dan regangan tertinggi didapat pada arus las 60 ampere dan juga memiliki kekuatan las tertinggi dan relatif stabil di setiap titik lasnya yaitu sebesar 223 HL.